Menu

Pelajar Positif Covid-19 asal Solok Meninggal

  Dibaca : 1213 kali
Pelajar Positif Covid-19 asal Solok Meninggal
Ilustrasi korban covid-19

PADANG, METRO
Seorang pelajar sekolah dasar (SD) asal Lembah Gumanti, Kabupaten Solok dinyatakan meninggal dunia dengan status positif covid-19, Jumat (26/6). Pasien berumur 8 tahun itu awalnya dalam status PDP (pasien dalam pengawasan), setelah dilakukan tes swab ternyata hasilnya positif terpapar virus corona.

Juru Bicara Penanganan Covid-19 Kabupaten Solok Syofiar Syam mengatakan, data itu telah dikonfirmasi dari Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sumbar di Kota Padang. Jadi, data ODP (orang dalam pemantuan) Solok menjadi tujuh orang, Namun masih ada PDP yang melakukan isolasi mandiri sebanyak satu orang. Pelaksanaan tes swab sudah dilakukan terhadap 352 orang.

Katanya, saat ini masih ada pasien dalam status PDP, seorang perempuan 62 tahun, warga Nagari Muara Panas, Kecamatan Bukit Sundi. Pasien sempat masuk IGD RS M Natsir Solok, 22 Juni 2020. Namun menolak menjalani perawatan dan diambil swab. “Sampai sekarang total warga Kabupaten Solok yang positif covid-19 sebanyak sembilan orang.
Meninggal tiga orang, sembuh enam orang,” ujarnya.

Selain dari Kabupaten Solok, dua orang lainnya terkonformasi positif terinfeksi virus corona atau covid-19 di Padangpanjang. Total 720 warga Sumbar terinfeksi virus berbahaya itu. Sementara pasien sembuh bertambah 10 orang, sehingga total sembuh 571 orang. Pasien meninggal bertambah 1 orang lagi sehingga total meninggal 31 orang.

Kepala Dinas Kominfo Sumbar selaku Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sumbar Jasman Rizal menyebutkan, 720 orang positif itu ada yang dirawat di berbagai rumah sakit 64 orang (8,89%), isolasi di berbagai fasilitas 54 orang (7,5%), meninggal dunia 31 orang (4,31%) dan sembuh 571 orang (79,3%).

Katanya, berdasarkan laporan Tim Laboratorium Diagnostik dan Riset Terpadu Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Unand dan Balai Penyidikan Pengujian Veteriner Wilayah II Baso di bawah pimpinan dr Andani Eka Putra ke Dinas Kesehatan Sumbar, dari 1.622 sample swab yang dikirim survailance berbagai rumah sakit di Sumbar, terkonfirmasi sample positif dari Kota Padangpanjang 2 orang dan Kabupaten Solok 1 orang.

“Mereka adalah wanita 44 tahun, warga Silaiang Bawah, Padangpanjang, pekerjaan tenaga kesehatan. Diduga terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi. Wanita 28 tahun, warga Balai-balai, Padangpanjang, pekerjaan administrasi klinik. Diduga terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi. Keduanya saat ni dalam penanganan isolasi mandiri sementara,” katanya.

Di Kabupaten Solok, katanya, dinyatakan positif seorang perempuan 8 tahun, warga Lembah Gumanti, dengan status pelajar. “Dia diduga terpapar dari riwayat pengobatan di rumah sakit. Kemarin dia juga dinyatakan meninggal dunia,” katanya.

Sementara untuk pasien sembuh ada 10 orang. Yaitu pria 32 tahun, warga Parak Gadang Timur, Kota Padang, pekerjaan polisi, terinfeksi karena diduga terpapar dari pekerjaan, pasien RS Bhayangkara. Wanita 55 tahun, warga Kurao Pagang, pekerjaan IRT, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, pasien Semen Padang Hospital.

“Wanita 31 tahun, warga Limau Manih, pekerjaan tenaga kesehatan, terinfeksi karena diduga terpapar dari pekerjaan, pasien RS Unand. Wanita 24 tahun, warga Gates, pekerjaan karyawan toko, terinfeksi karena kontak di Pasar Raya, pasien karantina BPP Padang. Pria 28 tahun, warga Lubuak Buayo, pekerjaan swasta, terinfeksi karena diduga terpapar dari pekerjaan, pasien karantina Bapelkes,” katanya.

Selanjutnya, perempuan 2 tahun, warga Kasang, Padangpariaman, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, pasien karantina Bapelkes. Pria 21 tahun, warga Pagambiran Kota Padang, status pelajar, terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, pasien karantina Bapelkes. Pria 56 tahun, warga Pegambiran, pekerjaan pedagang, terinfeksi karena kontak di Pasar Raya, pasien karantina Bapelkes.

“Wanita 46 tahun, warga Ikua Koto, pekerjaan pedagang Pasar Raya. Diduga terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, pasien RSUD Rasidin Padang. Terakhir pria 12 tahun, warga Banuaran, status pelajar. Terinfeksi karena kontak dengan kasus konfirmasi, pasien RSUD Rasidin Padang,” katanya.

Sementara ODP sebanyak 9.626 orang. Proses pemantauan 163 orang, dengan rincian karantina Pemda 2 orang dan 161 orang isolasi mandiri. Selesai pemantauan 9.463 orang.
“PDP 1.309 orang. Masih dirawat di berbagai rumah sakit rujukan sambil menunggu hasil lab. 19 orang. Dinyatakan negatif, pulang dan sembuh 1290 orang,” katanya. (vko/fan)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional