Menu

Pecat Polisi-Jaksa Pemeras Pengusaha, Presiden Jokowi: Jangan Menggigit Orang yang Benar

  Dibaca : 736 kali
Pecat Polisi-Jaksa Pemeras Pengusaha, Presiden Jokowi: Jangan Menggigit Orang yang Benar
Presiden Joko Widodo

SENTUL , METRO – Presiden Jokowi meminta aparat penegak hukum untuk tidak menindak pejabat maupun pelaku usaha yang sebenarnya tidak melakukan kesalahan. Apalagi, kata Presiden Jokowi, jika pejabat atau pelaku usaha itu sedang beriovasi demi kepentingan negara.

“Saya ingatkan juga, jangan menggigit orang yang benar, kalau yang salah silakan digigit, tapi yang benar jangan sampai digigit dan jangan juga pura-pura salah gigit. Jangan pernah juga mengigit pejabat atau pelaku pelaku bisnis yang sedang berinovasi untuk kemajuan negara ini,” kata Presiden Jokowi saat membuka Rapat Koordinasi Nasional Indonesia Maju Pemerintah Pusat dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) 2019 di Sentul International Convention Center, Bogor, Rabu (13/11).

Rakornas yang dihadiri oleh para menteri kabinet Indonesia Maju, gubernur, bupati, wali kota, ketua DPRD tingkat 1 dan tingkat 2, kajati, kajari, kepala pengadilan negeri dan pengadilan tinggi, kapolda, kapolres, dandim hingga danrem serta para kepala lembaga negara terkait sejumlah 2.693 orang.

“Karena tugas saudara-saudara adalah menggigit siapapun yang memiliki niat buruk untuk mengganggu agenda agenda besar strategis bangsa kita,” tambah Presiden yang disambut dengan tepuk tangan peserta rapat.

Presiden Jokowi mengaku tidak akan memberikan toleransi kepada aparat penegak hukum yang hanya menakut-nakuti kepala daerah maupun pengusaha.

“Kepada para penegak hukum, Kapolda, Kapolres, Kajati, Kajari, semua pengadilan tinggi dalam negeri, tugas saudara saudara semuanya adalah menegakkan hukum, mendukung agenda strategis bangsa, saya juga tidak akan memberi toleransi kepada aparat hukum yang kerjaannya hanya menakut-nakuti, dan mengganggu inovasi, yang kerjaannya justru memeras birokrat dan pejabat. Saya sampaikan ini secara terbuka pada kesempatan ini,” tegas Presiden.

Presiden Jokowi menjelaskan ia sudah mendapat laporan mengenai banyaknya para pelaku usaha yang diperas oleh aparat penegak hukum.

“Saya (akan) inventarisasi (laporannya) dan saya perintahkan ke entah ke Kapolri, ke Jaksa Agung, ini di Kejati ini (memeras) Kejari ini (memeras), di Polda ini, di Polres ini. Saya minta tolong cek, copot pecat, gitu saja sudah. Itu setop yang kayak gitu stop jangan diterus-teruskan!” tegas Persiden.

Sedangkan kepada aparat TNI, Presiden meminta agar TNI ikut berperan dalam pembangunan.

“Kepada Pangdam, Danrem, Dandim seluruh jajaran TNI, kebesaran TNI harus dijaga untuk menjaga pertahanan keamanan dan persatuan, kewibawaan TNI harus dimanfaatkan untuk mendukung agenda agenda besar bangsa ini. Saya titip kepada panglima TNI, rakyat sangat berharap pada kontribusi yang diberikan dari TNI dan Polri,” ungkap Presiden.

Tujuan dari seluruh tindakan tersebut menurut Presiden adalah untuk mewujudkan program cipta lapangan kerja.

“Sekali lagi, cipta lapangan kerja itu agenda besar bangsa kita. Meningkatkan ekspor dan menurunkan impor, agenda besar bangsa kita. Jangan pernah ada yang bermain-main di area ini. Saya sudah wanti-wanti betul, di area ini kalau masih ada yang main-main, saya gigit sendiri, akan saya gigit sendiri,” tegas Presiden.

Tapi tidak lama kemudian, Presiden pun merevisi kalimat soal “gigit sendiri” tersebut.

“Kalau Masih diteruskan saya ingatkan lagi hari ini, kalau masih ada yang main-main yang gigit saya sendiri, tapi lewat cara saya, masa saya gigit sendiri? Bisa lewat KPK, bisa, bisa lewat polri, Bisa lewat Kejaksaan, akan saya bisikin aja di sana ada yang main-main,” tambah Presiden.

Tak Usah Rajin Buat Perda

Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga meminta para kepala daerah dari tingkat Bupati hingga Gubernur agar tidak terlalu banyak membuat aturan. Karena akan menghambat jalannya pemerintahan, terutama dalam menarik investasi.

“Saya titip, ada Ketua DPRD, Gubernur, Wali Kota, Bupati, ada semua. Saya sudah pesan, jangan banyak-banyak membuat Perda, jangan banyak-banyak membuat Pergub, Perwali, maupun perbup,” kata Jokowi

Jokowi menilai, saat ini sudah terlalu banyak aturan yang ada di Indonesia. Baik itu ditingkat pusat hingga daerah. Akibatnya, percepatan pembangunan terhambat, karena rumitnya birokrasi.

“Negara kita bukan negara peraturan. Semua diatur, tapi malah kita terjerat sendiri. Hati-hati, stop itu sudah. Sedikit-sedikit diatur, akhirnya menjadi tidak cepat dalam bergerak,” imbuhnya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu bahkan menyindir para kepala daerah yang biasanya melakukan kunjungan kerja (kunker) atau studi banding tiap mereka akan membuat peraturan baru. Sebagai orang yang pernah menjadi kepala daerah, tentu paham betul hal-hal di balik kunker tersebut.

“Saya tahu buat Perda pasti ada kunker, ada studi banding. Saya ngerti, saya ngerti tapi tolong setop. Di kunker ada apanya, saya juga ngerti, orang lapangan ngerti betul yang begitu-begituan,” tegas Jokowi yang tidak menjelaskan secara rinci apakah yang dimaksudnya hal-hal dibalik kunker.

Mantan Wali Kota Solo ini juga tak menampik, selain pemerintah daerah yang hobi bikin peraturan, menteri di kabinetnya juga seringkali membuat peraturan menteri dan kerap membuat kerja pemerintah menjadi lambat. Oleh karena itu kedepan pelarangan serupa juga akan diberlakukan kepada menteri.

Bagi menteri yang ingin membuat permen harus menghapus permen yang sudah ada. Jokowi terinspirasi kebijakan ini setelah berbincang dengan Wilbur Ross, United States Secretary.

Ross mengatakan, menteri di era pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump diharuskan menghapus 2 aturan yang berlaku apabila akan membuat 1 aturan baru.

“Menteri mau buat Permen (Peraturan Menteri) boleh, tapi buat satu, hilang speuluh Permen,” pungkas Jokowi.

Di sisi lain, guna memangkas birokrasi ini, maka Jokowi akan mengajukan omnibus law kepada DPR RI. Ada sekitar 70-74 Undang-undang yang akan direvisi menjadi 1 Undang-undang besar. Dengan begitu, diharapkan proses perizinan tidak lagi rumit. (jpnn)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional