Menu

Pegelaran Karya Produk Ekonomi Kreatif (PKPEK) 2020, Menuai Apresiasi Masyarakat Pauh IX Kuranji

  Dibaca : 64 kali
Pegelaran Karya Produk Ekonomi Kreatif (PKPEK) 2020, Menuai Apresiasi Masyarakat Pauh IX Kuranji
SIPAK RAGO— Pada hari keempat panggung PKPEK 2020 Medan Nan Bapaneh Kantor KAN Pauh IX dihoyak dengan atraksi sipak rago, permainan tradisi anak nagari dari Tim Jelujua.

KURANJI, METRO
Dari awal hingga medio Agustus 2020, penampilan seni tradisi kesenian pada Pegelaran Karya Produk Ekonomi Kreatif (PKPEK) 2002 ini cukup diapresiasi masyarakat Pauh IX Kecamatan Kuranji. Sebab, panggung medan bapaneh Kantor KAN Pauh IX Kuranji ini menjadi pusat hiburan anak Nagari Pauh IX Kota Padang khususnya, dan Sumbar umumnya, setiap Jumat malam dan Sabtu malam.

Usai dilaunching Wagub Sumbar, Nasrul Abit Dt Malintang Panai, Senin malam (3/8). Kemudian, di hari kedua sesudah pembukaan dilanjutkan dengan penampilan tim kesenian Sanggar Jaso Tanah Sungkai, Jumat (7/8) lalu. Alek ini dilaksanakan Dinas Pariwisata Sumbar melalui pokok pokok pikiran anggota DPRD Sumbar Evi Yandri Rj Budiman, yang juga ketua Forum Komunikasi Anak Nagari (FKAN) Pauh IX Kecamatan Kuranji. Pagelaran ini dilaksanakan 3 Agustus hingga 30 Oktober mendatang.

Pada tampilan pertama tim Sanggar Jaso Tanah mendapat aplus dari para penonton yang menghadiri acara tersebut. Tim sanggar yang cukup terkenal di Sumbar umumnya dan Kota Padang khususnya menampilkan tari sampan.

Pada tampilan Sanggar Jaso Tanah menampilkan tari payung yang dibawakan oleh para penari wanita juga mendapat aplus dari para penonton dan terkhusus oleh Ketua MPA KAN Pauh IX, Irwan Basir Datuk Rajo Alam yang pada saat itu ikut menonton pertunjukan tersebut.

Selanjutnya, dipenampilan tim Sanggar Jaso Tanah membawakan tari piring dan ditutup di penampilan terakhir dengan Simarantang. Ketua Panpel Indra Mairizal Rj Bujang SE mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk menggeliatkan kembali pariwisata dan kesenian tradisional yang hampir pudar karena dampak Pandemi Covid-19 ini.

“Semoga kegiatan ini bisa memberi manfaat bagi pariwisata dan seni tradisional yang tidak ada dengungnya dimasa pandemi Covid-19 ini,” ujar Indra.

Setelah itu, pada hari ketiga dilanjutkan dengan penampilan tim kesenian Perguruan Pencak Silat dan Seni (PPS) Singo Barantai, Sabtu malam (8/8). PPS Singo Barantai yang berasal dari Lubuk Lintah Pauh IX Kuranji menampilkan, tari bersuka ria, tari payung, tari piring, musik tradisi dan silat. Untuk diketahui Tim Singo Barantai telah pernah melalang buana ke luar negeri. Tim seni ini dipimpin Zulhendri Ismed Rj Bungsu sejak tahun 1950-an silam.

“Namun, Perguruan dan seni digiatkan kembali pada tahun 1998 silam,” ujar Zulhendri Ismed Rj Bungsu.

Pengurus KAN Pauh IX Kuranji Edijon Dt Rj Perak mengapresiasi, anak nagari Pauh IX Kuranji yang peduli melestarikan seni tradisi Minangkabau yang merupakan peninggalan leluhur Rang Minang. “Terima kasih terhadap anak Nagari Pauh IX yang tergabung dalam Forum Komunikasi (FKAN) Pauh IX Kuranji,” ujar Edijon.

Dikatakan Edijon, tentu kegiatan ini sangat berarti sekali bagi pelaku seni yang ada di Kota Padang. Terutama dalam mendukung ekonomi para seniman yang juga terdampak oleh pandemi Covid-19.

Lalu, pada malam keempat panggung PKPEK 2020 Medan Nan Bapaneh Kantor KAN Pauh IX dihoyak atraksi sipak rago permainan tradisi anak nagari dari Tim Jelujua, Jumat (14/8). Selain menampilkan atraksi ketangkasan sipakrago Tim Jelujua ini juga menampilkan atraksi jurus silat. Tim Jelujua ini merupakan tim kesenian binaan anak nagari FKAN Pauh IX.

Saat itu Anggota DPRD Padang Mastilizal Aye cukup mengapresiasi kegiatan anak nagari yang tergabung dlam FKAN Pauh IX menggelar PKPEK 2020. Sementara, dari 11 kecamatan yang ada di Kota Padang, memang tak terbantahkan Nagari Pauh IX Kecamatan Kuranji yang selalu eksis menggelar kegiatan, terutama dalam melestarikan nilai seni dan budaya.

Sedangkan, hari kelima PKPEK 2020 menampilkan atraksi silat di mana IPSI Kuranji kolaborasi dengan IPSI Pauh, Koto Tangah dan Nanggalo, Sabtu (15/8/. Berbagai atraksi silat tradisi ditampilkan secara bergantian dari empat Ranting IPSI di empat kecamatan tersebut. Tidak saja menghibur masyarakat yang menyaksikan, namun juga mendapat aplus dari anggota DPRD Sumbar Evi Yandri Rajo Budiman dan Kadis Pariwisata Sumbar Novrial yang ikut menyaksikan atraksi malam tersebut.

Ini menandakan silat tradisi sangat diminati masyarakat pada umumnya, karena masing memiliki tempat di hati warga. “Kita sangat mendukung sekali silat tradisi ini bisa ditampilkan di setiap pergelaran, karena minat yang menyaksikan cukup besar,” ujar Novrial.

Ketua FKAN Pauh IX Evi Yandri Rajo Budiman yang juga anggota DPRD Sumbar mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk menampilkan seni tradisional baik tari-tarian, silat tradisi, olahraga tradisional yaitu sepakrago. “Tidak saja dihadiri tim kesenian dari Kota Padang, namun kita juga menghadirkan tim kesenian dari Sumbar umumnya yakni, dari luar Kota Padang, seperti Solok, Pariaman dan kabupaten dan kota lainnya,” ujar Evi Yandri.

Dia menambahkan, kegiatan ini tetap menjalankan protokol kesehatan Covid-19. Yaitu, dengan menyediakan tempat cuci tangan, memakai masker, dan jaga jarak sesuai standar protokol kesehatan. (boy)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional