Menu

Pedagang Pasar Raya Dirumahkan, 17 Pedagang Positif Covid, Penyemprotan Massal Dilakukan

  Dibaca : 402 kali
Pedagang Pasar Raya Dirumahkan, 17 Pedagang Positif Covid, Penyemprotan Massal Dilakukan
PENYEMPROTAN— Pasar Raya Padang akan disemprot disinfektan mulai Senin (20/4). Penyemprotan akan dilakukan selama lima hari sebagai upaya mencegah penyebaran Covid-19.

AIAPACAH, METRO
Pemko Padang berencana akan melakukan penyemprotan disinfektan secara menyeluruh di Pasar Raya Padang mulai Senin (20/4). Proses penyemprotan ini akan memakan waktu selama lima hari. Pedagang pun diliburkan berjualan, kecuali pedagang kebutuhan pokok.

“Melihat dari jumlah korban, kita memprediksi virus ini sudah ada yang tidur atau nginap di kawasan Pasar Raya ini. Makanya kita mau membasminya. Kita lakukan penyemprotan secara menyeluruh,” sebut Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang, Endrizal.

Ia menambahkan, ada 17 orang yang positif Covid-19 dari kalangan pedagang Pasar Raya Padang. Dari 17 orang itu, sebanyak tiga orang meninggal dunia. Dengan penularan yang cukup banyak itu, diprediksi virus sudah ada yang menempel di benda benda mati yang ada di Pasar Raya Padang.

Endrizal menjelaskan, penyemprotan disinfektan memakan waktu selama lima hari dan sebanyak lima kali. Artinya setiap hari mulai Senin hingga Jumat, (20-24/4), Pasar Raya akan disemprot.

Untuk itu terang Endrizal, pedagang akan dirumahkan selama lima hari tersebut. Namun itu hanya khusus pedagang non kebutuhan pokok. Seperti pedagang pakaian, emas, pacah balah, elektronik, serta tukang jahit di lantai dua Padang Theater. Sementara pedagang kebutuhan pokok selama penyemprotan akan dipindahkan ke lantai tiga Blok II dan Blok III.

Lantai tiga ini sebutnya, diprediksi belum terkontaminasi virus. “Sekarang sedang kita sosialisasikan kepada pedagang. Jadi yang pedagang kebutuhan pokok seperti beras, cabai, ikan daging, sayur tetap berjualan dan dipindah ke lantai 3,” tandasnya.

Nantinya, kata Endrizal, semua pembeli yang mau naik ke lantai tiga akan diperiksa kesehatanya oleh petugas. “Jadi dalam masa Pembatasa Sosial Berskala Besar (PSBB) ini, semuanya kita periksa. Pembeli yang hendak berbelanja kita periksa juga,” tandas Endrizal.

Ia mengatakan, semua pedagang akan berjualan lagi pada Jumat depan setelah proses penyemprotan selesai. Tentunya dengan aturan yang ketat. Yakni memakai masker dan menjaga jarak.

Salah seorang pedagang pakaian, Zainal (45) menilai upaya Pemko melakukan penyemprotan besar besaran di Pasar Raya cukup bagus. Ia cukup mendukung karena saat ini kondisi pasar semakin menakutkan dan sudah sangat sepi.

“Tak ada orang yang mau masuk pasar. Mudah mudahan dengan penyemprotan ini, orang mau berbelanja lagi ke pasar ini,” tandas Zainal.

Salah seorang pedagang cabai, Nasrul berharap berharap Pemko harus konsisten. Menurutnya, langkah memindahkan sementara pedagang kebutuhan pokok ke lantai tiga tidak tepat. Karena dengan masih adanya pedagang berjualan dan orang masuk juga, maka itu tidak akan memutuskan mata rantai. Selain itu pedagang juga akan kerepotan mengangkat barang barang mereka ke lantai tiga.

Idealnya sebut dia, jika memang ada instruksi pasar ditutup karena mau disemprot, semuanya diberlakukan sama. Artinya semua pedagang harus diliburkan berjualan tanpa terkecuali. “Kalau kami siap libur berjualan. Ngapain pindah ke lantai tiga. Kalau masih ada juga orang masuk dan membawa virus, sama saja bohong,” tandas Nasrul.

Pendapat yang sama juga disampaikan pedagang lainnya, Edi Prima. Ia menilai Pemko tak bisa berat sebelah. Jika mau menutup Pasar Raya, maka semua harus dilarang berjualan. Biar sama sama senasib sepenanggungan.

“Pemko jan mode mambalah batuang. Berlakukan sama semuanya. Jan pilih kasih. Ini diliburkan, ini tidak. Kalau perlu semua pasar-pasar satelit pun diliburkan. Tapi sosialisasikan dulu pada pedagang dan masyarakat,” tandasnya.

Semprot Semua Pasar
Tokoh pedagang yang juga anggota DPRD Kota Padang, Budi Syahrial menyambut baik rencana penyemprotan pasar oleh di Dinas Perdagangan. Ia juga menghmbau semua pedagang agar dapat memaklumi kondisi ini dan mengikuti instruksi untuk mendukung PSBB.

Namun Budi justru menilai penutupan pasar sebaiknya dilakukan bersamaan dengan jadwal PSBB, yakni Rabu (22/4). Sehingga saat Minggu, Senin dan Selasa, masyarakat bisa menstok ransum di rumah masing-masing.

Tak hanya Pasar Raya, menurutnya, pasar satelit juga perlu disemprot karena saat ini sudah ada korban. Ia berharap, sebelum PSBB diberlakukan, bantuan sari Pemprov dan Pemko sudah sampai ke tangan masyarakat. Sehingga mereka siap menjalani PSBB selama 14 hari itu. (tin)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional