Menu

Pasir Muara Sungai Batang Surantih masih Terus Dikeruk

  Dibaca : 458 kali
Pasir Muara Sungai Batang Surantih masih Terus Dikeruk
TAMBANG PASIR— Praktik penambangan pasir ilegal di Muara Sungai Batang Surantih, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan, masih berlangsung meski sebelumnya aktivitas tersebut telah diperingatkan pihak kepolisian.

PESSEL, METRO
Aktivitas penambangan pasir di Muara Sungai Batang Surantih, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan, masih berlangsung meski sebelumnya telah mendapat peringatan dari pihak kepolisian setempat.

Informasi masyarakat, aktivitas penambangan dengan menggunakan mesin dompeng tersebut sudah berlangsung sejak tiga tahun terakhir. Sampai hari ini, belum juga ada tindakan tegas dari pihak yang berwenang.

Pemberian izin penambangan pasir maupun kegiatan penambangan lainnya di Kabupaten Pesisir Selatan perlu kajian mendalam oleh pihak-pihak terkait. Khusnya persoalan Analisis Dampak lingkungan ( Amdal).

Kegiatan penambangan di areal berdekatan dengan pemukiman warga dan fasilitas umum, diharapkan jangan hanya menguntungkan segelintir oknum pribadi, kelompok saja, apalagi jika kegiatan penambangan itu ilegal.

Ketua Kelompok Nelayan Harapan Jaya Bagan Sutera, Ramadhan di Painan mengatakan, hingga saat ini, aktivitas penambangan dengan mesin dompeng masih berlangsung di daerahnya.

“Sudah tahun ke tiga mereka beroperasi, belum juga ada tindakan dari pihakterkait “ ungkapnya kepada sejumlah wartawan. Senin (28/12).

Disebutkan Ramadhan, adanya aktivitas penambangan, semakin memperparah amblasnya batu pengaman di bibir muara yang secara tidak langsung mengurangi fungsinya sebagai penahan abrasi, erosi dan lainnya.

“Tidak hanya satu mesin yang dioperasikan, namun dua mesin dompeng. Jika aparat tidak mengambil langkah tegas maka kerusakan lingkungan akibat penambangan semakin parah,” ucapnya.

Sementara itu, Kapolsek Sutera, Iptu Welly Anoftri, pada awak media mengakui bahwa masih ada aktivitas penambangan, meski pada awal Oktober 2020, pihaknya telah mendatangi lokasi tersebut dan meminta pemiliknya segera mengurus izin kegiatan.

“Dalam pekan kami akan meninjau ulang lokasi penambangan itu,” sebutnya.

Lebih jauh Kapolsek menuturkan, tindakan tegas diambil karena kegiatan yang dimaksud bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 Tentang Pertambangan Mineral dan Batubara.

Pada undang-undang itu dengan jelas disebutkan bahwa setiap orang yang melakukan usaha penambangan tanpa IUP, IPR atau IUPK dipidana dengan pidana penjara paling lama sepuluh tahun dan denda paling banyak Rp 10 miliar.

Praktik penambangan pasir ilegal di Muara Sungai Batang Surantih, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan, masih berlangsung meski sebelumnya aktivitas tersebut telah peringatkan pihak kepolisian.( rio)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional