Menu

Pelaksanaan Idul Adha harus Mengacu SE Menag 18/2020

  Dibaca : 217 kali
Pelaksanaan Idul Adha harus Mengacu SE Menag 18/2020
RAPAT BERSAMA— PHBI bersama Kemenag Kota Sawahlunto menggelar rapat bersama untuk menentukan jadwal shalat Idul Adha dan pelaksanaan kurban di Kota Sawahlunto.

SAWAHLUNTO, METRO
Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kota Sawahlunto akan menyelenggarakan Shalat Idul Adha secara terbuka di lapangan Sepakbola Ombilin Kota Sawahlunto, diperkirakan jatuh pada Jumat, 31 Juli dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

Demikian disampaikan Sekretaris PHBI Kota Sawahlunto, H. Zardinal Basyir saat memimpin rapat persiapan pelaksanaan Shalat Idul Adha 1441 H di Aula Kantor Kementerian Agama Kota Sawahlunto, Kamis (16/7).

“Khatib Shalat Id nanti Ustad Fadhli Rifenta dari Kecamatan Talawi sedangkan Imam yakni Masrianto, Penyuluh Agama Islam Non PNS Kecamatan Silungkang,” ujar Zardinal Basyir yang kini sedang menjabat Kabag Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setdako Kota Sawahlunto.

Jika kondisi cuaca tidak memungkinkan kata Zardinal, kegiatan Shalat Idul Adha yang dihadiri langsung wali kota akan dialihkan ke masjid-masjid terdekat di sekitar Lapangan Bola Kaki Ombilin dan PHBI telah menyiapkan khatib cadangan.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Sawahlunto H. Idris Nazar selaku Ketua 1 PHBI mengingatkan, pelaksanaan Shalat Idul Adha maupun penyembelihan hewan kurban harus mengacu Surat Edaran (SE) Menteri Agama No.18/2020 serta SE Walikota Sawahlunto Nomor: 400/223/Kesra-Swl/2020 tentang Penyelenggaraan Shalat Idul Adha dan Penyembelihan Hewan Kurban Tahun 1441 H/2020 M Menuju Masyarakat Produktif dan Aman dari Covid-19. “Mudah-mudahan seluruh rangkaian Shalat Id lancar dan tetap semarak dari awal sampai akhir,” sebutnya.

Di tempat yang sama, Sekretaris Gugus Tugas Covid-19 Kota Sawahlunto Adri Yusman mengimbau penerapan protokol kesehatan harus diterapkan tanpa terkecuali seperti pemakaian masker bagi jemaah, alat pencuci tangan (hand sanitizer) di setiap pintu masuk lokasi Shalat Id serta alat pengukur suhu tubuh (thermometer gun).

“Jika shalat diadakan di masjid atau musalla ber-AC sebaiknya jangan dihidupkan, buka pintu dan jendela karena ruang ber-AC lebih rentan menyebarnya Covid-19,” kata Adri Yusman yang juga Kepala Badan Kesbangpol dan PBD Kota Sawahlunto.

Selanjutnya, Ketua Majelis Ulama Indonesia Kota Sawahlunto H. Darmuis serta Kapolres Kota Sawahlunto diwakili Asmirin dalam sambutannya sama-sama menekankan pihak terkait memberikan informasi atau sosialisasi secara masif kepada masyarakat menjelang pelaksanaan Shalat Idul Adha tentang pentingnya mematuhi protokol kesehatan.

“Jika pengurus masjid atau musalla tidak mampu menyelenggarakan Shalat Id dengan menerapkan protokol kesehatan sebaiknya bergabung saja dengan yang lain, kemudian materi khutbah disampaikan khatib menyejukkan umat lalu petugas menjalankan kotak infak satu orang per saf,” ujar Darmuis.

Selain itu, musyawarah dihadiri Dinkes, Dishub, Satpol PP, Camat, Kepala KUA beserta beberapa pengurus masjid juga memutuskan, lokasi kegiatan Shalat Idul Adha diperbanyak, khatib diupayakan berasal dari dalam Kota Sawahlunto. Namun, apabila panitia pelaksanaan Shalat Id telah mengikat janji sebelumnya dengan mendatangkan ustad dari luar daerah, sebaiknya khatib tersebut sudah dinyatakan bebas dari Covid-19. (cr2)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional