Menu

Patung Buddha Naga “Muncul” di Batang Hari Terbuat dari Emas 2,5 Kg

  Dibaca : 3538 kali
Patung Buddha Naga “Muncul” di Batang Hari Terbuat dari Emas 2,5 Kg
BENDA SEJARAH— Sebuah patung buddha berbadan naga ditemukan di Sungai Batang Hari, tepatnya di Nagari Sitiung, Dharmasraya, Senin (27/5) lalu. Kini, benda itu ramai dikunjungi warga. (guspira ardillah/posmetro)

DHARMASRAYA, METRO – Warga Dharmasraya khususnya masyarakat Jorong Pulai, Nagari Sitiung, heboh dengan penemuan benda peninggalan bersejarah yang diduga erat kaitannya dengan Kerajaan Adityawarman. Ditemukan di Sungai Batang Hari, Senin (27/5) sekitar pukul 10.00 WIB. Patung itu berbentuk setengah manusia atau buddha dan setengah ular atau naga.

Berdasarkan pantauan di kediaman Marzuki yang merupakan penemu patung berkaki empat itu, warga ramai mendatangi kediamannya sampai Selasa (28/5). Marzuki mengaku menemukan benda itu di Batang Hari yang berjarak sekitar 6 Km dari Candi Padang Roco.

Beredarnya informasi penemuan tersebut memang mengundang banyak perhatian warga. Bahkan, hingga Selasa malam, masyarakat datang silih berganti untuk melihat benda aneh itu.

”Sekilas dilihat dari bentuknya benda ini diduga peninggalan Kerajaan Aditiyawarman,” kata Marzuki.

Ia menjelaskan, penemuan benda tersebut berawal saat ia menjaring ikan di aliran Sungai Batang Hari. Benda tersebut tersangkut di jaringnya. Saat mengangkat pertama kali, dia tak menyangka itu adalah sebuah benda bersejarah. Menurutnya hanya batu atau kayu biasa.

Katanya, benda yang kuat akan nilai sejarah itu berbentuk patung buddha berbadan naga sepanjang 75 centimeter dan berat mencapai 2,5 kilogram. ”Patung separuh manusia dan separuh ular naga berkaki ini. Setelah ditelisik kita yakini terbuat dari emas,” ungkapnya.

Marzuki didampingi Nurahim Dt Tan Majolelo mengatakan, pihaknya akan berikan benda bersejarah itu ke pemerintah. Sepanjang pihak pemerintah memberikan pengganti sebagai obat lelah.

”Kalau hanya diberikan begitu saja, kami tidak mau, tapi kalau ada silih jariah dari pemerintah ya kita berikan,” tegasnya.

Kepala Dinas Pariwisata Dharmasraya St Hendri menyebut mengemukakan, bahwa pihaknya bersama Bupati dan pihak Badan Pelestarian Jagar Budaya (BPJB) akan meninjau pantuang tersebut.

“Penemuan itu sudah yang kedua kali terjadi selama ini, kita juga akan pastikan nantinya benda sejarah itu,” katanya.

Ia berharap, bagi masyarakat yang menemukan barang atau benda-benda sejarah, agar tidak secepatnya menjual ke pihak lain. “Karena, benda itu merupakan bahagian dari sejarah Dharmasraya,” katanya. (g)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional