Menu

PDAM Sosialisasikan Penyesuaian Tarif ke Lurah dan Camat

  Dibaca : 102 kali
PDAM Sosialisasikan Penyesuaian Tarif ke Lurah dan Camat
SOSIALISASI TARIF— Kegiatan sosialisasi tarif baru PDAM Kota Padang di salah satu hotel, Selasa (12/11). (sri agustini/posmetro)

JUANDA, METRO – Ratusan lurah se-Kota Padang serta camat terlihat dalam sosialisasi penyesuaian tarif air PDAM yang diadakan di salah satu hotel di Kota Padang. Lurah dan camat itu diharapkan bisa menjadi perpanjangtangan PDAM dan Pemko untuk menyampaikan kepada masyarakat soal pentingnya penyesuaian tarif baru.

Sosialisasi ini langsung dihadiri Direktur Utama PDAM Padang, Hendra Pebrizal serta Direktur Teknik Andri Satria dan Direktur Umum Afrizal Kuning. Tampak juga Ketua Dewan Pengawas PDAM, Asnel.

Dalam pemaparannya, Hendra Pebrizal mengatakan, penyesuaian tarif terpaksa dilakukan untuk mengimbangi biaya operasional saat ini. Sejak 6 tahun lalu, tarif PDAM tak pernah dinaikkan.

Sementara tarif listrik terus menaik, inflasi bahkan mencapai 5 persen per tahun. Selain itu biaya pembelian bahan-bahan kimia pembersih air juga makin mahal. Rencannya baru akan kita sesuaikan tarifnya tahun 2020 nanti. “Kami berharap semua pelanggan PDAM dapat memahami kondisi ini,” paparnya.

Dikatakan Hendra, saat ini tarif air PDAM Padang masih rendah jika dibanding dengan daerah lain di Indonesia. Tapi penyesuaian yang dilakukan masih sesuai dengan ketentuan berlaku.

Di samping itu, sesuai Permendagri No 71 tahun 2016, tarif dasar air seharusnya tarif rendah untuk pelanggan sosial senilai Rp3.200, tarif dasar untuk pelanggan biasa Rp4.100, dan tarif penuh untuk niaga Rp5.900.

Sementara saat ini, tarif rendah di PDAM Padang adalah Rp1.100, tarif dasar Rp 2.800 dan tarif penuh disesuaikan secara bertahap. Penyesuaian ini hanya berlaku untuk pelanggan biasa. Sementara untuk pelanggan dari kalangan sosial seperti masjid, panti asuhan dan lainnya masih tetap sama.

“Penyesuaian harus harus dilaakukan untuk mengimbangi biaya operasional. Jika tidak, maka kita akan kesulitan untuk menutupinya. Kita berharap camat dan lurah turut menginformasikannya pada masyarakat. Karena masyarakat sering berurusan di kelurahan dan kecamatan,” ujar Hendra lagi.

Camat Kototangah Syahrul, mengatakan cukup memahami alasan PDAM menyesuaikan tarifnya. Karena jika tetap dengan tarif sangat rendah seperti sekarang, maka dikhawatirkan PDAM tak bisa berbuat banyak untuk meningkatkan layanan. Apalagi saat ini masih banyak titik-titik yang belum terlayani oleh jaringan PDAM.

“Kita maunya masyarakat terlayani dengan baik. Jadi silakan PDAM sesuaikan tarifnya dengan kondisi sekarang, tapi setelah itu pelayanan untuk masyarakat tentu harus ditingkatkan,” sebut Syahrul. (tin)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional