Close

Payakumbuh Mantapkan Koordinasi Perangi Radikalisme dan Terorisme

SAMBUTAN— Kepala Kantor Kesbangpol Kota Payakumbuh Dipa Persada memberikan sambutan saat sosialisasi pengawasan Aliran Pakem.

POLIKO, METRO–Pj Wali Kota Rida Ananda diwakili oleh assisten III Ifon Satria Chan membuka secara resmi sosia­lisasi pengawasan Aliran Kepercayaan Masyarakat (Pakem) dengan Tema Pemantapan Koordinasi Pe­nanganan Aktual Terkait Gerakan Radikalisme dan Terorisme di Kota Payakumbuh yang di adakan Kesbangpol di Aula Ngalau Indah Lantai III Balai Kota Payakumbuh, Senin (24/10).

Kegiatan Sosialisasi yang di moderatori oleh Kepala Kantor Kesbangpol Dipa Persada ini dihadiri oleh Kapolres yang diwakilkan Kasat Binmas, Kepala Kajari di Wakilkan oleh Kasi Intel, Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPL) Su­matera Barat, Tim Koordinasi PAKEM Kota Payakumbuh, Bapak Kakan Kemenag Kota Payakumbuh beserta Camat se Kota Payakumbuh beserta Jajaran.

Pj Wali Kota Payakumbuh melalui Asisten III Ifon Satria Chan menegaskan bahwa tingkat ke­pedulian dan keterlibatan seluruh masyarakat menjadi kunci utama bagaimana tingkat kepedulian dan keterlibatan keseluruhan masyarakat. “Kami ingin menegaskan bahwa tingkat kepedulian dan juga keterlibatan masya­rakat merupakan kunci utama bagaimana kita bersama mencegah aksi dan ancaman radikalisme serta terorisme yang telah menyebar,” tegas Ifon.

Dan juga Ifon mengatakan dengan ada kegiatan ini dapat meningkatkan komunikasi dan sinergi masyarakat dengan Pemerintah Kota Payakumbuh serta aparat lembaga hukum terkait.

“Semoga nantinya komunikasi dan sinergi ma­syarakat dengan peme­rintah dapat meningkatkan terutama dalam hal deteksi dini, kewaspadaan dini dan pencegahan dini. Sehingga kita bersama dapat terus mewujudkan bangsa Indonesia yang toleren, rukun dan damai terutama di Kota Payakumbuh,” jelas Ifon.

Disamping itu Kepala Kantor Kesbangpol Dipa Persada menekankan bah­wa ancaman terbesar ra­dikalisme dan terorisme sebenarnya bukan hanya terletak pada aspek sera­ngan fisik, tetapi adalah propaganda yang secara ma­ssif menyasar pola pikir dan pandangan masya­rakat.

“Kita pahami bersama bahwa ancaman terbesar radikalisme dan terorisme sebenarnya bukan dari aspek serangan fisik yang mengerikan, tetapi justru serangan propaganda yang secara massif me­nyasar pola pikir dan pandangan masyarakat, itulah yang lebih berbahaya. Untuk itu kami mengimbau perlu kerjasama dari semua pihak untuk memerangi paham ini. Karena tugas memerangi terorisme dan radikalisme bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja, tetapi menjadi tanggung jawab kita bersama,” ucap Dipa. (uus)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top