Menu

Pascabom Bunuh Diri di Makassar, Tim Jibom Sterilisasi Gereja

  Dibaca : 71 kali
Pascabom Bunuh Diri di Makassar, Tim Jibom Sterilisasi Gereja
PENGAMANAN— Tim Jibom Gegana Satbrimob Polda Sumbar mendatangi sejumlah gereja di Kota Padang untuk melakukan pengecekan dan pengamanan.

PADANG, METRO
Pascaterjadinya bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar, Polda Sumbar mengerahkan Tim penjinak bom (Jibom) Gegana Satuan Brimob untuk mendatangi sejumlah gereja yang ada di Kota Padang untuk melakukan pengecekan dan memberikan rasa aman.

Terlihat Tim Jibom Gegana datang ke gereja Protestan di Indonesia Bagian Barat (GPIB) Jemaat Efrata Padang menggunakan dua unit kendaraan dinas dengan dilengkapi senjata laras panjang. Mereka kemudian tampak menjumpai pengurus gereja dan dilanjutkan dengan penyisiran di area gereja.

Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto mengatakan, kegiatan yang dilakukan personel upaya dalam rangka pencegahan dan pengecekan ke seluruh gereja. Hal itu sebagai bentuk upaya Polda Sumbar untuk antisipasi sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan.

“Tim Jibom dari Satbrimob memang sengaja kita kerahkan untuk melakukan pengecekan dan pengamanan pascakejadian di Gereja Katedral Makassar kemarin. Tujuannya supaya Sumbar tetap aman dan kondusif selalu terjaga seperti selama ini,” kata Satake Bayu, Senin (29/3).

Kombes Pol Satake Bayu menuturkan, Tak hanya di Padang, Satake Bayu mengungkapkan, antisipasi pengamanan sepertti ini tidak hanya dilakukan di sejumlah gereja di Kota Padang, melainkan ke seluruh gereja di Sumbar. Selain itu, pengamanan juga dilakukan di sejumlah objek vital seperti Bandara Internasional Minangkabau (BIM)

“Sesuai perintah dari Pak Kapolda, diperkuat lagi pengawasan dan monitoring melalui kegiatan penjagaan tempat-tempat ibadah dan patroli. Ini juga bagian dari antisipasi menjelang perayaan Paskah yang akan dilaksanakan pada 2 April 2021,” jelasnya.

Meski begitu, Kombes Pol Satake Bayu  meminta masyarakat di Sumbar tetap tenang dan pastinya Polri dalam hal ini Polda Sumbar dan jajarannya akanmenjamin keamanan sehingga tidak menimbulkan kekhawatiran secara berlebihan.

“Kita meminta masyarakat Sumbar tidak usah takut. Polri selalu ada di tengah masyarakat untuk memberikan rasa aman. Mari kita jaga Sumbar tetap kondusif dengan mencegah munculnya sikap intoleransi termasuk paham radikalisme,” tegasnya.

Sementara itu Pengurus Gereja Protestan Indonesia bagian Barat (GPIB) Jemaat “EFRATA” Padang, Jovan mengatakan, pihaknya menyambut baik bentuk antisipasi pengamanan dari pihak kepolisian tersebut. Pihaknya juga mendukung apa yang disampaikan oleh Kapolri, juga Kapolda Sumbar dan pihak keamanan yang memberikan kenyamanan dan keamanan dalam beribadah.

“Polisi memberikan arahan jika ada hal yang mencurigakan agar segera melapor. Ini bentuk atensi, bahwa Polda Sumbar akan melakukan pemeriksaan secara rutin, tidak disebutkan kapan. Mereka lebih menekankan agar pihak gereja jangan takut, kami selalu bersama,” ucapannya.

Diejlaskan Jovan, terkait kedapatangan tim Jibom Gegana Satbrimob merupakan antisipasi dari pihak Polda Sumbar terkait adanya bom bunuh diri yang terjadi Makassar kemarin. Meskipun begitu, pihaknya tetap berpandangan bahwa kawasan Sumbar masih kondusif.

“Kami tetap berpandangan bahwa Sumbar masih kondusif. Meskipun kita sama-sama tahu bahwa ada beberapa berapa penangkapan terduga teroris di Sumbar belakangan ini. Kami juga sudah mendapat imbauan dari pusat untuk berjaga. Kami berharap dukungan dari semua masyarakat dan semua umat beragama sehingga dapat hidup berdampingan tanpa adanya rasa ketakutan,” ujarnya.

Polisi Perketat Penjagaan di BIM
Selain di gereja, penjagaan juga dilakukan di Bandara Internasional Minangkabau (BIM). Hal itu terlihat dari kegiatan Polsek Bandara Internasional Minangkabau yang melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan baik roda dua maupun lebih, yang akan masuk ke BIM.

Kapolsek Bim, Iptu Ade Saputra mengatakan, pihaknya melakukan pemeriksaan ketat terhadap setiap kendaraan yang akan masuk ke BIM dengan memeriksa barang bawaan dan menggunakan metal detektor. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi agar kejadian seperti di Makassar tidak terjadi di Sumbar.

“Bandara merupakan salah satu objek vital. Makanya kita lakukan pengamanan yang ketat. Dalam operasi antisipasi tersebut, seluruh kendaraan yang melintas baik kendaraan roda 2 maupun lebih, diminta berhenti untuk diperiksa muatannya, dengan menggunakan alat pendeteksi,” ungkap Iptu Ade.

Iptu Ade Saputra mengungkapkan, selain memperketat pengawasan di areal pintu masuk bandara, petugas juga disiagakan di area kedatangan penumpang, dengan tetap melakukan pemeriksaan terhadap penumpang, baik yang baru mendarat maupun penumpang yang akan meninggalkan bim.

“Pemeriksaan ketat di pengunjung BIM akan dilakukan secara rutin guna menciptakan suasana aman, tertib dan terkendal. Sejauh ini, pengawasan yang dilakuka berjalan optimal di kawasan Bandara Internasiaonal Minangkabau,” pungkasnya. (rgr)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional