Menu

Pasien Positif Covid-19 Meninggal di RS, Jenazah Dijemput Paksa Keluarga

  Dibaca : 13942 kali
Pasien Positif Covid-19 Meninggal di RS, Jenazah Dijemput Paksa Keluarga
Pasien Positif Covid-19 Meninggal di RS, Jenazah Dijemput Paksa Keluarga

PADANG, METRO
Seorang pasien, pria dengan usia 59 tahun yang meninggal dunia di Rumah Sakit (RS) Hermina dijemput paksa pihak keluarga untuk dilakukan proses penyelenggaraan jenazah. Akibatnya, 14 orang yang diduga kontak langsung dengan jenazah tersebut terpaksa dilakukan pemeriksaan swab dan karantina mandiri.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Ferry mulyani mengatakan, awalnya pihak rumah sakit sudah berusaha berkomunikasi dengan keluarga agar proses pemakaman pasien dilakukan sesuai protap Covid-19. Namun, karena pihak keluarga bersikeras dan memaksa membawa jenazah ke rumah duka.

“Pasien ini sebenarnya baru masuk Instalasi Gawat Darurat (IGD), lalu dinyatakan meninggal dunia. Terkait dugaan darimana terpaparnya korban Covid-19, kami sedang periksa dan saat ini sedang ditelusuri oleh rekan-rekan tim,” ungkapnya

Namun yang jelas, lanjutnya pada saat dilakukan uji swab terhadap korban yang awalnya berstatus Dalam Pengawasan (PDP) Virus Corona (Covid-19), korban dinyatakan meningal dunia, Jumat (24/4), di Rumah Sakit Hermina.

Korban dinyatakan positif terjangkit Covid-19, setelah hasil swab korban Covid-19 itu keluar pada Senin (27/4). Namun, disayangkan proses pemakaman korban Covid-19 yang berdomisili di Kelurahan Ulak Karang Selatan, Kecamatan Padang Utara tersebut tidak sesuai dengan protokol penanganan Covid-19 karena ditolak pihak keluarga.

“Sebelumnya, korban berstatus PDP dan meninggal. Namun, ketika iu pihak keluarga mendesak agar jenazah dibawa pulang. Padahal kami sedang tracking kontak dengan pasien yang meninggal dunia ini,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, Ferrymulyani Hamid, Senin (27/4).

Dijelaskan Ferrymulyani, pihaknya telah melakukan pendataan terhadap 14 orang yang sempat ikut melangsungkan proses pemakaman korban Covid-19. Keseluruhan yang pernah kontak ini akan dilakukan pemeriksaan swab tenggorokan dan hidung (spesimen).

“14orang yang sempat melangsungkan pemakaman pasien dilakukan pemeriksaan swab spesimen. Mereka semuanya ini yang menyelenggarakan pemakaman pasien. Kalau yang melayat tidak ada,” ungkap Ferrymulyani.

Sesuai data yang dihimpun, Senin (27/4) penambahan kasus positif di kota Padang mencapai 14 kasus. Dua di antaranya dinyatakan meninggal yaitu di Kelurahan Ulak Karang Selatan, Kecamatan Padang Utara dan Kelurahan Andalas, Kecamatan Padang Timur.

Dengan penambahan 14 kasus ini, maka total keseluruhan di Kota Padang sebanyak 78 kasus dengan rincian meninggal dunia 11 orang dan sembuh 14 orang, negatif 21 orang. Sementara untuk pasien dalam pengawasan (PDP) terhitung 112 orang.

Positif Corona di Sumbar Melonjak
Hari keenam diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Sumbar ternyata malah terjadi lonjakan jumlah warga yang psositif virus corona (Covid-19). Senin (27/4) tercatat terjadi penambahan 19 orang yang terkonfirmasi positif Covid-19, sehingga total kasus di Sumbar sudah mencapai 121 orang.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sumbar Jasman Rizal mengatakan, berdasarkan pemeriksaan uji sampel dari Laboratorium Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (Unand), terjadi penambahan masyarakat positif terinfeksi Covid-19 sebanyak 19 orang lagi. Penambahan tersebut merupakan laporan yang terbanyak dalam satu hari selama terjadi kasus covid-19 di Sumbar.

“Sehari sebelumnya, diketahui jumlah total yang dilaporkan positif covid-19 adalah 102 orang. Kini jumlah yang terkonfirmasi positif sudah 121 orang. Riancian 19 orang itu, sebanyak 14 orang dari Kota Padang, empat dari Kabupaten Dharmasraya dan satu dari Tanahdatar,” kata Jasman.

Jasman merinci, 14 pasien berasal dari Kota Padang yaitu, wanita 19 tahun, alamat Ampang kota Padang, pelajar, terpapar covid-19 dari orang yang sebelumnya telah terinfeksi. Sekarang dirawat di RS Semen Padang Hospital (SPH).

“Kemudian, wanita 22 tahun, alamat di Ampang kota Padang berstatus pelajar. Terinfeksi karena kontak dengan warga yang telah terkonfirmasi positif. Dirawat di RS SPH,” jelas Jasman.

Kasus ketiga, dijelaskan Jasman, merupakan wanita, anak-anak 11 tahun, alamat di Lubuak Bagaluang Kota Padang. Terinfeksi karena kontak dengan orang yang telah dinyatakan positif sebelumnya dan dirawat di RS SPH.

“Keempat, wanita 45 tahun, alamat di Parak Karakah kota Padang, PNS. Terinfeksi karena kontak dengan rekan kerja di Pagambiran. Dirawat di RS SPH. Kemudian wanita 57 tahun, alamat di Ampang kota Padang. Wiraswasta. Terinfeksi dari orang yang sebelumnya juga telah dinyatakan terinfeksi. Dirawat di RS SPH,” ungkap Jasman.

Ditambahkan Jasman, kasus keenam, merupakan wanita 60 tahun, alamat di Ampang kota Padang. Ibu rumah tangga ini terinfeksi karena kontak dengan orang yang terkonfirmasi positif dan dirawat di RS SPH. Kasus ketujuh, juga wanita 53 tahun, alamat di Banuaran Kota Padang berstatus ASN terinfeksi dengan orang yang positif covid-19 dan dirawat di RS SPH.

“Kasus kedelapan, pria 32 tahun, alamat di Lubuak Lintah, operator di salah satu SD Lubuak Lintah. Terinfeksi karena kontak dengan pasien yang telah positif sebelumnya dan dirawat di RS SPH. Kasus kesembilan, wanita 60 tahun, alamat di Mato Aia, ibu rumah tangga. Kontak dengan yang telah terkonfirmasi positif, juga dirawat di RS SPH,” ujar Jasman.

Kasus kesepuluh, ditambahkan Jasman merupakan pria 41 tahun, tukang pijit, alamat di Koto Lalang kota Padang. Terinfeksi karena kontak (memijit) dengan pasien yang positif. Yang bersangkutan isolasi mandiri di rumah.

“Selanjutnya, pria 59 tahun, Ulak Karang kota Padang, Pasien RS Hermina, meninggal dunia. Karena penyelenggaraan jenazahnya seperti biasa, maka proses tracking dilokasi tersebut telah dilakukan dan seluruh masyarakat yang pernah melayat, memandikan dan menguburkan jenazahnya, diharapkan mengkarantinakan diri selama 14 hari di rumah masing-masing. Kalau ada gejala kurang sehat, segera melaporkan diri ke petugas dan fasilitas kesehatan terdekat,” ujar Jasman.

Jaman menuturkan, kasus ke-12, merupakan wanita 65 tahun, alamat Kuranji kota Padang, seorang Guru, do duga terinfeksi di Jakarta. Almarhumah pulang dari Jakarta sejak 23 April 2020 dan wafat tanggal 26 April 2020 di RS Universitas Andalas.

“Kasus ke-13, Pria 49 tahun, alamat Flamboyan kota Padang, sopir Grab, terpapar karena kontak diatas mobil menbawa penumpang yang positif covid-19. Isolasi mandiri di rumah. Ke-14 merupakan wanita 53 tahun, alamat di Taruko, pensiunan tenaga kesehatan. Terinfeksi dari anaknya yang pulang dari Bandung, namun anaknya tidak menunjukkan gejala, karena OTG. Dirawat di RSUD Rasyidin,” ulas Jasman.

Selanjutnya, empat orang dari Kabupaten Dharmasraya, dikatakan Jasman, merupakan pria 56 tahun dari Kecamatan Tiumang, petani. Terpapar karena ikut acara di Makassar 22 Maret 2020 yang lalu. Kemudian, pria 51 tahun, alamat di Pulau Punjuang, pedagang. Kasus terpapar di Makasar dan pulang tanggal 22 Maret 2020. Isolasi di rumah.

“Kasus ketiga di Dharmasraya, pria 62 tahun, alamat di Pulau Punjuang, pedagang. Terinfeksi di Makasar. Pulang tanggal 22 Maret 2020 dan terakhir pria 55 tahun, alamat di Pulau Punjuang, pedagang. Pulang dari Makasar 22 Maret 2020. Seluruh yang positif di Dharmaraya isolasi mandiri di rumah,” jelas Jasman.

Kasus ke-19, diterangkan Jasman, berasal dari Kabupaten Tanah Datar, merupakan wanita 29 tahun, asal Panyalaian, ibu rumah tangga. Diduga ditularkan dari suaminya yang baru pulang dari Jakarta seminggu yang lalu. Yang bersangkutan dirawat di RSUP M Jamil Padang.

“Perkembangan Covid-19 di Sumbar yang datanya kami himpun dari berbagai rumah sakit dan gugus tugas kabupaten kota se Sumatera Barat, total Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 7.654 orang. Proses pemantauan 498 orang dan selesai pemantauan 7.156 orang. Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 338 orang. Dari 338 PDP tersebut, 48 orang masih dirawat di berbagai rumah sakit rujukan sambil menunggu hasil lab. Dinyatakan negatif terinfeksi Covid-19 sebanyak 285 orang dan isolasi diri di rumah 11 orang,” pungkasnya. (rel/rgr)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

IKLAN

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional