Menu

Pelaku Penipuan Investasi Tanah Dituntut 4 Tahun Penjara di Pengadilan Ne­geri (PN) Kelas IA Padang

  Dibaca : 245 kali
Pelaku Penipuan Investasi Tanah Dituntut 4 Tahun Penjara di Pengadilan Ne­geri (PN) Kelas IA Padang
SIDANG VIRTUAL— Dua terdakwa Delfi Andri dan Eko Posko Malla Asykar, menjalani sidang virtual di Pengadilan Negeri Padang, Kamis (15/7).

KHATIB, METRO–Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kejaksaan Ting­gi (Kejati) Sumbar, me­nun­tut terdakwa Delfi An­dri, dengan hukuman pidana selama empat tahun pen­jara. Menurut JPU, terdak­wa Delfi Andri terbukti melakukan bersalah mela­kukan tindak pidana peni­puan.

“Di mana perbuatan terdakwa telah merugikan korban sebesar Rp20 mi­liar,”kata JPU Lusita Ame­lia Raflis bersama tim, saat membacakan amar tuntu­tannya, di Pengadilan Ne­geri (PN) Kelas IA Padang, Kamis (15/7).

JPU berpendapat, ter­dak­wa melanggar pasal 378 jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, pasal 182 ayat (1) huruf a KUHAP.

“Dalam hal menga­jukan tuntutan pida­na dan ke­tentuan pasal 222 KUHAP, mengenai biaya perkara dibebankan ke­pada para terdakwa. Pasal 8 ayat (3) jo pasal 37 ayat (1) undang-undang RI no­mor 16 tahun 2004 tentang Kejaksaan RI, dalam hal jaksa melakukan penun­tutan,” ujar JPU.

JPU juga menuturkan bahwa hal-hal yang mem­berat­kan dan meringankan ter­dakwa. “Hal-hal yang mem­beratkan, para ter­dakwa berbelit-belit se­lama persidangan dan ti­dak ada perdaiman dengan korban. Hal-hal yang me­ringan tidak ada,” sebut­nya.

Disebutkan, semua un­sur sudah terpenuhi.Usai pembacaan tuntutan ter­dak­wa Delfi Andri yang di­dam­pingi Penasihat Hu­kum (PH) me­nga­jukan nota pembelaan secara tertulis.

Sementara itu, ter­dak­wa Eko Posko Malla Asy­kar, juga dituntut sama de­ngan terdakwa Delfi yaitu empat tahun penjara.­Ter­dawa Eko Posko Malla Asy­kar, juga mengajukan nota pembelaan secara tertulis.

Sidang yang dilakukan secara virtual dan diketuai oleh, Asni Meriyenti yang  didampingi dua hakim ang­gota Khairulludin dan Ade Zulfiana Sari, menunda sidang dua minggu.

Dalam dakwaan dise­but­kan, awalnya pada ta­hun 2018 hingga 2019, ber­tempat di Kendari, Sula­wesi Tenggara. Saat itu, terdakwa Delfi Andri me­nga­jak korban berinisial AS, untuk berinvestasi ta­nah di Kota Padang.

Lalu terdakwa Defli Andri mempertemukan korban dengan Eko Posko Malla Asykar, di Jakarta. Eko pun mengaku, dirinya kuasa hu­kum dari Lehar (almarhum) yang mana pemilik tanah dengan luas 765 hektar di Padang. Eko pun, men­je­las­kan kepada korban bah­wa tanah ter­sebut, terdapat surat pen­dukung.

Tak lama kemudian, korban diajak oleh Defli Andri, melihat lokasi tanah. Selanjutnya dibuatlah, kon­sep surat jual beli dan ter­dak­wa Eko Posko Malla Asykar, mengaku terhadap tanah, akan terbit sertifikat dan surat yang dikonsep sudah ditangani.

Tak beberapa lama ke­mu­dian, korban mengirim uang sebesar Rp20 miliyar dengan cara bertahap. Korban yang merasa curiga akhirnya melapor­kan kepada polisi, karena merasa ditipu atas inves­tasi tanah tersebut. (hen)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional