Menu

Pasokan Daging dan Ayam Selama Ramadhan Aman

  Dibaca : 78 kali
Pasokan Daging dan Ayam Selama Ramadhan Aman
KETERANGAN PERS— Kepala Dinas Pertanian Kota Padang, Syahrial Kamat memberikan keterangan pers terkait pasokan daging dan ayam serta komoditi pertanian lainnya di Media Center Balaikota, Kamis (15/4).

AIA PACAH, METRO
Kepala Dinas Pertanian Kota Padang, Syahrial Kamat memastikan pasokan daging sapi dan ayam selama Ramadhan akan stabil. Karena saat stok sapi impor dan lokal serta ayam potong dinilai mencukupi.

“Untuk pasokan stabil. Tidak ada masalah. Kita berharap tak ada lonjakan harga selama ramadhan hingga lebaran nanti,” kata Syahrial Kamat di Media Center Balaikota Padang, Kamis (15/4).

Ia menjelaskan, saat di RPH Aia Pacah rata-rata ada sekitar 20 ekor sapi yang disembelih setiap hari untuk memasok kebutuhan di Kota Padang. Selain itu di RPH Lubuk Buaya sekitar 4 ekor per hari, RPH Bandar Buat sekitar 2 ekor per hari dan pemotongan di kandang kandang milik masyarakat sekitar 8 titik.

Sapi-sapi yang disembelih itu berasal dari sapi import, sapi lokal dan kerbau. Sapi-sapi lokal itu ada yang dipasok dari beberapa daerah di Sumbar dan ada pula yang dari peternak mandiri di kota Padang.

“Intinya, kita meyakini dalam keadaan sekarang ketersediaan sapi di Padang mencukupi. Sehingga kita prediksi harga daging akan stabil, selama ramadhan hingga lebaran,” tandas Syahrial Kamat.

Untuk memastikan pasokan sapi, pihaknya telah menyiapkan berbagai program untuk membantu peternak lokal untuk menembangkan ternaknya. Yakni dengan memberikan penyuluhan, pemberian bibit sapi, berikan stimulan senilai Rp 500 ribu bagi peternak yang sapinya bunting. Dan dalam beberapa waktu ke depan, pihaknya juga akan melakukan program bedah kandag peternak yang tak layak.

“Kita terus memberikan dukungan dan perhatian pada peternak kita untuk berkembang,” tandasnya.

Tak hanya sapi, ketersediaan ayam potong dinilainya juga mencukupi untuk kebutuhan Ramadhan. Selama ini kata dia, perusahaan inti memberi bibit kepada masyarakat. Lalu masyarakat memeliharanya dan dibeli kembali oleh perusahaan inti. Sistem ini, kata Syahrial Kamat sudah berjalan lama dan baku.

“Untuk ayam kita yakini juga cukup sepanjang tak ada kejadian diluar dugaan seperti wabah serangan penyakit atau yang lainnya,” tandas Syahrial Kamat. (tin)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional