Menu

Pascaditetapkan jadi Warisan Budaya Dunia, Tambang Batu Bara Ombilin semakin Digemari

  Dibaca : 139 kali
Pascaditetapkan jadi Warisan Budaya Dunia, Tambang Batu Bara Ombilin semakin Digemari
DIKUNJUNGI WAGUB— Pascaditetapkan menjadi warisan budaya dunia, tambang batu bara Ombilin Sawahlunto semakin diminati pengunjung. Pekan lalu, lokasi ini juga dikunjungi oleh Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit. (sumbar.travel.com)

SAWAHLUNTO, METRO – Peninggalan tambang batu bara Ombilin Sawahlunto resmi masuk ke dalam daftar warisan budaya dunia The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) dengan nama Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto.

Tentunya Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menyambut baik dengan hal tersebut, untuk itu perlu pembenahan sarana dan prasarana pendukung, seperti infrastruktur penunjang pariwisata, seperti jalan, hotel dan penginapan.

Pascaditetapkan sebagai warisan budaya dunia UNESCO, pada Sabtu 6 Juli 2019 yang lalu, Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit melakukan kunjungan ke Sawahlunto (Kota Arang) memantau kondisi terkini, Rabu (17/7).

Wagub Sumbar meminta supaya seluruh pihak mendukung persiapan Sawahlunto menjadi kota tujuan wisata, dengan memperbaiki semua fasilitas, termasuk transportasi perjalanan rel kereta api untuk pengangkutan batu bara yang menghubungkan enam kabupaten kota di Sumbar yaitu Padang, Padang Panjang, Kota Solok, Kabupaten Solok, Padang Pariaman dan Tanahdatar.

Wakil Gubernur beserta rombongan didampingi oleh Wali Kota Sawahlunto Deri Asta, Wakil Walikota Zohirin Sayuti dan General Manager PT BA UPO, Nan Budiman meninjau museum Tambang Batu Bara Ombilin, peninggalan jaman Belanda yang memamerkan beberapa peralatan yang digunakan untuk menambang batu bara di Ombilin sejak ratusan tahun lalu, Museum Goedang Ransoem, terus dilanjutkan ke Kantor Unit Penambangan Ombilin dan memasuki Lubang Tambang Mbah Suro.

Dalam peninjauan sejumlah museum tersebut, Nasrul Abit berharap dengan adanya warisan budaya dunia di Sawahlunto, bisa mendongkrak pariwisata Sumbar.

“Dampaknya tentu sangat besar, bisa meningkatkan pertumbuhan perekonomian daerah Sawahlunto, karena kita jadikan sebagai destinasi baru bagi wisata di Sumatera Barat. Untuk itu kita harus siap menyambut kedatangan para wisatawan baik dari dalam negeri maupun manca negara,” ucap Nasrul Abit.

Nasrul Abit menambahkan, Pemprov Sumbar akan segera mengkoordinasikan rapat pembahasan Badan Pengelola Ombilin dengan PT Bukit Asam, PT Kereta Api Indonesia, Pemko Sawahlunto dan enam kabupaten kota lain di Sumbar yang dilalui jalur rel kereta api pengangkut batu bara ke Pelabuhan Teluk Bayur, Padang.

Wagub mengatakan bahwa ke depan, pihaknya akan mengupayakan agar sejumlah ruas jalan di Sawahlunto dapat ditingkatkan statusnya menjadi jalan nasional. “Jalan Sawahlunto yang statusnya jalan provinsi, untuk sementara dalam pembenahan kita akan perbaiki, sudah ada dalam anggaran pemeliharaan kita,” kata Wagub Sumbar.

Namun karena ini Sawahlunto statusnya sebagai warisan budaya dunia (world heritage) juga mewakili Indonesia, maka perlu usulan ke pusat agar naik status menjadi jalan nasional.

“Kalau disetujui kita bisa mengajukan usulan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan memperlebar ruas jalan, agar akses ke Sawahlunto lancar,” sebut Nasrul Abit.

Sementara itu Wali Kota Sawahlunto Deri Asta sangat bersyukur atas pencapaian Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto Warisan Budaya Dunia UNESCO, di mana lahan bekas tambang PT Bukit Asam Tbk kini telah mampu berubah menjadi lokasi wisata hingga mampu masuk menjadi Warisan Budaya Dunia UNESCO.

“Kami akan bekerja sama dengan kabupaten dan kota terkait antara Pemerintah Kota Sawahlunto dengan PT Bukit Asam selaku pengelola pertambangan Ombilin dapat berjalan baik dan terus ditingkatkan,” ujarnya.

Selain itu Sawahlunto yang paling siap baik secara dokumen, komitmen dan berbagai unsur yang harus ada di dalamnya, termasuk komitmen dari lima daerah lain di sekitar Sawahlunto yang menjadi bagian dari sejarah perkembangan aktivitas kota industri batu bara masa lalu tersebut.

“Secara teknis kami sudah siap, namun tidak bisa bergerak sendiri untuk pengelolaan kota warisan budaya dunia ini, harus didukung oleh Pemprov dan Pemerintah Pusat serta dukungan dari semua pihak,” ungkap Deri Asta. (sumbar.travel.com)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional