Close

Pegawai Kantor Camat Digerebek; Si Pria Kabur, Jatuh Masuk Banda

RAZIA MALAM VALENTINE— Sejumlah wanita dan pasangannya diamankan petugas Sat Pol PP Padang saat merazia Hotel Rumah RB, di kawasan Marapalam, Selasa malam. Terlihat seorang wanita terpaksa menutupi tubuhnya dengan selimut, sementara teman prianya kabur ke WC.

MENTAWAI, METRO–Menerima tamu hingga larut malam, menjadi “petaka” bagi IP (39). Aparatur Sipil Negara (ASN) wanita di lingkungan Pemkab Mentawai ini, digerebek bersama teman prianya, RT (38), Kamis (2/3) pukul 01.10 dinihari, di rumahnya Dusun Karoniet, Desa Tuapejat, Sipora Utara.

Penggerebekan rumah IP—berstatus janda ini, dilakukan petugas Satpol PP bersama warga. Meski tidak kedapatan melakukan perbuatan senonoh, keduanya langsung digelandang ke kantor Satpol PP Mentawai.

Kasi Ops Dinas Satpol PP dan Damkar Kabupaten Mentawai, Sempurianus Saogo, mengungkapkan, IP diketahui yang berstatus janda, kedapatan menerima kunjungan laki-laki yang bukan muhrim di luar batas jam berkunjung normal. Saat digerebek ada kejadian lucu terjadi.
Teman pria dari IP berusaha melarikan diri dari rumah. Ketakutan, si pria terus berlari ketika dikejar petugas penegak peraturan daerah (perda) tersebut.

“Sempat terjadi kejar-kejaran antara pria berinisial RT dan petugas. Namun, berselang 10 menit, petugas berhasil meringkus RT, setelah dia terjatuh di banda,” jelas Sempurianus.

Meski tidak mendapati pasangan itu melakukan tindakan tak senonoh, namun dilihat dari gelagatnya, IT dan RT terindikasi akan melakukan perbuatan yang melanggar norma-norma agama, adat dan budaya. “Mereka kita bawa ke kantor untuk diberi pencerahan sekaligus menandatangani surat pernyataan untuk tidak saling mengunjungi dan menerima kunjungan di luar batas jam tamu di tengah malam. Apalagi IP diketahui adalah seorang ASN,” kata Sempurianus kepada wartawan di Tuapejat.

Dijelaskan Sempurianus, penggerebekan dilakukan setelah petugas Satpol PP menerima laporan warga. Warga sangat resah dengan kelakuan IP yang sering menerima tamu hingga larut malam.
”Dari laporan itu, petugas langsung menyelidiki. Rupanya laporan warga benar. IP dan RT sudah pernah melakukan perbuatan terlarang sejak Desember 2016 lalu,” terangnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, IP yang menjabat sebagai Kasubag Umum Kecamatan Sipora Utara itu diserahkan kepada atasannya. Kemarin, pihak kecamatan mendatangi kantor Dinas Satpol PP dan Damkar. (s)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top