Menu

Pasien Meninggal Karena Covid-19 di Padangpanjang, Anak Pasien harus Mendapat Perhatian

  Dibaca : 79 kali
Pasien Meninggal Karena Covid-19 di Padangpanjang, Anak Pasien harus Mendapat Perhatian
ZOOM METTING—Ketua TP-PKK, dr. Dian Puspita Fadly Amran, didampingi Wakil Ketua II, Sri Hidayani, SE dan Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak DSPPKBPPPA, Syafriman Thaib, S.P, M.Si. ikuti zoom metting.

PADANGPANJANG, METRO–Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) meminta seluruh kepala Dinas PPPA untuk lebih memperhatikan anak-anak yang orang tuanya meninggal karena terpapar Covid-19.

Untuk memastikan itu, Kemen PPPA mengadakan Koordinasi Advokasi Data Anak yang Orangtuanya Meninggal Akibat Covid-19 dengan seluruh kepala Dinas PPPA melalui Zoom Meeting, Kamis (12/8).

Dari Padangpanjang, rakor ini diikuti secara virtual oleh Ketua TP-PKK, dr. Dian Puspita Fadly Amran, didampingi Wakil Ketua II, Sri Hidayani, SE dan Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak DSPPKBPPPA, Syafriman Thaib, S.P, M.Si.

Untuk memudahkan pendataan bagi anak-anak yang kehilangan orang tuanya karena terpapar Covid-19, Konsultan RapidPro dari UNICEF, I Made Suwancita dalam koordinasi ini, mendemokan pendataan menggunakan aplikasi RapidPRO lewat WhatsApp.

“Hanya menggunakan aplikasi WhatsApp dengan menghubungi 081119506161, petugas hanya menjawab dengan singkat sesuai dengan yang diarahkan mengenai data anak yang akan diinputkan. Data tersebut akan secara otomatis tersimpan ke database,” jelasnya.

Sementara itu Dirjen Rehabilitasi Sosial Kemen PPPA,  Harry Hikmat, mengatakan, untuk anak-anak yang umurnya di atas 12 tahun agar segera melakukan vaksinasi di lokasi masing-masing. Untuk menekan angka kasus Covid-19 pada anak-anak dan remaja.

“Dengan sudah adanya vaksinasi untuk anak-anak  usia 12-17 tahun, kami sangat berharap untuk segera melakukan vaksinasi, karena kita melihat berapa banyak anak-anak yang terpapar Covid-19,”ujarnya.

Secara nasional, kata Dian Puspita , Kementerian Sosial (Kemensos) mencatat ada 11.045 anak yang menjadi yatim, piatu, yatim piatu karena orang tuanya meninggal akibat Covid-19 per tanggal 20 Juli 2021.

Kemensos nantinya akan berupaya memfasilitasi anak-anak ini dalam pengasuhan, mengembalikan anak dengan keluarga besarnya, serta memfasilitasi pengasuhan alternative, seperti orang tua asuh atau pengasuhan di panti-panti. (rmd)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional