Menu

Pastikan Vaksin Sinopharm Gratis, Menkes: Diberikan untuk Kaum Difabel 

  Dibaca : 171 kali
Pastikan Vaksin Sinopharm Gratis, Menkes: Diberikan untuk Kaum Difabel 
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menegaskan vaksin Covid-19 yang didapat dari hasil hibah dari negara sahabat bukan diperuntukan sebagai vaksin berbayar.

JAKARTA, METRO–Menteri Kesehatan (Men­kes) Budi Gunadi Sa­dikin menegaskan vaksin Covid-19 yang didapat dari hasil hibah dari negara sahabat bukan diperuntukan sebagai vaksin berbayar.

Menurut Budi, hibah vaksin Covid-19 yang di­berikan Uni Emirat Arab (UEA) yakni Sinopharm semuanya diperuntukan bagi masyarakat Indonesia secara gratis.

“Saya ingin memastikan bahwa 500 ribu dan akan tambah lagi 250 ribu hibah pribadi dari raja EUA itu tidak dijual oleh Bio Farma. Hibah itu dipegang oleh kami, kami sangat hati-hati setiap mau mengeluarkan,” ujar Budi dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR, Selasa (13/7).

Budi menjelaskan, sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bahwa hibah vaksin Covid-19 dari UEA diberikan kepada para kaum difabel yang berada di zona merah di Indonesia. Sehingga vaksin tersebut tidak untuk dijual ke masyarakat.

“Arahan Bapak Presiden vaksin ini tadinya mau dipakai untuk haji. Tapi karena tidak jadi, diarahkan ke difabel. Ini diberikan sebagai jatah pribadi ke difabel-difabel yang ada di zona merah,” katanya.

Diketahui, Menteri Ke­sehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menerbitkan Permenkes Nomor 19/2021 sebagai perubahan kedua Permenkes Nomor 10/2021 tentang pelaksanaan vaksinasi.

Dalam Permenkes 19/2021 tersebut diatur vaksinasi gotong royong bisa diberikan kepada individu dan biaya dibebankan kepada yang bersangkutan atau vaksin berbayar.

Vaksin tersebut nantinya akan ada di delapan cabang Kimia Farma, seperti di Jakarta, Bandung, Semarang, Surakarta, Surabaya, dan Bali. Kapasitasnya 1.700 orang per hari.

Sesuai keputusan Menteri Kesehatan, harga pembelian vaksin individu ter­sebut sebesar Rp 321.660 per dosis dan tarif vaksinasi Rp 117.910 per pelayanan.

Sehingga sekali suntik, konsumen harus membayar Rp 439.570. Sesuai aturan, harga tersebut su­dah meliputi keuntungan perusahaan namun belum termasuk PPn.(jpg)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional