Menu

Pelaksanaan New Normal, Plt Bupati Solsel Tinjau Objek Wisata

  Dibaca : 1133 kali
Pelaksanaan New Normal, Plt Bupati Solsel Tinjau Objek Wisata
KUNJUNGAN—Plt Bupati Solsel H Abdul Rahman dan Kabag Humas Pemkab Solsel Firdaus Firman berfoto bersama saat berkunjung ke Taman Laras di Puncak Laras Pinang Awan, Nagari Pauah Duo Nan Batigo, Kecamatan Pauah Duo.

Plt Bupati Solok Selatan (Solsel) H Abdul Rahman meninjau sejumlah objek wisata di kabupaten itu. Hal ini dilakukan untuk penerapan pelaksanaan New Normal di daerah itu. Kunjungan tersebut dilaksanakan di Puncak Laras, yang berada di Pinang Awan, Nagari Pauah Duo Nan Batigo.

“Peninjauan ini dilakukan untuk melihat kesiapan dan sosialisasi kepada para pengelola objek wisata dalam penerapan protokol kesehatan standar Covid-19 di lokasi objek wisata,” ujar H Abdul Rahman di Objek Wisata Puncak Laras.

Dijelaskan, penerapan protokol kesehatan ini dilakukan di objek wisata, untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona. Dimana para pengunjung diwajibkan memakai masker dan menjaga jarak.“Jika penerapan protokol kesehatan covid 19 dilakukan di objek wisata, maka objek tersebut bisa dibuka, yang terpenting pengelola harus selalu mengingatkan pengunjung,” ungkapnya.

Plt Bupati Solsel yang baru pertama melihat objek wisata puncak Laras, sangat terkagum dan mengapresiasi objek wisata ini. Dimana di puncak Laras ini memiliki pemandangan yang indah, melihat Muaro Labuah dari ketinggian.Dia meminta pengelola objek wisata ‘ Taman Laras ‘, untuk terus lakukan pengembangan objek agar pengunjung betul-betul terasa lebih nyaman saat berada di area objek yang punya tanaman bunga beraneka ragam itu.

”Ini sunguh luar biasa bagusnya,  tidak kalah dengan objek wisata alam yang selama ini kita lihat di luar sana,“ sebutnya saat baru memasuki pintu gerbang ‘ Taman Laras ‘
Abdul Rahman berkunjung ke objek wisata puncak Laras dengan nama Taman Laras ini  setelah mendapat informasi dari Kabag Humas Pemkab Solsel, Firdaus Firman disaat meninjau warga terpapar Covid-19 di Sapan Sari.

Beliau terkagum pada nuansa alam di  objek Taman Laras yang dikelolah seorang pemuda lajang,  Slamet (35). Dia minta pengelola menyediakan menu cemilan seperti gorengan,  selain menu yang saat ini hanya ada nasi goreng dan mie instan serta minuman   Dimana, dengan udara dilokasi ketinggian 1.100 meter diatas permukaan laut (mdpl), dengan duduk santai sambil minum kopi atau teh, menu gorengan atau cemilan panas sangat pas untu di santap. “Bagaimana  pengunjung bisa berlama-lama, jangan hanya datang lalu setelah foto foto, lalu mereka pulang. Sediakan cemilan dan minuman panas dengan berbagai kreasi, hak ini akan membuat para pengunjung menjadi betah,” kata Slamet.

Terkait dengan masih belum adanya jaringan listrik dari PLN di bukit Pinang Awan yang lebih dikenal dengan Puncak Laras itu, Abdul Rahman akan mengusulkan pada anggaran perubahan nanti.  Apalagi yang dibutuhkan penambahan tiang lebih kurang sebanyak 12 buah, jadi anggaran sekitar 50 juta akan bisa menjadikan warga masyarakat dan objek wisata yang ada disini lebih maju.

Termasuk keberadaanya sangat dekat dengan objek wisata Hot Water Boom yang persis berada di bawah bukit tempat objek Taman Laras ini.” Kita akan dukung penambahan tiang listrik untuk sampai ke lokasi objek wisata taman laras ini, melalui APBD perubahan nanti.  Apalagi yang dibutuhkan hanya sekitar 12 tiang, kalau dinominalkan uangnya hanya sekitar Rp 50 juta,” jelas Slamet.

Jika ada jaringan listrik masuk disini,  diyakini lahan yang masih banyak kosong di area ini akan  dibangun oleh pemiliknya. Bahkan Abdul Rahman sangat berharap kepada pemiliki lahan disini membangun pondok wisata (cottage).

Sementara, pemilik Taman Laras, Slamet, menceritakan kronologis dirinya membangun Taman Laras yang  nyaman ini. Selain itu berbagai keterbatasan yang dimiliki juga diceritakannya,  diantaranya keinginan untuk memiliki teropong yang bisa melihat keindahan perkampungan nagari saribu rumah gadang dari puncak laras itu.

Jika kekurangan terlengkapi,  Slamet yakin, pengunjung akan lebih ramai datang. Apalagi kalau aliran listrik PLN  sudah masuk. Maka wisatawan akan betah dan datang, pasalnya, selain jalannya sudah bagus,  jarak masuk dari jalan Nasional di jembatanan Pinang Awan juga dekat,  hanya sekitar 6 KM.”Jika fasilitas lengkap, kami yakin objek ini akan mampu menarik minat wisatawan untuk berkunjung. Akses menuju lokasi sangat bagus,” ujarnya. (afr)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional