Menu

Pelaku Sodomi Tewas di Depan Hakim

  Dibaca : 462 kali
Pelaku Sodomi Tewas di Depan Hakim
DIES NATALIS VIRTUAL— Rektor Universitas Negeri Padang (UNP) Prof Ganefri memimpin Rapat Senat Terbuka dalam rangka Dies Natalis ke-66 UNP di auditorium kampus UNP, Jumat (23/10), yang dilakukan secara virtual.

Palu sidang

PASAMAN, METRO–Suasana sidang perdana kasus terdakwa pelaku sodomi, Selasa (22/12) sekitar pukul 11.00 WIB, tak terlalu ramai, di Pengadilan Negeri (PN) Lubuksikaping. Terdakwa, Rusman alias Waik Waik (63), duduk di ruang sidang utama. Pria tua itu terlihat tabah ketika mendengar dakwaan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rudi Mulyandri.

Setelah membacakan dakwaan dan memanggil saksi, terdakwa mulai menunjukkan gelagat tak biasa. Waik Waik yang mengenakan kemeja berwarna cokelat itu tak bergerak. Ia pingsan, dan tak bernafas.

Tiba-tiba ruang sidang menjadi buncah. Terdakwa tak bangun juga, hingga akhirnya dilarikan ke RSUD Lubuksikaping. Malang, ketika di RSUD, terdakwa memang sudah tak bernyawa lagi. Ia meninggal dunia, sebelum sidang perdana kasusnya tuntas.

Menurut tim medis RSUD Lubuksikaping, dr Vera juita Mulya, pasien sudah tidak bernapas ketika tiba di IGD RSUD Lubuksikaping. Terdakwa tiba di rumah sakit sekitar pukul 12.00 WIB siang. ”Pasien tidak bernapas atau istilah medisnya henti napas. Tapi, hasil pemeriksaan UKG, masih ada nafas. Pertolongan pun dilakukan, dikasih oksigen, diberi bantuan kejut jantung namun akhirnya nyawanya tidak tertolong,” kata Vera.

Dugaan sementara, terdakwa shock dan tak kuat menahan beban mental saat menjalani sidang perdana. Di samping itu, terdakwa juga depresi karena kasus yang menjeratnya.

Penanganan medis terhadap korban sudah dilakukan semaksimal mungkin. Pasien meninggal sekitar pukul 13.00 WIB. Pihak RSUD juga telah menyerahkan surat kematian terdakwa kepada pihak kejaksaan.

Sementara, keterangan JPU Rudi Mulyandri, terdakwa Rusman, jatuh pingsan saat menjalani sidang pertama. Terdakwa kemudian dilarikan ke RSUD untuk mendapatkan penanganan medis. Sidang pun langsung dihentikan majelis hakim.
Kasus dugaan pencabulan itu, kata Rudi, akan dihentikan demi hukum, karena terdakwa telah tiada. Pihaknya, kata dia, selanjutnya menunggu penetapan dari majelis hakim setempat. “Kita tunggu penetapan dari pengadilan. Penetapan bisa keluar hari ini, surat keterangan dari dokter RSUD juga sudah di tangan,” katanya.

Pada kasus sodomi ini, terdakwa dijerat Pasal 76e jo 82 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 tahun  2014, tentang Perubahan Atas Undang Undang Nomor 23 tahun 2003 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman 15 tahun penjara.

”Baru baca dakwaan. Rusman alias Waik Waik sudah ditahan sejak 18 September 2015, kemudian dititipkan di Rutan Klas IIB Lubuksikaping,” jelas JPU Rudi.
Rusman  adalah warga kampung Tarandam, Jorong Kampung Jambak, Nagari Ganggo Hilia, Kecamatan Bonjol. Pria ini ditangkap Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pasaman, pada 18 September 2015 lalu, atas laporan orang tua para korban pencabulan oleh terdakwa.

Pelaku dilaporkan dalam perkara perbuatan cabul dan persetubuhan sejenis dengan korbannya anak laki -laki dibawah umur. Dua orang korban diketahui berinisial GR (8) dan MF (12), para korban masih berstatus pelajar. Terdakwa mengiming-imingi para korban, akan diberi uang jajan sebesar Rp2 ribu dan Rp3 ribu.

Tak Dikunjungi Keluarga

Sementara itu, patut disayangkan, ketika jenazah Rusman terbujur kaku di ruang IGD RSUD Lubuksikaping, tak satupun pihak keluarga atau kerabat datang menyambangi. Informasi dihimpun, terdakwa tidak memiliki seorang pun sanak saudara di Pasaman.

Kini, proses pemakaman terdakwa pun jadi terkatung-katung. Pihak kejaksaan pun tak tinggal diam. Kejati berkoordinasi bersama Dinas Sosial Ketenagakerjaan (Dinsosnaker) Pasaman untuk prosesi pemakaman.
”Kami tengah meminta Dinsosnaker untuk memfasilitasi pemakaman terhadap terdakwa. Jika bisa, dimana akan dimakamkan,” pungkas Rudi. (y)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional