Menu

Pelajar SMA Tewas Dianiaya OTK, Korban Dituduh Pukuli Anak Pelaku

  Dibaca : 850 kali
Pelajar SMA Tewas Dianiaya OTK, Korban Dituduh Pukuli Anak Pelaku
ILUSTRASI

LIMAPULUH KOTA, METRO – Diduga dianiaya orang tak dikenal (OTK), seorang pelajar SMA ditemukan warga terkapar tak sadarkan diri dengan kondisi luka-luka bersimbah darah di Jorong Padang Bacang, Nagari Batu Balang, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, Senin (25/11) sekitar pukul 00.30 WIB.

Meski sempat dilarikan ke RSUD Adnan Wd Payakumbuh untuk mendapatkan pertolongan medis, tetapi pelajar bernama M Syawal (16) Jorong Koto Malintang, Nagari Bukik Limbuku, Kecamatan Harau itu akhirnya menghembuskan nafas terkahirnya setelah 12 jam dirawat. Hingga saat ini, siapa yang telah menganiaya korban hingga meninggal dunia masih menjadi misteri.

Informasi yang dihimpun, ditemukannya korban pertama kali oleh dua orang warga bernama Akmal dan Rehan yang kebetulan melintas di lokasi. Ketika itu, keduanya sempat dibuat kaget melihat korban M.Syawal dalam keadaan pingsan dalam kondisi luka-luka pada bagian anggota tubuhnya yang terdapat di pinggang sebelah kanan, pelipis kiri luka robek serta tangan dan kaki mengalami luka.

Melihat keadaan korban yang terluka parah, Akmal dan Rehan langsung memberitahukan kepada warga setempat untuk membantu membawa korban ke rumah sakit. Setelah dirawat, korban M.Syawal sempat sadarkan diri dan menceritakan apa yang dialaminya kepada pamannya Afrizal (41).

Dari cerita korban M.Syawal kepada pamannya Afrizal sebelum dianiaya, korban sempat didatangi oleh beberapa orang yang tidak dikenalnya sembari menuduh korban memukuli anak dari salah seorang pelaku. Ketika itu, para pelaku langsung memukuli korban hingga tidak sadarkan diri.

Namun malang, M.Syawal tidak mampu bertahan dari luka yang dideritanya, hingga pukul 12.30 WIB, korban meninggal dunia di RSUD Adnan Wd Payakumbuh.

“Benar ada seorang warga MS diduga meninggal dunia akibat dugaan penganiayaan yang dilakukan secara bersama-sama oleh orang yang tak dikenalinya. Dan salah satunya sempat bertanya kepada korban MS bahwa korban MS memukuli anaknya,” jelas Kapolres Limapuluh Kota, AKBP Sri Wibowo melalui Kasatreskrim AKP Anton Luther, Selasa (26/11) kepada wartawan.

AKP Anton Luther menambahkan, hingga kini pihaknya masih terus melakukan penyelidikan terkait meninggalnya salah seorang pelajar tersebut, termasuk untuk meminta keterangan dari sejumlah saksi-saksi. “Kita masih melakukan penyelidikan terhadap kasus meninggalnya seorang pelajar yang diduga akibat penganiayaan yang dilakukan secara bersama-sama ini. Dan kita sudah mintai keterangan sejumlah saksi,” tutup Mantan Kasatreskrim Polres Tanah Datar ini kepada wartawan. (us)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional