Close

Pedagang Fase VII Padang Ditata: Melanggar, Barang Dagangan Disita

pasar raya barat
Pasar Raya Barat, Pasar Raya Padang.

PASAR RAYA, METRO–Untuk menciptakan kerapian, mobilitas dan memperindah, mempercantik serta memberikan kenyamanan pedagang dan pengunjung, Dinas Pasar Kota Padang melakukan penataan serta pemetaan lokasi batas-batas berjualan di Kompleks Fase VII, Jumat (27/11) malam.

Sekitar pukul 21.00 WIB, petugas memulai penataan hingga Sabtu (28/11) pukul 01.30 dinihari. Kepala Dinas Pasar Endrizal, bersama petugas memulai penataan dengan menghancurkan pembatas coran semen yang dibuat pedagang toko di lantai keramik Fase VII.

Setelah itu, lantai Fase VII dicat sebagai batasan pedagang. Coran semen itu dipergunakan untuk mengantisipasi rembesan air hujan dari atap Fase VII, sehingga tidak mengalir ke dalam toko. Petugas juga membuka tali-tali yang digunakan pedagang sebagai gantungan barang dagangan mereka. Pedagang hanya diizinkan menggantung barang sesuai garis batas yang telah ditentukan.

Kepala Dinas Pasar Endrizal mengatakan, pemetaan lokasi pasar bertujuan untuk memperindah dan sudah melaui tahapan musyawarah dengan pengurus Fase VII, sehingga pengunjung pasar menjadi nyaman dan pasar tertata dengan baik.

“Kita hancurkan pembatas coran yang dibuat pedagang, lalu diganti dengan mencat lantai. Sebelum melakukan penataan terhadap lokasi dan batas-batas berjualan para pedagang toko di Fase VII. Dinas Pasar sudah melakukan musyawarah dengan pengurus pedagang Fase VII,” katanya.

Dilanjutkan Endrizal, musyawarah dilakukan sebanyak tujuh kali untuk menyamakan persepsi batas tempat penjualan yang disetujui kedua belah pihak. Dan, Senin (23/11) lalu, dilakukan penandatanganan kesepakatan oleh Dinas Pasar Kota Padang dengan Pengurus Pasar Fase VII.

Untuk kerapian dan kelancaran mobilitas pedagang dan pengunjung, pedagang diberikan kesempatan untuk memanfaatkan bagian luar dan samping toko.

Dijelaskan Endrizal, toko yang menghadap ke arah barat atau menghadap jalan Pasar Raya maksimal 1,8 meter atau enam keramik ukuran 30×30 cm. Sedangkan toko yang menghadap ke Jalan M. Yamin, toko yang menghadap Balaikota lama dan toko yang menghadap Fase VII, masing-masing maksimal 0,90 meter atau tiga keramik ukuran 30×30 cm.

Kemudian, toko yang berada di gang utama Fase VII bagian dalam maksimal 1,2 meter atau empat keramik ukuran 30×30 cm. Dan, toko pada gang-gang bagian dalam maksimal 0,6 meter atau dua keramik ukuran 30×30 cm.

Ditegaskan Endrizal, terhadap pelanggaran ketentuan kesepakatan yang telah ditanda tangani, akan diberikan sanksi berupa barang dagangan disita selama tiga hari. Jika melanggar lagi, disita tujuh hari, dan melanggar yang ketiga kali, maka barang yang disita tidak dikembalikan.

Sementar, Wakil Ketua Organisasi Persatuan Pedagang Fase VII Pasar Raya Padang Khalil didampingi Hendri Haryono mengatakan, dengan adanya penataan toko, maka Fase VII lebih rapi. Sehingga pedagang dan pengunjung lebih leluasa dalam bertransaksi.

Khalil menambahkan, pedagang mendukung langkah-langkah yang dibuat Dinas Pasar. Kepada seluruh pedagang di Fase VII diminta untuk mentaati kesepakatan yang telah ditandatangani. “Karena bagi yang melanggar akan mendapat sanksi yang telah disepakati. Jadi dengan dilakukan penataan ini diharapakan transaksi jual beli lebih bergairah lagi,” pungkasnya. (r)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top