Menu

Pedagang Cemas Proyek Pasar Inpres Terbengkalai

  Dibaca : 1577 kali
Pedagang Cemas Proyek Pasar Inpres Terbengkalai
BERBINCANG— Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy Pramono berbincang dengan pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri di Rumah Sehat Covid-19 di Kampus II FIK UNP, melalui video call.
Pasar Inpres II terbengkalai web

Terbengkalainya pembangunan kembali Pasar Inpres membuat pedagang cemas.

PASAR RAYA, METRO–Pedagang Inpres II Pasar Raya mendesak Dinas Perindustrian Perdagangan Pertambangan dan Energi (Disperindagtamben) dan Dinas Pasar untuk menuntaskan pembangunan gedung pasar. Sebab ada kekhawatiran pengerjaan pasar tersebut akan terbengkalai, mengingat target selesainya pada akhir tahun ini.

Sejatinya, gedung tersebut dibangun karena rusak berat saat gempa bumi 30 September 2009 lalu. Pedagang menginginkan agar percepatan pembangunan gedung itu cepat selesai. Pasalnya, pada 20 Mei 2015 lalu, Wali Kota Mahyeldi telah menyampaikan kepada pedagang bahwa pembangunan akan tetap berjalan sesuai dengan kesepakatan, kontraktor telah ada.

”Tidak hanya itu saja, pedagang korban gempa di Pasar Inpres itu dimintakan oleh wako untuk bersama-sama mengawasi kinerja dari para kontraktor atau pekerja,” kata Nasrul, pegdagang sayur di lantai I Inpres II, Kamis (1/10).
Menurutnya, proses pembangunan itu mandek, sebab ia dan pedagang lain mendapati para pekerja pekan lalu tidak bekerja pada 30 September lalu. Para pekerja itu mengatakan kalau mereka belum menerima gaji.

Pedagang yang menghuni kios penampungan selama 3,5 tahun pascarevitaslitasi dan rehabilitasi bangunan gedung yang terkena gempa, menginginkan Pasar Inpres II segera selesai. Memenuhi permintaan para pedagang tersebut, kontraktor dari PT. Idee Murni Pratama, Rafles mengaku optimis tahun 2015 selesai.

”Saya meyakinkan pada 31 Desember nanti semua pengerjaan bangunan selesai, dan pedagang dapat menempati gedung pada awal tahun,” kata Rafles.
Pantauan POSMETRO, kemarin, gedung berlantai tiga itu termasuk basement telah tegak berdiri, akan tetapi belum sempurna. Menurut Rafles pembangunan mencapai 20 persen. Persentase tersebut tampak dari lantai gedung dan dinding masih kasar, sementara tempat kios belum merata terselesaikan.

Sementara, Ketua Komisi II DPRD Elvi Amri saat mengunjungi lokasi Pasar Inpres II, menyayangkan keterlambatan pembangunan Pasar Inpres II. Karena itum, Komisi II terus mendorong pembangunan, termasuk mengawasi penyelesaian gedung pasar.

”DPRD telah menyepakati untuk proses pembangunan gedung ini dianggarkan dana sebesar Rp27 miliar. Oleh karena itu, diharapkan pembangunan benar-benar rill dan tidak menghambur-hamburkan uang rakyat. Kasihan kita melihat para pedagang korban gempa itu, karena telah 3,5 tahun menempati kios penampungan sementara. Maka perlu percepatan penyelesaian,” jelas Elvi didampingi sejumlah anggota Komisi II.

Sementara Wakil Ketua DPRD Wahyu Iramana Putra menyebut, DPRD mendukung sepenuhnya pembangunan Pasar Inpres II, III dan IV untuk segera diselesaikan. Bahkan, dalam APBD 2016 akan dianggarkan dana mencapai Rp80 miliar untuk percepatan pembangunan.

Wahyu mengatakan DPRD akan mendukung penuh dan mendorong percepatan pembangunan pasar itu sampai tahun 2016. ”Hal itu jsesuai dengan visi misi wali kota yang mengatakan akan menyelesaikan pasar dan terminal dalam jangka waktu dua tahun. Artinya, 2016 harus tuntas,” pungkas Wahyu.

Kepala Dinas Pasar Endrizal pun optimis, jika Pasar Inpres II akan tuntas akhir tahun ini. Dinas Pasar berupaya agar pembangunan selesai dan pedagang bisa kembali menempati kios-kios. (o)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional