Menu

Pelajar Boarding School jadi Klaster Positif Covid-19

  Dibaca : 91 kali
Pelajar Boarding School jadi Klaster Positif Covid-19
Ilustrasi

SAWAHLUNTO, METRO
Dunia pendidikan di Kota Sawahlunto terkejut dengan banyaknya pelajar kelas IX SMP Negeri 2 Sawahlunto yang terpapar positif Covid 19. Pelajar kelas IX ini adalah pelajar yang diasramakan dalam sistem Boarding School. Dari 45 orang pelajar kelas IX yang Boarding School terdapat 21 orang yang positif Covid-19.

Kepala SMP Negeri 2 Sawahlunto Yulianto membenarkan, sebanyak 21 siswa Bourding School yang positif covid 19. Dalam konfirmasinya via handphone dia membantah hal tersebut akibat kelalaian dari pihak petugas asrama.

Kejadian ini terjadi, disebabkan pihak sekolah dan pihak asrama tidak mengetahui bahwa siswa ini dan keluarganya telah terkena virus Covid-19,” ujar Yulianto, Kamis (8/4).

Dikatakan, pada saat siswa itu meminta izin untuk keluar asrama mengikuti ujian les karate maka diizinkan dan boleh kembali lagi ke asrama untuk rencananya akan mengikuti ujian nasional, Senin (5/4), tetapi ternyata sebelum hari Senin tersebut diketahui siswa tersebut terkena Covid 19. Kemudian dilakukan tracking dilanjutkan Swab kepada 44 siswa yang lain. Ternyata sebanyak 20 orang siswa positif dan langsung di karantina, untuk yang negatif masih diasrama menunggu hasil tes SWAB yang kedua kalinya.

Kadis Pendidikan Asril menyebutkan, kejadian ini menjadi sebuah pelajaran bagi dunia pendidikan. Bagaimanapun seharusnya siswa Bourding School itu tidak dibenarkan keluar dari asrama dengan alasan apapun jelang ujian nasional, sebab bila telah keluar asrama maka untuk masuk asrama harus mengikuti tes Swab lagi.

“Di sini tidak ada yang bisa disalahkan, sebab ini merupakan tanggung jawab bersama di dunia pendidikan. Sebenarnya yang kena Covid 19 adalah yang berada dalam asrama. Kalau di asrama itu semuanya dikerjakan bersama, makan bersama, tidur bersama dan sholat bersama. Akibat seorang yang tidak taat aturan dan keluar dari asrama mencuri curi, sehingga rekan yang lainnya pun positif Covid 19.

“Sebanyak 21 orang dikarantina dan 24 orang masih di asrama menunggu hasil tes Swab yang berikutnya keluar. Seluruh guru, petugas asrama, satpam dan petugas pembersih asrama telah di Swab dan hasilnya belum keluar. Dari pihak kami Dinas Pendidikan akan memberikan teguran tertulis kepada pihak sekolah atas kelalaian yang terjadi,” jelas Yulianto.

Sekretaris Gugus Tugas Adriyusman menyayangkan ketidakpatuhan dalam melaksanakan aturan prokes Covid-19 terjadi kejadian seperti kondisi saat ini. “Akibat ketidakdisiplinan sekolah dalam menjalankan aturan Boarding School, sebab dalam asrama tidak boleh anak-anak keluar asrama. Apabila mau masuk asrama harus dilakukan rapid tes. Siswa tersebut keluar asrama untuk melakukan tes karate dan covid ini pindah dari keluarganya yang baru kembali dari Kota Pekanbaru, sekeluarganya terkena Covid 19,” ujarnya. (pin)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional