Menu

Pelajar yang Ingin Divaksin bisa Datangi Puskesmas di Kota Padang, Bawa KK, Kartu Pelajar dan Ada Izin dari Orang Tua

  Dibaca : 70 kali
Pelajar yang Ingin Divaksin bisa Datangi Puskesmas di Kota Padang, Bawa KK, Kartu Pelajar dan Ada Izin dari Orang Tua
VAKSINASI PELAJAR— Sejumlah siswa SMA di Kota Padang mengikuti kegiatan vaksinasi Covid-19 yang diadakan Bank Rakyat Indonesia (BRI), di Kantor BRI Corporate University Campus Padang, Jalan Dr. Moh. Hatta, Kecamatan Pauh, Rabu (25/8). Kegiatan ini dibuka oleh Wali Kota Padang Hendri Septa.

AIA PACAH, METRO–Dinas Kesehatan (Disnkes) Kota Padang siap memfasilitasi pelaksanaan vaksinasi Covid-19 untuk para pelajar di Kota Padang. Meski sampai saat ini, vaksinasi pelajar belum men­jadi syarat untuk pembelajaran tatap muka di sekolah, namun pelajar berusia 12-17 tahun sudah bisa divaksin.

Kepala Dinkes Kota Padang, Feri Mulyani menyampaikan sampai saat ini belum ada Dinas Pendidikan Padang meminta ke Dinkes tentang vaksin bagi peserta didik usia 12 tahun. Jika Disdik telah meminta penyeleng­garaan vaksin, Dinkes akan segera turunkan tim.

“Sejauh ini Disdik be­lum lakukan koordinasi ke kita terkait vaksin Covid 19 untuk pelajar,” ujar Feri Mulyani Hamid, Rabu (25/8)

Namun demikian, Din­kes Padang telah melayani para pelajar yang akan vak­sin dengan lokasi di ma­sing-masing Puskes­mas di Kota Padang.

“Pelajar yang akan di­vak­sin silahkan datang ke Pus­kesmas terdekat se­suai do­misilinya. Syaratnya per­lihatkan kartu pelajar ke petu­gas yang ada,” pa­parnya.

Ia mengimbau kepada masyarakat lainnya yang belum ikut vaksin, supaya datang juga ke Puskesmas ka­rena dengan vaksin imun tubuh akan kuat dan penyebaran virus corona da­pat dicegah.

Selain itu, kepada mas­yarakat diingatkan agar tetap mematuhi prokes dalam melakukan aktivitas. Agar penularan virus tak terjadi dan keselamatan warga terjamin. “Warga mesti pakai masker, jaga jarak dan cuci tangan. Apa­bila tak ada keperluan pen­ting, lebih baik stay at ho­me,” lugasnya.

Ia juga meminta kepa­da petugas Puskesmas yang ada di Padng untuk memberikan pelayanan maksimal kepada masya­rakat. Jangan sampai war­ga tak terlayani.

Vaksin Sinovac untuk Pelajar

Untuk diketahui, Ke­men­terian Kesehatan (Ke­menkes) resmi membuka vaksinasi covid-19 untuk golongan usia 12 sampai 17 tahun. Perluasan vaksinasi ini dibuat dengan mem­pertimbangkan kasus anak yang terpapar virus Covid-19 semakin mere­bak.

Vaksinasi untuk usia 12-17 tahun diatur dalam Surat Edaran HK.02.02/I/1727/2021 tentang Vaksinasi Tahap 3 Bagi Masyarakat Rentan Serta Masyarakat Umum Lainnya dan Pelak­sanaan Vaksinasi Covid-19 Bagi Anak Usia 12-17 Tahun yang diteken Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan PPSDM Kesehatan Kemen­kes Maxi Rein Rondonuwu pada 30 Juni 2021.

Vaksin Sinovac meru­pakan vaksin yang digu­na­kan dalam percepatan vak­sinasi Covid-19 bagi anak usia 12-17 tahun. Per­ce­patan vaksinasi Covid-19 diatur dalam Surat Edaran Ke­menkes nomor HK.02.02/I/1727/2021 ten­tang Vaksinasi Tahap 3 bagi Masyarakat Rentan, Mas­yarakat Umum Lain­nya, dan Anak Usia 12-17 tahun.

Vaksin Sinovac men­dapat persetujuan untuk digunakan pada kelompok usia besar atau sama de­ngan 12 tahun oleh Badan Pengawas Obat dan Maka­nan (BPOM) tertanggal 27 Juni 2021, seperti dikutip dari laman Kementerian Kese­hatan, Senin (23/8) lalu.

Peningkatan kasus ter­kon­firmasi Covid-19 pada usia anak-anak, perse­tu­juan penggunaan vaksin Si­novac, dan rekomendasi Ko­mite Penasihat Ahli Imu­­nisasi Nasional atau In­donesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) menjadi per­tim­bangan di­ke­luarkannya Surat Eda­ran percepatan vaksinasi Co­vid -19 ter­masuk bagi anak usia 12-17 tahun tersebut.

Dalam SE tersebut dise­butkan pelaksanaan vak­sinasi anak dapat dilakukan di fasilitas pelayanan kese­hatan atau di sekolah/mad­rasah/pesantren berk­oor­dinasi dengan Dinas Pen­didikan dan Kanwil/Kantor Kemenag setempat untuk mempermudah pendataan dan monitoring pelak­sa­naan.

Diantara sayarat bagi pelajar yang ingin divaksin adalah, peserta vaksinasi harus membawa kartu keluarga atau dokumen lain yang mencantumkan NIK anak. Kemudian,  lolos mekanisme skrining, pe­lak­sanaan dan obser­vasi sama seperti vaksinasi pada usia >18 tahun

Selanjutnya, menda­patkan izin dari orang tua. Pencatatan dalam aplikasi PCare vaksinasi dima­suk­kan dalam kelompok re­maja. Dan, membawa pre-skrining yang sudah di­cetak.

Para pelajar 12-17 tahun  ini nantinya melakukan vaksinasi menggunakan vaksin Sinovac dengan dosis 0,5 ml sebanyak dua kali pemberian dengan jarak atau interval minimal 28 hari.

Wako Mendukung

Sementara itu, Wali­kota Padang Hendri Septa saar pelaksanaan Gebyar Vaksinasi untuk anak usia 12-17 tahun di RSUP M Djamil Padang, Jumat (20/8) lalu, sangat mendukung ide dari IDAI Sumbar yang meminta vak­sinasi ter­hadap siswa yang akan mengikuti pem­belajaran luring di sekolah. Apalagi, kasus kematian anak aki­bat Covid-19 di Indonesia cukup tinggi.

“Saya mendukung se­kali kegiatan vaksinasi anak ketika proses pem­be­lajaran secara luring di­buka kembali. Apalagi ide ini pertama di Indonesia. Kita akan lakukan sosia­lisasi dan pembelajaran lebih lanjut tentang kewa­jiban vaksinasi terhadap siswa yang akan mengikuti pembelajaran secara luring,” ucapnya.

Sementara itu Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Sumbar dr. Didik Haryanto menga­takan, berbicara pandemi Covid-19 memang tidak akan selesai-selesai. Ham­pir dua tahun wabah virus ini terus menjadi per­hatian.

“Kita harus bersahabat dengan Covid-19 ini. Tapi bukan sahabat yang baik, tapi sahabat yang siap mengintai kita di saat kita lengah dalam menerapkan protokol kesehatan,” sebutnya.

“Di samping pola 3 T (testing, tracing dan treatment) dan 3 M (memakai masker, menjaga jarak, menguatkan imun tubuh), yang tak kalah penting kita lakukan yaitu vaksinasi sebagai salah satu cara meningkatkan imun kita (herd immunity). Karena kalau imun kita kuat maka virusnya akan mati di tu­buh kita,” ujarnya.

Berbicara kasus Covid di Indonesia khususnya Sumbar ia lalu menye­but­kan, hingga saat ini bagi kalangan anak-anak sudah terpapar lebih dari 11 ribu jiwa. Apalagi sudah dite­mukannya varian delta Co­vid-19 di daerah ini.

“Oleh karena itu, dalam rangka mengejar capaian vaksinasi di Sumbar yang masih 15 persen dengan tingkat anak-anak dan re­maja masih 4,19 persen dari sasaran 580 ribu jiwa vak­sin tahap satu dan tahap kedua baru 1,19 persen, maka itulah kita dari IDAI  hari ini melakukan gebyar vaksin bagi anak-anak dan remaja usia 12-17 tahun. Kita tahun untuk me­wu­judkan herd immunity itu harus mencapai vak­sinasi 80-90 persen.

Di sisi lain, Didik juga mengusulkan kepada Pem­ko Padang seiring akan diberlakukannya kembali belajar mengajar tatap muka dapat menjadikan bukti vaksinasi sebagai salah satu syarat bagi peserta didik.

“Jadi kita me­ngan­jur­kan kepada pemko agar bagi peserta didik yang sudah melakukan vaksin baru boleh mengikuti bela­jar tatap muka. Kita tentu menyampaikan terima ka­sih yang sebesar-besar­nya kepada para anak-anak dan remaja yang kali ini telah melakukan vaksi­nasi,” ucapnya. (ade)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional