Menu

PBM Tatap Muka Dimulai 20 Mei

  Dibaca : 121 kali
PBM Tatap Muka Dimulai 20 Mei
Ilustrasi-Proses Belajar Mengajar

AZIZ CHAN, METRO
Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Padang tetap akan melanjutkan proses pembelajaran tatap muka (PBM) usai libur Lebaran nanti. Rencananya, PMB tatap muka di sekolah mulai dari tingkat SD dan SMP dimulai tanggal 20 Mei.

Kepala Bidang (Kabid) Dikdas Disdik Kota Padang, Syafrizal Syair menjelaskan, ketetapan masuk sekolah tersebut itu sesuai kalender Dinas Pendidikan serta pelaksanaannya digelar, Kamis (20/5). “Sepekan setelah Lebaran proses belajar berlangsung lagi secara tatap muka,” ujar Syafrizal, Rabu (5/5)

Ia mengingatkan, pada peserta didik yang akan berlebaran bersama orang tua agar tetap selalu terapkan Prokes, sehingga keselamatan siswa terjamin dan mata rantai penularan virus corona terputus.

“Jangan siswa terlalu euforia dalam merayakan Idul Fitri sebab suasana masih dalam pandemi Covid 19. Kepada wali murid diingatkan agar tetap mengawasi anak-anaknya dan jangan dibiarkan keluyuran bebas. Apalagi melanggar prokes, tetap pakai masker,” paparnya.

Untuk diketahui PBM tatap muka di Kota Padang sudah dimulai sejak pekan pertama bulan Januari 2021 lalu. Dengan menerapkan protokol kesehatan, PBM tatap muka berjalan aman. proses Dalam seminggu, proses belajar seorang siswa dibagi menjadi dua shift. Yakni shift belajar tatap muka dan shift belajar daring.

“Jadi, dalam seminggu, seorang siswa mendapat jatah belajar tatap muka selama tiga hari dan belajar dalam jaringan (daring) selama tiga hari. Pembagian waktunya selang-seling,” ulas Kepala Disdik Habibul Fuadi, beberapa waktu lalu.

Selain itu waktu masuk dan pulang juga dipangkas. Masuk sekolah jam 07.30 WIB. Setelah melalukan rangkaian persiapan, diperkirakan mulai belajar pukul 08.00 WIB dan pulang sekitar pukul 10.00 WIB. “Intinya semua kita percepat,” tandas Habibul.

Kemudian, jumlah rombongan belajar di kelas juga dibatasi. Dalam satu kelas hanya boleh diisi maksimal 18 siswa. Sedangkan sebagian siswa lainnya mengikuti proses belajar melalui daring di rumah masing-masing. “Isi kelas hanya 50 persen saja,” tambahnya.

Ia mengatakan, protokol kesehatan (prokes) diterapkan di masing-masing sekolah. Siswa dan guru wajib memeriksakan suhu tubuh, mencuci tangan, serta mengenakan masker /faceshield selama di lingkungan sekolah.

“Protokol kesehatan mesti diterapkan dengan baik agar tidak terjadi penularan Covid-19,” harap Habibul.

Ia mengungkapkan, agar tidak terjadi penyebaran Covid-19 di sekolah, orang tua siswa wajib antar jemput anak ke sekolah. Sebab di sekolah nantinya dilakukan cek suhu tubuh kepada seluruh siswa.

“Jika suhu tubuh siswa di atas 37,3 derajat celcius, tidak dibolehkan untuk mengikuti belajar tatap muka di sekolah. Siswa diharuskan diantar pulang oleh orang tuanya,” tegas Habibul.

Orang tua juga memastikan anaknya berada dalam kondisi sehat dan siap untuk mengikuti belajar tatap muka. Serta menyiapkan masker dan hand sanitizer untuk dipakai anak di sekolah.

“Termasuk menyiapkan makan dan minum anak untuk di sekolah. Karena selama jam istirahat, anak tidak dibolehkan keluar kelas. Makan dan minum di kelas,” sebutnya.

Sementara itu, untuk proses ujian kenaikan kelas akan dilaksanakan pada awal Juni 2021 dan pertengahan Juni terima rapor.

Sedangkan, untuk penerimaan siswa baru lanjutnya akan digelar awal Juli 2021 dengan sistem zonasi. (ade)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional