Menu

Pascakerusuhan di Wamena Papua, DUTI Bantu Perantau Minang Rp 2,5 Miliar

  Dibaca : 69 kali
Pascakerusuhan di Wamena Papua, DUTI Bantu Perantau Minang Rp 2,5 Miliar
SERAHKAN BANTUAN-Dewan Ulama Thariqah Internasional (DUTI) menyerahkan cek senilai Rp 2,5 miliar kepada Forum Sumbar Bersatu untuk membantu perantau Minang yang jadi korban kerusuhan di Wamena Papua. (banua siregar/posmetro)

PADANG, METRO – Melihat kondisi para perantau Minang pascakerusuhan di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua yang memprihatinkan, membuat banyak pihak tergerak untuk memberikan bantuan. Kali ini, bantuan itu datang dari Dewan Ulama Thariqah Internasional (DUTI) yang merupakan organisasi yang berisikan para ulama dari berbagai negara.

Tak tanggung-tanggung, bantuan yang diberikan untuk para korban di Wamena ini dengan total Rp52,5 miliar yang terbagi dalam dua bagian. Satu bagian, bantuan untuk perbaikan atau renovasi fisik bangunan sebesar Rp2,5 miliar yang diperuntukkan untuk perantau asal Sumbar yang menjadi korban kerusuhan Wamena.

Penyerahan dana bantuan Rp2,5 miliar ini diberikan langsung secara simbolis oleh Dewan Pembina organisasi Dewan Ulama Thariqah Internasional, Syekh Maulana Muhammad Ali Hanafiah Ar Rabbani, kepada Forum Sumbar Bersatu di Padang, Senin (7/10).

“Kita menunjuk Forum Sumbar Bersatu sebagai penyambung untuk menyalurkan bantuan itu. Sepenuhnya, bantuan selanjutnya akan disalurkan oleh Forum Sumbar Bersatu. Rp2,5 miliar hari ini kita serahkan, ini berbentuk fisik perbaikan. Forum Sumbar Bersatu kita tunjuk sebagai pelaksana di lapangan dalam pengelolaan bantuan ini,” kata Syekh Maulana kepada wartawan.

Syekh Maulana menjelaskan untuk Rp50 miliar, dana ini merupakan modal usaha bagi seluruh korban Wamena yang merupakan para perantau berasal dari daerah manapun. Dana ini akan diberikan nantinya yang direncanakan akan diberikan langsung oleh Dewan Ulama Thariqah Internasional.

“Bantuan kedua modal usaha ini kita siapkan yang dihimpun dari ulama berbagai negara. Untuk saat ini baru Rp2,5 miliar secara simbolis yang telah kita serahkan untuk perantau Minang. Semoga bantuan yang diserahkan ini bermanfaat bagi para perantau Minang untuk membangun kembali rumah ataupun tempat usahanya,” ungkap Syekh Maulana.

Perlu diketahui, Dewan Ulama Thariqah Internasional berdiri diawali dari pertemuan ulama Thariqah se-Sumbar yang diadakan beberapa tahun lalu. Kemudian dilanjutkan dengan pertemuan se-Sumatra hingga Asean. Pada tahun 2018, Dewan Ulama Thariqah bertranformasi menjadi internasional yang berpusat di Istanbul, Turki. Beberapa negara telah bergabung dalam Dewan Ulama Thariqah Internasional ini di antaranya, Maroko, Aljazair, Jerman, Prancis, Sudan, Mesir dan Amerika Serikat.

Sementara itu, Ketua Forum Sumbar Bersatu, Mahyusil Rahmat mengungkapkan, pihaknya mengapresiasi DUTI yang telah menyalurkan bantuan untuk para korban Minang di Wamena. Untuk menyalurkannya kepada para korban, pihaknya akan melakuka verifikasi data secara detail.

“Bagi mereka (korban) yang sudah kembali ke Sumbar dan ada yang bertahan di situ tentu kita utamakan yang masih bertahan di situ. Yang sudah kembali ke Sumbar kan juga sudah mendapatkan bantuan dari keluarga kita yang lain,” kata Mahyusil. (rgr)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional