Menu

Pasien Umum atau BPJS Kesehatan, Pelayanannya Sama Saja

  Dibaca : 58 kali
Pasien Umum atau BPJS Kesehatan, Pelayanannya Sama Saja
BEROBAT BPJS—Nurlen ditemani suami tercintanya Erison (65) saat melakukan pemeriksaan rutin di RS Ibnu Sina Payakumbuh. (ramadalius/posmetro)

LIMAPULUH KOTA, METRO – Nurlen (61), bertahun-tahun keluar masuk rumah sakit (RS) untuk berobat akibat sakit asma. Pernah menjalani rawat inap selama dua bulan di RS. Selepas dirawat, terus bolak balik kerumah sakit hingga sekarang untuk pemeriksaan.

Kesabaran warga Andaleh, Kecamatan Luhak, Kabupaten Limapuluh Kota ini berbuah manis, sejak dua tahun terakhir kondisinya mulai membaik. Rasa sakit akibat Asma yang sudah bertahun dialami berlahan hilang. Kondisi kesehatannya semakin baik dan kekuatan pisiknya bertambah bugar.

Nurlen ditemani suami tercintanya Erison (65), saat melakukan pemeriksaan rutin di RS Ibnu Sina Payakumbuh baru-baru ini bercerita kepada wartawan dan petugas BPJS Kesehatan Cabang Payakumbuh, mengaku bersyukur dan berterima kasih kepada program Jaminan Kesehatan Nasional melalui BPJS Kesehatan.

Ibu rumah tangga ini sejak 2013 sudah mengetahui dirinya mengalami sakit asma. Untuk sekali pemeriksaan kerumah sakit banyak biaya yang dikeluarkannya. Sehingga ada karib kerabatnya yang menyarankan Nurlen mendaftar sebagai peserta JKN.

”Saya disarankan kelurga untuk mendaftar sebagai peserta JKN. Akhirnya saya putuskan mendaftar sebagai peserta mandiri sejak tahun 2013, dan sampai kini saya belum pernah nunggak bayar iuran. Saya merasakan sejak memiliki kartu JKN, kesehatan saya terjaga dan jauh lebih baik, ini karena saya rutin berobat kerumah sakit dengan menggunakan kartu JKN,” ceritanya bangga bisa menjadi bagian peserta JKN.

Dia juga tidak pernah merasakan perbedaan perlakuan dari Rumah Sakit untuk mendapatkan pelayanan baik saat masuk atau berobat dari pasien umum maupun BPJS Kesehatan. Menurutnya perlakuan Rumah Sakit terhdap pasien sama saja apakah pasien umum atau BPJS Kesehatan.

”Pengalaman sejak menggunakan BPJS Kesehatan berobat baik saat jadi pasien umum maupun BPJS Kesehatan pelayanannya sama saja, obatnya juga sama tergantung jenis sakitnya. Ibu, sudah keluar masuak rumah sakit, karena hampir sekali tiga bulan sakit karena asma. Bahkan pernah dirawat di RS selama dua bulan lamanya, untung ada BPJS Kesehatan, jadi ibu tidak khawatir biaya RS lagi,” ucapnya.

Dia mengaku sangat terbantu sekali dengan adanya program BPJS Kesehatan ini. Menurutnya, pemerintah sudah tepat melahirkan jaminan kesehatan kepada seluruh masyarakat Indonesia tanpa membeda-bedakan.

”Harapan kepada pemerintah, kalau iuaran diniakan memang lelah kita. Tapi kalau seperti ini itu terjangkau. Harapannya BPJS Kesehatan ini disuport dibantu oleh pemerintah. Jangan sampai masyarakat dibebani, karena masyarakat yang sakit ini tentu tidak bisa bekerja,” harapnya.

Dia juga melihat saat ini dengan BPJS Kesehatan orang tidak takut untuk berobat lagi. Dulu akunya berpikir orang untuk berobat kerumah sakit, karena biayanya mahal dan tidak jarang masyarakat untuk berobat kerumah sakit menggadai dan menjual kebun, sawah dan ternak.

”Saat ini semua orang bisa mendapatkan pelayanan yang sama. Tidak was-was lagi untuk berobat, karena ada BPJS Kesehatan. Jadi kita yang sakit ini tidak berpikir panjang soal dari mana biaya RS. Beda, kalau dulu untuk masuk RS itu harus jual ini, jual itu, gadai sawah, kebun dan tidak jarang berutang,” sebutnya. (us)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional