Menu

Pelaksanaan Hari Raya Idul Adha 2019, Kaya Potensi Wisata, Perda LGBT Lahir

  Dibaca : 188 kali
Pelaksanaan Hari Raya Idul Adha 2019, Kaya Potensi Wisata, Perda LGBT Lahir
IDUL ADHA— Wako Pariaman H Genius Umar bersama Kadis Kominfo usai shalat Idul Adha. (efa nurza/posmetro)

Kota Pariaman – MEMASUKI Hari Raya Idul Adha 1440 Hijriah di Kota Pariaman, gema takbir berkumandang di seluruh sarana ibadah dalam kota tabuik itu. Bahkan, pelaksanaan takbir masyarakat memeriahkan dengan pawai obor. Sehingga perayaan Idul Adha di Pariaman semakin semarah dan meriah. Bahkan, menjadi daya tarik masyarakat untuk datang melihat dari dekat. Tak heran, Pariaman menarik untuk dikunjungi semua orang.

Di samping masyarakatnya, menerima semua tamu yang datang dengan tangan terbuka. Semua itu telah digagas oleh Walikota Pariaman H Genius Umar dan Wawako Mardison Mahyuddin untuk kemajuan daerahnya dalam mengapai visi dan misi sebagai kota tujuan wisata.

Tak heran, dalam pelaksanaan shalat Idul Adha di halaman Balaikota Pariaman dipadati ratusan masyarakat Kota Pariaman dan sekitarnyapun. Bahkan ada perantau yang segala pulang kampung untuk melaksanakan shalat Idul Adha di Balaikota.

Mereka masyarakat tersebut ingin melaksanakan shalat Idul Adha bersama Pemerintah Kota Pariaman, Minggu (11/8). Setelah itu, masyarakat dapat menikamti keindahan alam pantai, karena Kota Pariaman memang unggul dalam potensi wisata lautnya.

Sebelumnya, Wali Kota Pariaman H Genius Umar mengatakan, 10 Dzulhijah 1440 H berjuta – juta kaum muslimin dari segala penjuru dunia terhampar dipadang Arafah menunaikan ibadah haji, rukun islam yang kelima. Inilah hari besar kemanusiaan dan keimanan yang ditandai dengan syi’ar penyembelihan hewan kurban.

Peristiwa kurban yang setiap tahun dirayakan umat muslim di seluruh penjuru dunia, seharusnya tak lagi dimaknai sebatas proses ritual, tetapi juga diletakkan dalam konteks peneguhan nilai – nilai kesabaran dan spirit kemanusiaan.

Idul Adha bermakna keteladanan Ibrahim yang mampu mentransformasi pesan keagamaan ke aksi nyata perjuangan kemanusiaan. Peristiwa ini harus dimaknai sebagai pesan simbolik agama, yang menunjukkan ketakwaan, keikhlasan, kesabaran dan kepasrahan seorang ibrahim pada titah sang pencipta.

Genius Umar mengucapkan banyak terima kasih kepada masyarakat Kota Pariaman yang telah berpartisipasi dalam berbagai kegiatan pembangunan, sehingga Kota Pariaman yang berusia 17 th sebagai Kota Otonom telah mampu sejajar dengan kota – kota yang lainnya.

“Saat ini di era pemerintahan Genius – Mardison kami akan selalu berikan yang terbaik buat masyarakat Kota Pariaman, salah satunya dengan telah menerbitkan Perda LGBT, membangun Pasar Pariaman, memperbaiki Gor Rawang, membangun Mall Pelayanan Publik dan melanjutkan pembangunan masjid terapung,” ujarnya.

Pelaksanaan shalat Idul Adha 1440 H dimulai tepat pukul 08.00 Wib dengan Imam Yahya, S.Ag, MM dan Khatib DR.Saidul Amin Dosen Fakultas Usuruddin Universitas Islam Negeri Suska Pekanbaru sekaligus Pimpinan Muhammadiyah wilayah Pekanbaru .

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pariaman M.Nur melaporkan, Idul Adha 1440 H Tahun 2019 ini Ada 762 ekor hewan sembelihan di Kota Pariaman yang terdiri dari sapi 716 ekor, kambing 39 ekor dengan total peserta kurban 5.081 orang.

Untuk jamaah Haji Kota Pariaman tahun 2019 ada 110 orang saat ini telah berada di Mina untuk melakukan lontar jumrah dan semuanya dalam kondisi sehat wal’afiat. “110 orang jamaah Haji Kota Pariaman hari ini dalam kondisi sehat wal’afiat. Semoga kondisi ini terus berlanjut hingga jamaah Haji Kota Pariaman sampai di Kota Pariaman dalam keadaan sehat dan menjadi haji yang mabrur,” tutupnya.

Selesai melaksanakan Sholat Idul Adha di halaman Balaikota Pariaman, Walikota Pariaman Genius Umar dan rombongan langsung menuju pendopo Balairung Rumah Dinas Walikota untuk mengadakan open house. Beragam makanan yang disediakan untuk menunggu tamu yang datang bersilaturrahmi bersama orang nomor satu di Kota Pariaman ini, namun semua makanan tetap bertemakan makanan tradisional Pariaman seperti katupek gulai paku, sala bulek, serabi dan lopis. Kegiatan open house ini diwarnai dengan suasana penuh keakraban dan kekeluargaan, tampak para tamu mulai berdatangan tepat pukul 09:00 WIB.

Walikota Pariaman disela – sela silaturrahminya mengatakan pemko memang sengaja mengadakan open house ini agar silaturrahmi sesama ASN, ulama dan masyarakat Kota Pariaman tetap berjalan baik apalagi ini momentnya hari raya Idul Adha 1440 H tahun 2019.

Walikota Pariaman mengajak masyarakat Kota Pariaman untuk memaknai Idul Adha sebagai salah satu bentuk rasa syukur atas nikmat yang diberikan oleh Allah SWT dan tidak akan terpancing oleh isu – siu yang beredar saat ini.

Selanjutnya, Genius Umar kunjungi satu persatu tempat pelaksaaan qurban dan sekaligus untuk bersilaturrahmi dengan masyarakat sekitarnya karena tidak semua masyarakat yang bisa datang bersilaturrahmi ke pendopo jadi ini kita jadikan juga moment bersama masyarakat.

Walikota Pariaman juga menyaksikan penyembelihan 1 ekor hewan qurban sapi di kediaman orang tuanya Desa Pauh Timur Kecamatan Pariaman Tengah Kota Pariaman.

“Insya Allah Idul Adha tahun 2020, kami Pemerintah Kota Pariaman akan mengadakan kurban sendiri dan membagikannya kepada masyarakat Kota Pariaman dan ditargetkan peserta qurban 1 hewan qurban/OPD dilingkungan Pemerintah Kota Pariaman, “ paparnya.

Sementara itu, Wakil Walikota Pariaman Mardison Mahyuddin menyampaikan, Idul Adha harus dijadikan sebagai momentum bagi semua umat untuk lebih meningkatkan iman dan taqwa. Semoga nilai – nilai keikhlasan dan pengorbanan yang telah ditunjukkan oleh Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail, akan dapat diwujud nyata dalam kehidupan sehari – hari.

Mardison kembali mengingatkan panitia kurban untuk tidak menggunakan kantong plastik saat pemberian daging qurban kepada masyarakat dan jangan membuang kotoran hewan kurban di sembarang tempat. Jika hal itu dilakukan akan menimbulkan penyakit.

“Kalau bisa jangan menggunakan kantong plastik saat pemberian daging qurban namun bila tidak bisa disiasati, jangan gunakan kantong yang berwarna. Kitapun tidak boleh memotong di sembarang tempat, karena efeknya bisa dapat penyakit. Kemudian tempat juga tidak boleh dekat perumahan (pemukiman),” tambahnya mengakhiri.(efa)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional