Menu

Peduli Pendidikan, Komunitas Pensil Ajaib Salurkan Donasi Perdana di Kabupaten Agam

  Dibaca : 94 kali
Peduli Pendidikan, Komunitas Pensil Ajaib Salurkan Donasi Perdana di Kabupaten Agam
SERAHKAN DONASI— Komunitas Pensil Ajaib (Pensila) menyalurkan donasi untuk memenuhi biaya pendidikan bagi siswa kurang mampu yang memiliki semangat belajar tinggi. Pada aksi perdana itu, Aura Fazila Ramadhani (7) pelajar kelas 2 SDN 41 Sangkir menjadi sasaran penerima donasi.

AGAM, METRO–Komunitas Pensil Ajaib (Pensila) menyalurkan do­nasi untuk memenuhi biaya pendidikan bagi siswa ku­rang mampu yang memiliki semangat belajar tinggi. Pada aksi perdana itu, Aura Fazila Ramadhani (7) pe­lajar kelas 2 SDN 41 Sangkir menjadi sasaran penerima donasi.

Sabtu (21/8) pagi, tim Pensila menyambangi ke­diaman Aura Fazila Rama­dhani di kawasan Lubuk Mangindo, Kecamatan Lu­buk Basung. Senyum baha­gia terpancar dari wajah pelajar yang bercita-cita menjadi Polwan itu. Bulir air mata juga tampak dari wa­jah Leni Harianti, orang tua Aura.

Ibu single parents itu bercerita, Aura merupakan anak bungsu dari tiga ber­sau­dara. Untuk membiaya pendidikan tiga orang anak­nya, keseharian Leni diha­biskan berjualan lontong sayur.

Leni menyebut, Aura memiliki semangat belajar yang tinggi. Buktinya, sejak kelas 1 SD, Aura selalu me­raih peringkat 3 di kelas.

“Tidak hanya belajar, Aura juga rajin pergi me­ngaji, bahkan meski hujan ia tetap pergi mengaji ke M­DA,” sebut Leni.

Leni mengaku haru a­tas donasi yang diterima. Ia sangat berharap, donasi yang diberikan Pensila dapat menambah motivasi belajar bagi anak-anaknya.

“Terima kasih atas ban­tuan yang diberikan, se­moga menjadi berkah bagi keluarga kami, Aura bisa lebih semangat lagi belajar dan aksi ini bisa terus ber­lanjut, agar dapat mem­bantu pelajar yang lain,” harapnya.

Sementara itu Ketua Pensila, Depitriadi menye­butkan, lahirnya Pensila beranjak dari kepedulian terhadap keber­lang­su­ng­an pendidikan anak-anak tak mampu di daerahnya. Donasi yang disalurkan itu merupakan aksi perdana dibawa atas nama Pensila yang baru terbentuk be­berapa bulan lalu.

“Dana merupakan do­nasi yang dikumpulkan dari aksi adopsi pensil dari do­natur. Saat ini donatur baru orang-orang ter­de­kat. Ka­rena masih terken­dala di sisi legalitas untuk peng­galangan donasi un­tuk ma­syarakat luas,” ka­ta­nya.

Dijelaskan, sasaran pe­ne­rima tidak harus pelajar yang berprestasi, namun yang memiliki semangat belajar yang tinggi, dan kurang mampu.

Ke depan dirinya ber­ha­rap aksi peduli pendi­dikan itu akan terus ber­lanjut. Terus mendapat dukungan dari mereka yang juga me­rasa tere­nyuh atas nasib anak-anak yang kerap ter­sandung biaya.

“Dukungan para do­natur dan pihak lainnya sangat diharapkan agar Pensila ini terus eksis me­rentang uluran kasih untuk Aura Aura di sekitar kita. Selain itu, kami juga butuh dukungan dalam upaya mengurus administrasi legalitas komunitas,” ha­rapnya.

Menurutnya, per­soa­lan biaya kerap menjadi batu sandungan sebagian anak usia sekolah dalam me­lanjutkan cita-cita pen­didikannya. Sehingga, tak heran jika angka putus sekolah banyak disum­bang oleh anak-anak bang­sa, berasal dari kelompok ke­luarga yang tidak mam­pu.

Keadaan itu oleh seba­gian anak telah merenggut cahaya masa depan me­reka. Terlebih Indonesia adalah negara yang sa­ngat mengedapankan sum­ber da­ya yang berpendidi­kan, berkualitas dan ber­mar­tabat dalam dunia ker­janya.

Beranjak dari itu, juga diharapkannya donasi yang disalurkan dapat memantik motivasi penerima. Jangan dilihat dari nilainya, tapi bagaimana bantuan ini akan terus diingat si pe­nerima sebagai motivasi untuk giat belajar.

“Tidak hanya itu, agar hubungan tidak terputus dengan si penerima, selain mendapat donasi sebesar Rp 300 ribu, Pensila juga akan memberi bonus Rp 50 ribu untuk setiap nilai A yang ada di rapor pe­neri­ma,” tuturnya. (pry)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional