Close

Pedagang Bendera Bermunculan di Tepi Jalan

PEDAGANG BENDERA— Pedagang atribut Merah Putih mulai bermunculan di sebagian sudut Kota Padang meski kemeriahan dan peringatan hari kemerdekaan Indonesia masih satu bulan lagi. Seperti pedagang yang berjualan di depan Masjid Agung Nurul Iman, Jumat (19/7). (ade syaf putra/posmetro)

IMAM BONJOL, METRO – Pedagang atribut Merah Putih sudah memenuhi sebagian sudut Kota Padang meski kemeriahan dan peringatan hari kemerdekaan Indonesia masih satu bulan lagi. Ya, penjual bendera nasional Indonesia ini mulai ‘mangkal” di tepi jalan dalam rangka menyongsong Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74, pada 17 Agustus mendatang.

Seperti di depan Masjid Agung Nurul Iman. Para pedagang sudah memajang bendera dengan berbagai ukuran. Mulai dari bendera berukuran besar, hingga terkecil.

Pedagang bendera, Muhammad Ali (44), saat dijumpai POSMETRO, Jumat (19/7) mengatakan, meski hajatan 17-an masih satu bulan lagi, ia sengaja berjualan lebih cepat. Ia sengaja mencuri start lebih dahulu karena semakin cepat menjual barang, maka otomatis lebih cepat pula barang dagangan ludes terjual.

Ia berharap, ada warga dan pengendara yang berminat dengan bendera yang dipajang di tepi jalan tersebut. “Saya sudah jualan bendera sejak sepekan lalu. Untuk harga bervariasi, tergantung ukuran,” sebut Muhammad Ali.

Untuk per meter dijual seharga Rp60 ribu- Rp80 ribu. Biasanya bendera berukuran besar tersebut pembelinya dari instansi pemerintahan. Selanjutnya, untuk bendera rumah diobral Rp15 hingga Rp25 ribu. Sedangkan, untuk bendera kantor dijual Rp20 ribu- Rp30 ribu.

Sementara untuk marawa dijual dari kisaran Rp25 hingga Rp75 ribu dengan ukuran 2,5 meter sampai 6 meter.

“Selain itu, saya juga jual ukuran terkecil, hanya Rp5 ribu. Bentuknya bermacam-macam mulai dari yang kecil dan berbentuk mainan kunci atau lingkaran,” sebut Ali, yang sudah melakoni usaha jualan bendera ini sejak puluhan tahun lalu tersebut.

Ali memprediki, satu pekan jelang 17 Agustus, bendera Merah Putih dan pernak-pernik 17-an yang dijualnya akan terjadi peningkatan penjualan. Ini berdasarkan pengalaman ia selama berjualan bendera.

“Biasanya jelang 17 Agustus penjualan mencapai 80 persen,” Ali, pedagang yang berasal dari Pekanbaru ini.

Di sisi lain, Ali terbilang cukup berani dalam menjual bendera Merah Putih. Ia mengungkapkan, berani menstok bendera mencapai 50 kodi untuk bendera biasa, kemudian 100 kodi bendera rumah dan kantor. Selain itu, untuk marawa 50 kodi, dan meteran 1.600 kodi.

“Rata-rata bendera yang dijual di jahit sendiri serta kainnya dibeli di pasar. Mudah-mudahah habis semua dan tak tersisa,” pungkasnya. (ade)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top