Close

PB PGRI Verifikasi Langsung ke Dharmasraya, Sutan Riska Diusulkan Terima Penghargaan Dwi Praja Nugraha

TERIMA PENGHARGAAN—Bupati Sutan Riska Tuanku Kerajaan saat memberikan plakat kepada Pengurus PB PGRI Euis Karwat didampingi Ketua PGRI Sumbar Darmalus.

DHARMASRAYA, METRO–Bupati Dharmasraya, Sutan Riska Tuanku Kerajaan, diusulkan untuk me­nerima penghargaan Dwi Praja Nugraha oleh PB PGRI. Terkait usulan tersebut, Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) melakukan verifikasi terhadap usulan Dwi Praja Nugraha yang merupakan penghargaan tertinggi di bidang pendidikan itu.

Kedatangan tim verifikator di Ranah Cati Nan Tigo dipimpin langsung salah pengurus PB PGRI, Euis Karwati, dan disambut Bupati Sutan Riska, Ketua PGRI Sumbar Darmalus, unsur Forkopimda, Sekda Adlisman, dan kepala OPD. Kegiatan  dilaksanakan di Aula Lantai II, Kantor Bupati Dharmasraya Rabu (16/11) lalu.  “Selamat datang kami ucapkan ke tim verifikator, mudah-mudahan dengan kehadiran rombongan di Dharmasraya dapat memotivasi kemajuan pendidikan bagi kami ke depan,” kata Sutan Riska.

Di hadapan tim verifikator, Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) memaparkan dukungan Pemkab Dharmasraya terhadap dunia pendidikan sekaligus pemenuhan indikator untuk penghargaan Dwi Praja Nugraha dari PB PGRI.  Pertama, Ia me­nyampaikan bahwa Pem­kab Dharmasraya telah memberi perhatian melalui kucuran dana APBD untuk peningkatan kesejah­teraan dan profesionalitas guru melalui diklat, workshop, dan webinar.

Selanjutnya, sebut Suami Dewi Lopita Sari, dalam memberi perhatian kepada guru-guru, seperti memberi tunjungan kinerja daerah, tunjangan profesi guru, dan memberi tambahan penghasilan guru yang belum menerima sertifikasi.  Begitu juga dalam pe­ngu­rangan tanaga guru honorer di Kabupaten Dharmasraya terus dilakukan, di tahun 2022 setidaknya sekitar 800an guru yang diusulkan untuk diangkat menjadi P3K.  “Dan persyaratan minimal tiga ta­hun menjadi kepala dae­rah saya rasa juga sudah di­penuhi, karena ini merupakan periode ke dua saya menjadi bupati, ibuk,” sebut Sutan Riska yang di­sambut tepuk tangan dari tamu yang hadir.

Selain indikator-indikator yang ditetapkan, Bupati dua periode itu juga me­ngemukakan kepedulian terhadap guru-guru de­ngan memberi  fasilitas seperti kendaraan dan kantor dalam mendukung ki­nerja di lapangan.  “Khusus untuk guru honorer, saya secara pribadi maupun dalam kapasitas sebagai Ketua Apkasi juga memperjuangkan tenaga non pendidik ke bapak Pre­siden agar untuk kategori yang berusia di atas 35 tahun dengan istilah HN2K dapat diangkat menjadi ASN me­lalui Kepres. Alhamdulillah, usaha ini membawa hasil, dimana awalnya yang u­sianya di atas 35 tahun tidak bisa mengikuti tes, akhirnya dapat ikut seleksi tahun ini,” tugas Suami Dewi Lopita Sari ini.

Sementara, Pengurus PB PGRI Euis Karwat me­ngatakan Anugerah Dwi Praja Nugraha PB PGRI adalah kegiatan rutin yang sudah dilaksanakan setiap tahun dalam rangka komitmen bersama memajukan pendidikan  Menurutnya Anugerah itu diberikan sebagai bentuk kehormatan kepada kepala daerah yang telah berkomitmen memajukan dunia pendidikan. Terutama dalam me­ningkatkan kesejahteraan guru dan profesionalitas profesinya.

Menurutnya verifikasi yang dilakukan verifikator di Kabupaten Dharmasraya merupakan salah satu bagian dalam penilaian dari bahan yang sudah di masukan sebelumnya sebelum ditetapkan apakah Anugrah tersebut layak atau tidak diberikan kepada kepala daerah bersang­kutan.  “Dan yang tidak kalah penting ialah menerusi jejak digital kepala daerah dalam memajukan dunia pendidikan, saya dan tim hari ini sangat me­ngapresiasi Bapak Sutan Riska, jejak digital bersih, bahkan saya memantau langsung sendir. Dan yang juga paling menarik disini adalah sosok bupati termuda di Indonesia,” beber­nya. (gus)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top