Menu

Pasien PDP Padangpariaman Meninggal, Keluarga dan Paramedis RSUD Isolasi Mandiri

  Dibaca : 986 kali
Pasien PDP Padangpariaman Meninggal, Keluarga dan Paramedis RSUD Isolasi Mandiri
Pasien PDP Padangpariaman Meninggal, Keluarga dan Paramedis RSUD Isolasi Mandiri

PADANGPARIAMAN, METRO
Pasien dalam pengawasan (PDP) virus corona atau covid-19, AF (20) di Nagari Lurah Ampalu, Korong Simpang, Kecamatan VII Koto dimakamkan dengan protokoler covid-19, Jumat (17/4). Pekuburan dilakukan di Nagari Lurah Ampalu Korong Simpang, kemarin.

Juru Bicara Tim Komunikasi Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Padangpariaman Dr Jasneli MMars menyampaikan, sebelumnya AF mengalami batuk dan kadang sesak nafas sejak tanggal 27 Maret 2020 dan sempat berobat di Pustu Sikilir dan Puskesmas Ampalu. Selanjutnya juga pernah dirawat inap di RS Tamar Medical Center pada tanggal 10 April 2020.

“Sebelumnya PDP atas nama AF ini tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah yang terjangkit wabah. Namun aktivitas pekerjaan sehari-hari AF yang berjualan ini bisa dibilang rentan terkena covid-19 karena bertemu dengan banyak orang. Setelah dirawat di TMC selama 5 hari pada tanggal 14 April 2020 AF melakukan pulang paksa,” tuturnya.

Ia juga menjelaskan, 15 April 2020 AF kejang dan dibawa oleh pihak Puskesmas Ampalu ke RSUD Padangpariaman, selanjutnya pada 16 April 2020 RSUD Padangpariaman melakukan tes swab pasien AF. Pada hari ini AF meninggal dunia dan sudah dimakamkan dengan standar protokol penananganan pasien covid-19.

“Pagi ini pasien telah dikebumikan dengan standar protocol covid-19 meski sebelumnya pihak keluarga melakukan penolakan pemakanan dengan standar protokol pasien covid-19 kepada AF. Namun setelah diberikan pengertian lebih lanjut kepada keluarga pasien dan berkat bantuan dari Polres Padangpariaman dan keluarga, pemakaman yang dilaksanakan di Nagari Lurah Ampalu, Korong Simpang, Kecamatan VII Koto, Padangpariaman,” jelasnya.

Ia menyampaikan Dinas Kesehatan Padangpariaman juga sudah melakukan imbauan dan arahan terhadap 4 petugas medis di Ampalu untuk melaksanakan isolasi mandiri. Serta kepada seluruh keluarga pasien AF juga melakukan hal yang sama. Sembari menunggu hasil swab tes AF dikelurkan oleh Labor Universitas Andalas (Unand) dalam kurun waktu 2-3 hari ke depan.

“Dalam kasus ini kami tetap melakukan standart penanganan Covid-19 kepada pasien AF, kita semua berharap semoga nanti hasilnya negative dan dapat menghapus segala kecemasan masyarakat yang mana pasien AF menunjukan gejala Covid-19,” tutupnya.

Sembari menunggu hasil tes SWAB dari labor Unand, Satgas penananganan Covid-19 sudah melakukan tracking perjalanan pasien PDP serta meminta kepada masyarakat yang berkontak langsung dengan pasien AF untuk melakukan isolasi mandiri dirumah agar berjaga-jaga. (efa)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional