Menu

PBM Tatap Muka harus Disetujui Orang Tua Siswa, Surat Persetujuan Disebar

  Dibaca : 117 kali
PBM Tatap Muka harus Disetujui Orang Tua Siswa, Surat Persetujuan Disebar
Ilustrasi

SAWAHLUNTO, METRO
Pemko Sawahlunto rencananya akan mengizinkan Proses Belajar Mengajar (PBM) tatap muka antara siswa dan guru mulai Selasa (15/9). Hal ini diungkapkan Kadis Pendidikan Asril, Jumat (11/9). Menurutnya kebijakan ini sesuai dengan hasil rapat jajaran Forkopimda tetapi dengan beberapa syarat yang harus dipenuhi. Terutama untuk meminta persetujuan dari orang tua murid dalam pelaksanaan proses PBM.

”Berhubung dalam minggu ini, ada salah seorang ASN Dinas Pendidikan positif Covid-19, sehingga kita harus juga menunggu hasil tes swab dari para ASN Dinas Pendidikan yang belum keluar. Setelah diketahui hasil pastinya baru kita akan mengeluarkan surat edaran kepada seluruh sekolah,” ungkap Asril.

Diakui, saat ini masing-masing sekolah telah menyebarkan surat persetujuan dari orang tua untuk anaknya, apakah bersedia mengikuti PBM di sekolah atau daring saja. Semuanya untuk persiapan pra sekolah,  bila tidak ada penambahan yang signifikan yang mengakibatkan Kota Sawahlunto dari zona kuning menjadi zona orange. Bila ada informasi dari provinsi dalam minggu ini mengatakan Sawahlunto zona orange berarti otomatis tidak jadi sekolah.

”Tetapi apabila masih dalam zona kuning maka sekolah dibuka mulai Selasa (15/9) mendatang,” ulas Asril.

Dijelaskan, syarat yang harus dipenuhi oleh siswa untuk mengikuti PBM tersebut yaitu memakai masker, membawa tisu, membawa bekal makanan dan minuman, menjaga jarak, selalu mencuci tangan, diantar jemput oleh wali murid, dan bagi siswa yang diantar ojek harus bawa helm sendiri. Sedangkan, PBM di sekolah belajar mulai jam 08.00 WIB sampai 11.00 WIB tidak ada keluar main, dan siswa dibagi dua masuknya cuma tiga kali seminggu dalam satu kelas.

Para wali murid yang ditemui, banyak yang mengatakan bahwa mereka juga sudah sangat ingin agar anak-anaknya sekolah sebab menurut mereka metode belajar di rumah tidak efektif dan mempersulit orang tua murid. Dan anak anak pun lebih banyak bermain dan sulit diatur.

Sebelumnya, untuk diketahui Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menyebut ada empat persetujuan yang harus dipenuhi. Pertama, persetujuan dari Pemerintah Daerah (Pemda) atau Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, kedua, persetujuan kepala sekolah (setelah sekolah dapat memenuhi protokol kesehatan yang ketat), ketiga, adanya persetujuan wakil dari orang tua dan wali siswa yang tergabung dalam komite sekolah meskipun kemudian sekolah sudah melakukan pembelajaran tatap muka.

Keempat, adanya persetujuan dari orang tua peserta didik. Nadiem menegaskan, jika orang tua tidak setuju maka peserta didik tetap belajar dari rumah dan tidak dapat dipaksa. (cr2)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional