Menu

PBM Tatap Muka, Pemko Terjunkan Tim Pantau Sekolah

  Dibaca : 107 kali
PBM Tatap Muka, Pemko Terjunkan Tim Pantau Sekolah
KUNJUNGI SEKOLAH— Wali Kota Sawahlunto Deri Asta mengunjungi sekolah untuk melihat kesiapan sekolah melaksanakan PBM tatap muka.

SAWAHLUNTO, METRO
Pemko Sawahlunto memantau sekolah-sekolah dalam penerapan protokol Covid-19 untuk pelaksanaan PBM tatap muka di sekolah di era New Normal.

Pemko Sawahlunto menerjunkan 3 tim monitoring guna melakukan pemantauan ke sekolah-sekolah menengah se Kota Sawahlunto. Tim 1 dipimpin Wali Kota Deri Asta dan memantau SMAN 1 Sawahlunto, SMK Muhammadiyah, SMA SDI Silungkang dan SMPN 1 Silungkang.

Selanjutnya, Tim 2 dipimpin oleh Wakil Walikota Zoirin Sayuti dan memantau SMAN 3, SMAN 2, SMKN 1 dan SMPN 3 . Sedangkan Tim 3 dipimpin Sekda Sawahlunto Ambun Kadri mengunjungi MAN 1 Beringin, SMKN 2 Sawahlunto, MAS Lunto dan SMPN 2.

Wali Kota Deri Asta dalam kunjungannya menyampaikan, bahwa tetap mengikuti protokoler kesehatan. Deri menyarankan, kepada para guru dan siswa agar sebaiknya memakai masker daripada face shield. Sebab FS ini tetap berlubang dan kurang melindungi dari segi kesehatan (saran tersebut berasal dari dr. Ardianof spesialis Paru sekaligus Direktur RSUD Sawahlunto ).

Deri Asta menghimbau kepada para siswa agar setelah pulang sekolah langsung pulang ke rumah dan jangan bergerombol. “Untuk Satpol PP agar segera ditindak bila terdapat anak anak yang berkumpul atau nongkrong sepulang sekolah,” kata Deri, menginstruksikan langsung kepada pihak Satpol PP di depan para siswa SMPN 1 yang dikunjungi.

Zoirin Sayuti mengatakan, dari monitoring tersebut bahwa dilihat dari kesiapan sekolah yang dikunjungi, para sekolah tersebut sudah layak dan siap dalam protokol kesehatannya untuk melanjutkan PBM tatap muka bagi siswa.

“Patuhi protokol kesehatan ini buat semua civitas akedemika, bila terdapat saja satu yang positif maka sekolah tentu akan ditutup, dan apresiasi buat sekolah yang telah berkerja keras dalam penyiapan buat PBM tatap muka ini,” ujar Zoirin.

Hal senada diucapkan Sekda Sawahlunto Ambun Kadri, memang daerah Zona hijau yang diizinkan melakukan proses belajar di sekolah. Namun bukan berarti bebas.

“Justru wajib disiplin ketat menerapkan protokol kesehatan untuk mengantisipasi penularan. Covid-19 tidak menjadi hambatan belajar karena pendidikan termasuk elemen utama dalam pembangunan, namun semua pihak harus komitmen mengantisipasi,” ujar Ambun.

Saat pertemuan dengan pelajar, Ambun Kadri berpesan kepada siswa untuk mendukung pencegahan Covid-19, melalui disiplin memakai masker, cuci tangan pakai sabun, membawa bekal dari rumah, dan setelah sekolah langsung pulang ke rumah, jangan berkumpul-kumpul. Sekda juga mengingatkan bahwa tugas berat bersama adalah mempertahankan Sawahlunto tetap zona hijau, jangan sampai setelah sekolah buka, terpaksa ditutup kembali.

Saat monitoring tersebut sejumlah sekolah sudah memulai pembelajaran tatap muka dengan membatasi jumlah siswa dan mengatur jarak dalam kelas seperti di MAN Beringin, SMPN 2 dan MAS Lunto. Semua sekolah sudah melakukan prosedur pengecekan suhu tubuh dengan termogun dan memiliki fasilitas cuci tangan. (cr2)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

IKLAN

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional