Close

Pedestrian Khatib ”Dijajah” PKL dan Parkir Liar

PENERTIBAN PEDAGANG— Petugas Satpol PP Kota Padang melakukan penertiban pedagang yang memakai trotoar atau pedestrian Khatib Sulaiman untuk berjualan. Bahkan pedagang meletakkan meja-meja berpayung dan kursi layaknya seperti kafe.

TAN MALAKA, METRO–Sejak petugas Satpol PP tidak lagi “ngetem” di kawasan pedestrian Khatib Sulaiman, pedagang kaki lima kembali marak. Mereka tak malu-malu menjajah pedestrian yang menjadi hak pejalan kaki. Bahkan, ada yang membuat bangunan sudah seperti kafe di pedestrian tersebut.

Tidak hanya untuk berdagang, trotoar yang sudah bagus dan dibangun mahal itu, juga dijadikan tempat parkir liar bagi sejumlah oknum juru parkir. Belasan sepeda motor nampak selalu di parkir di atas trotoar yang berada bersebelahan dengan salah satu pusat perbelanjaan terbesar di Kota Padang tersebut.

Padahal, beberapa hari terakhir, terlihat pendistrian yang sudah indah, bersih dan rapi di sepanjang jalan Khatib Sulaiman. Namun, PKL kembali berulah dan disalahgunakan oleh  para pedagang.

Bahkan tidak jarang digunakan tempat parkir kendaraan bermotor roda dua, pangkalan Ojol, mobil pribadi dan mobil truk pengangkut barang.

Kepala Satpol PP Kota Padang Mursalim menjelaskan, agar tidak terjadi pembiaran dan dianggap dibolehkan, petugas Satpol PP telah melakukan peneguran dan penertiban secara humanis terhadap pedagang yang berjualan di atas pendistrian dan badan jalan.

“Pada sabtu malam, semua pedagang yang ada di pendistrian dan badan jalan sepanjang jalan Khatib Sulaiman sudah ditegur dan ditertibkan. Untuk selanjutnya dilakukan pengawasan rutin petugas Satpol PP di sana,” ujar Mursalim, Mingu (5/6).

Langkah tersebut diambil Satpol Padang guna mencegah lebih awal agar pedagang tidak lagi berjualan di atas pendistrian dan badan jalan, baik pada siang hari maupun pada malam hari. Serta untuk menjaga Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat di Kota Padang.

“Kita tidak ingin trotoar dan pedestrian yang sudah dibangun Pemko untuk masyarakat kita agar bisa bersantai dan beristirahat sejenak di sana, malah disalahgunakan oleh oknum masyarakat yang mencari keuntungan pribadi,” tukasnya.

Menurut dia, pendistrian tersebut sudah indah, bersih dan rapi, jangan dianggap pendistrian untuk tempat berjualan, makanya segera dilakukan tindakan preventif, sebelum pedagang samakin banyak berjualan.

“Jalur pedestrian atau trotoar merupakan kawasan jalan khusus bagi pejalan kaki. Infrastruktur yang satu ini menjadi salah satu fasilitas yang sangat penting bagi masyarakat yang dibuat sebagai bentuk pemenuhan hak bagi para pejalan kaki yang melintas di area yang sering dilewati berbagai kendaraan bermotor,” ulas Mursalim.

Ia berharap, masyarakat Kota Padang tidak lagi menggunakan trotoar dan badan jalan untuk berjualan, karena telah melanggar Perda 11 tahun 2005 tentang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat. “Pendistrian dibangun untuk berjalan kaki dan juga ada untuk saudara kita penyandang disabilitas. Jika kita berjualan, maka kita sudah merampas hak-hak mereka. Kami berharap, masyarakat agar bisa memahami dan patuh terhadap aturan yang ada,” pungkas Mursalim. (ade)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top