Close

Pelajari dan Pahami Permendiknas No6 2021, Inspektur Hendra Aswara Dorong Satuan Pendidikan

ARAHAN—Inspektur Hendra Aswara memberikan pengarahan kepada Kepala Sekolah dalam penggunaan dana BOS tahun 2021 di TK/SD Unggul Terpadu, Limpato. Kec. VII Koto, Senin (15/11).

PDG.PARIAMAN, METRO— Mempelajari dan memahami Peraturan Men­teri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Nomor 6 Tahun 2021 dalam tata ke­lola dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) a­dalah suatu hal yang mutlak. Untuk itu Inspektur Hendra Aswara mendo­rong satuan pendidikan dapat memahami dan mempelajarinya.

Hal tersebut disampaikannya saat melakukan pembinaan dan pengawa­san dana BOS bersama Dinas Pendidikan dan Kebu­da­yaan di Aula TK/SD Unggul Terpadu, Limpato, Kecama­tan VII Koto, Senin (15/11).

“Permendikbud ini ha­rus dipahami semua pihak mulai dari kepala sekolah, guru dan komite sekolah untuk akuntabilitas dan transparansi dana BOS” kata Hendra Aswara.

Program Jaga BOS, ka­ta Hendra, sebagai upaya preventif yang dilakukan agar penyalahgunaan dan pelanggaran dapat diminimalisir. Artinya, seluruh sekolah di kabupaten Pa­dang Pariaman agar menggunakan dana BOS sesuai aturan.

“Jadi sesuai arahan Bapak bupati dan komunikasi dengan Kadisdikbud agar gencar menerapkan eva­luasi dan review dana BOS agar kasus pelanggar pemanfaatan dana BOS tidak banyak terjadi di sekolah-sekolah” kata Mantan Kepala Dinas Perizinan itu.

Dalam program jaga Bos, tambah Hendra, melibatkan 474 sekolah yaitu 412 SD dan 62 SMP. Adapun Tim Inspektorat sebanyak 28 orang dibagi dalam 4 Tim sesuai wilayah yang telah ditetapkan.

Sementara Kadisdikbud H. Anwar mengatakan pembinaan oleh Aparatur Pengawas Intern Pemerintah (APIP) bertujuan agar semua sekolah utnuk ter­tib administrasi dalam pertanggungjawaban pengu­naan dana BOS.

“Jika ada saran atau temuan dari APIP, agar segera ditindaklanjuti. Kita tidak ingin ada sekolah yang bermasalah dengan hukum” kata Mantan Kepala BKD itu.

Dikatakannya bahwa penggunaan dana BOS me­nganut prinsip fleksibilitas dan efektivitas. Fleksibel tidak berarti menggunakan dana BOS secara bebas tanpa menaati aturan. Fleksibilitas artinya penggunaan dana BOS sesuai prioritas tetap mengacu pada aturan.

 “Dana BOS dilarang digunakan untuk kepenti­ngan pribadi, dilarang me­minjamkan ke pihak lain dan dilarang membiayai kegiatan yang tidak menjadi prioritas sekolah,” ujarnya mengakhiri. (efa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top