Menu

Pasca pencabutan SE Larangan Pesta, Baralek semakin Marak

  Dibaca : 244 kali
Pasca pencabutan SE Larangan Pesta, Baralek semakin Marak
Ilustrasi

ANDURING, METRO
Pascapencabutan larangan baralek, kini banyak masyarakat melakukan hajatan. Mereka menggelar baralek seperti biasa. Seperti yang terlihat di kawasan Anduring, Pasar Ambacang, Tunggul Hitam, Korong Gadang, Alai Parak Kopi dan di beberapa titik lainnya di Kota Padang, Sabtu (9/1) dan Minggu (10/1).

Di Pasar Ambacang, masyarakat menggelar pesta dengan memajang tenda di badan jalan. “Sepertinya sudah biasa saja keadaannya. Sudah normal lagi, yang pakai masker banyak juga, yang melanggar banyak juga,” ujar Neni (36), salah seorang warga.

Semuanya, kata Neni tergantung masyarakat. Sebab risikonya ditanggung masing-masing. Menurutnya, pemerintah cuma perlu terus melakukan sosialisasi, tapi penerapannya tetap diserahkan pada masyarakat.

“Kita tak bisa paksa paksa orang pakai masker. Mereka bisa marah, kecuali memang petugas yang menegur mereka. Atau kita saja yang menghindar,” tandas Neni.

Warga lain, Ema (45) mengatakan, bahwa corona sangat rentan terkena bagi orang yang biasa di ruang tertutup dan ber-AC. Sementara bagi masyarakat jelata yang berpanas panas terik setiap hari, bisa lebih tahan terhadap penyakit tersebut. ”Saya berpanas-panas tiap hari, pergi baralek ke sana ke sini. Alhamdulillah, tak ada masalah. Semuanya aman-aman saja,” sebutnya.

Menurutnya corona tak perlu ditakuti sepanjang tak punya penyakit bawaan. Tapi jika tak punya riwayat penyakit berat, tidak perlu kwawatir. “Tak usah terlalu dikhawatirkan. Justru ketakutan yang akan membuat tubuh lemah,” katanya.

Kepala Satpol Padang, Alfiadi sebelumnya mengatakan, pengawasan terhadap prokes tak hanya menjadi tanggungjawab OPD tersebut semata. Tapi semua unsur, terutama kelurahan lebih dekat dengan masyarakat. ”Artinya pengawasan tetap kita jalankan. Yang tidak mematuhi protokol kesehatan kita tegur. Atau kalau tak juga mematuhi protokol kesehatan, ya dibubarkan,” tandasnya.

Sebelumnya, Pemko Padang sempat melarang pelaksanaan baralek dengan dikeluarkannya Surat Edaran (SE) Wali Kota Nomor 870.743/BPBD-Pdg/X/2020 tanggal 12 Oktober 2020 perihal Larangan Pesta Perkawinan. Kemudian pada awal Desember 2020, Pemko Padang mengeluarkan SE yang membolehkan kembali menggelar pesta pernikahan seperti biasa.

Dalam edaran Nomor 870.921/BPBD-Pdg/XII/2020 dan ditandatangani oleh Plt Wako Hendri Septa tersebut, dituliskan bahwa alasan untuk memperbolehkan baralek karena sudah mulai melandainya penyebaran virus Covid-19.

Selain itu, kebijakan ini sekaligus sebagai upaya Pemko kembali meningkatkan ekonomi masyarakat. Dalam SE itu disebutkan, pelaksanaan pesta perkawinan wajib memenuhi aturan prokes. Yakni wajib pakai masker bagi pengantin, tamu, tuan rumah, wajib menyediakan nasi kotak, wajib menyediakan tempat cuci tangan, dan kapasitas maksimal 50 persen dari kapasitas normal.

Kemudian, wajib melakukan cek suhu tubuh terhadap tamu dan pelaku pesta, wajib melakukan disinfeksi pada ruangan, gedung, tenda di lokasi pesta, acara orgen tunggal hanya sampai pukul 24.00 WIB. Itupun tidak dibenarkan untuk menghadirkan penyanyi erotis atau saweran. Selanjutnya, pelaku pesta juga wajib membuat surat pernyataan untuk mendapatkan rekomendasi dari lurah.

Dalam SE ini disebutkan aturan bagi pelaku usaha seperti kafe, rumah makan, restoran, bar, tempat hiburan lainnya. Yakni, mewajibkan pengelola dan pengunjung pakai masker, wajib menyediakan tempat cuci tangan, sabun dan hand sanitizer. Wajib menjaga jarak aman meja, mematuhi kapasitas 50 persen dari kapasitas ruangan, wajib tes swab berkala, mengutakan layanan take a way atau bawa pulang. (tin)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional