Menu

Pecatan TNI jadi Bandar Sabu Bersenpi

  Dibaca : 114 kali
Pecatan TNI jadi Bandar Sabu Bersenpi
KONPRES— Wakil Direktur Reserse Narkoba (Wadirresnarkoba) Polda Sumbar AKBP Roedy Yoelianto bersama Humas Polda menggelar jumpa pers terkait mantan anggota TNI yang menjadi bandar sabu.

PADANG, METRO – Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Sumbar menangkap dua bandar narkotika jenis sabu di wilayah Kabupaten Limapuluh Kota dan Kota Payakumbuh. Satu pelaku diketahui mantan personel TNI AD yang sudah dipecat dari institusi itu sejak tahun 2016.

Pecatan TNI AD tersebut diketahui berinisial DS (39), ditangkap di kediamannya Jalan Satangkai, Kelurahan Kubu Gadang, Kecamatan Payakumbuh Barat. Dari penangkapan DS, Polisi menyita lima paket sabu seberat 219,91 gram serta alat timbangan digital. Tidak hanya menemukan sabu, petugas juga menyita senjata api rakitan jenis pistol beserta sembilan butir amunisinya.

Sebelum ditangkap, petugas juga terlebih dahulu membekuk rekannya NH (41) di pinggir jalan Raya Tanjung Pati, Kenagarian Sari Lamak, Kecamatan Harau, Limapuluh Kota dengan barang bukti berupa satu paket sabu seberat 4,58 gram. Dari penangkapan itulah, petugas mengembangkan kasus dan menangkan pecatan TNI itu.

Wakil Direktur Reserse Narkoba (Wadirresnarkoba) Polda Sumbar AKBP Roedy Yoelianto mengatakan, penangkapan kedua pengedar dan bandar sabu ini berawal dari penyelidikan anggota terkait peredaran narkotika di wilayah tersebut. Dari hasil penyedlikan itulah dilakukan penangkapan terhadap pelaku NH.

”Yang pertama kita tangkap pelaku NH di pinggir jalan Raya Tanjung Pati, Jumat (6/2) sekitar pukul 11.00 WIB. Saat kita lakukan penggeledahan ditemukan sabu satu paket. Dari sanalah kita lakukan pengembangan dengan menginterogasi pelaku. Berkat nyanyian pelaku NH, didapatkan informasi kalau sabu itu didapatkan dari pelaku DS,” kata AKBP Roedy saat jumpa pers di Mapolda, Senin (11/2).

Roedy menambahkan, pihaknya kemudian mendatangi kediaman pelaku DS yang merupakan mantan anggota TNI sekitar pukul 11.50 WIB. Saat akan dilakukan penangkapan, pihaknya sempat memberikan tembakan peringatan, karena personel melihat pelaku memegang senjata api rakitan yang dapat membahayakan keselamatan personel.

”Kita terpaksa memberikan tembakan peringatan, sehingga pelaku menyerahkan diri dan membuang senjata api tersebut. Setelah itu kita langsung mengamankan pelaku. Saat dilakukan penggeledahan ditemukan lima paket sabu dan kami juga menemukan satu pucuk senjata api rakitan jenis pistol beserta magazine. Selanjutnya sembilan butir amunisi kaliber 9, satu buah holster berbahan kanvas dan satu unit handphone,” ungkap Roedy.

Roedy menjelaskan, untuk pelaku NH juga merupakan residivis (pernah masuk penjara) dengan kasus yang sama yaitu narkoba. Pada saat itu, NH saat itu dijatuhi hukuman penjara satu tahun dua bulan oleh majelis hakim. Namun, hukuman itu tidak membuatnya bertaubat dan kembali mengedarkan narkoba setelah keluar dari penjara.

“Sementata itu, pelaku DS pengakuannya juga sudah kedua kali ditangkap. Tapi perlu kami cek kembali untuk memastikan kebenarannya. Berkemungkinan kasusnya sama. Informasinya, pelaku DS ini juga pernah akan ditangkap oleh BNNP Sumbar pada Januari lalu, tapi pelaku DS berhasil kabur dari penangkapan,” jelas Roedy.

Roedy menegaskan dengan pengungkapan kasus kedua tersangka dengan kepemilikan sabu ratusan gram ini pihaknya setidaknya telah berhasil menyelamatkan 1.000 orang. Selain itu, untuk kasus DS Polda Sumbar juga akan berkoordinasi dengan BNNP Sumbar. Hal ini untuk melakukan pengembangan terkait kasus dan jaringan tersangka.

“Kita juga akan bekerja sama dengan BNNP Sumbar mengembangkan kasus ini. Terhadap pelaku akan dijerat pasal 114 ayat (1) subs pasal 112 ayat (1) undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Tersangka terancam kurungan penjara 20 tahun dan maksimal hukuman mati,” tegasnya.

Terkait kepemilikan senjata api rakitan, AKBP Roedy menambahkan pihaknya juga berkoordinasi dan melimpahkan kasus kepemilikan senjata api ilegal DS ke Ditreskrimum. Pengembangan kasus senjata api ini akan ditangani oleh Ditreskrimum Polda Sumbar sehingga terungkap darimana asal senjata api itu.

“Untuk barang bukti senjata api rakitan kita serahkan Ditreskrimum. Sejauh ini dari hasil intrograsi sementara DS mengaku dapat senjata api rakitan itu dengan cara membelinya Rp 2 juta. Informasi awal didapat dari Pekanbaru pada tahun 2012 oleh penjual berinisial D. Makanya nanti akan dikembangkan,” pungkasnya. (rgr)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional