Close

Pasca keracunan Murid SD 29 Gunung sariak,Guru Wajib Awasi, Murid harus Bawa Bekal dari Rumah

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayan (Disdikbud) Kota Padang, Habibul Fuadi menyampaikan kasus keracunan yang menimpa puluhan siswa di SD N 29 Gunung Sarik, Kecamatan Kuranji, Selasa (11/1) di luar wewenang pihak sekolah dan Disdikbud Kota Padang.

AZIZ CHAN, METRO–Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayan (Disdikbud) Kota Padang, Habibul Fuadi menyampaikan kasus keracunan yang menimpa puluhan siswa di SD N 29 Gunung Sarik, Kecamatan Kuranji, Selasa (11/1) di luar wewenang pihak sekolah dan Disdikbud Kota Padang.

“Kita tidak bisa melarang anak berbelanja di luar, apalagi saat anak-anak belum memulai proses belajar mengajar,” ujar Habibul, Rabu (12/1).

Ia menyampaikan, pihak sekolah dapat mencegah anak beristirahat keluar di saat waktu proses belajar mengajar masih berlangsung dan belum habis. Kecuali izin ke toilet. “Tanggung jawab majelis guru mengawasi memang sampai depan pagar sekolah. Namun itu ada batasannya. Tak semua permintaan anak dilarang. Menyalahi pula kita nanti,” ucapnya.

Sementara, untuk aktivitas pedagang buka lapak di luar gerbang sekolah di banyak titik di Padang, lanjutnya, tidaklah wewenang dinas melarangnya, melainkan petugas Satpol PP. “Pengawasan hanya di dalam lingkungan sekolah dilaksanakan. Jika sekolah telah close, tugas guru sekolah usai,” papar Habibul.

Ia mengingatkan, kepada semua majelis guru, untuk menyuruh anaknya membawa bekal dari rumah serta melarang anak berbelanja di luar pada saat jam pelajaran masih berjalan. Jika tidak mau ditegur, pihak sekolah mesti lapor ke wali murid.

“Kita juga meminta kepada wali murid agar menyiapkan kebutuhan anak pergi sekolah. Supaya hal yang tidak diinginkan tidak terjadi dan kesehatan anak terjaga,” paparnya.

Dirut RS Rasyidin Padang, Herlin menyampaikan kondisi puluhan siswa keracunan telah membaik dan mereka telah pulang sebagian. “Saat ini 3 orang pasien masih dirawat selebihnya pulang, kemarin,” ucapnya.

Ia mengatakan, perawatan intensif bagi pasien yang tinggal akan terus diberikan sampai kondisi stabil.

Terpisah, Ketua Komisi IV DPRD Padang, Mastilizal Aye meminta kepada wali murid untuk selalu siapkan bekal anak dan tidak membiarkan mereka jajan di luar. “Wali murid jangan lepas tangan saja. Sekolah tentu tidak bisa mengawasi diluar kewenangannya,” ujar kader Gerindra ini.

Untuk melarang pedagang buka lapak di luar gerbang lanjutnya tidak bisa semena-mena dicegah, sebab mereka butuh hidup. Namun pedagang diminta menyajikan makanan yang sehat. ”Peranan BPPOM turun diminta dalam hal ini menguji ke higienis makanan. Selera seseorang mana bisa kita larang,” paparnya.

Diduga Keracunan

Diduga akibat keracunan makanan jajanan di luar sekolah, puluhan siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 29 Gunuang Sariak, Kecamatan Kuranji, Kota Padang dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Rasidin Padang, Selasa (11/1).

Puluhan siswa yang terdiri dari siswa kelas 1 sampai 6 tersebut dirawat oleh petugas kesehatan di ruang IGD RSUD dr. Rasidin Padang. Siswa-siswi tersebut dipasangkan selang infus sebagai penanganan pertama.

Mayoritas anak mengeluhkan pusing, mual, dan lemas setelah memakan jajanan atau makanan ringan yang dijual di depan sekolah mereka. Tak hanya siswa, beberapa masyarakat umum dan ibu hamil juga dirawat karena diduga mengkonsumsi makanan yang sama.

Wakil Kepala SDN 29 Gunuangng Sariak, Afrizal mengatakan, peristiwa yang diduga keracunan tersebut terjadi sekitar pukul 08.00 sampai pukul 10.00. Puluhan siswa yang sedang belajar di kelas mengeluhkan kepada guru bahwasanya mereka pusing dan muntah-muntah.

“Jadi satu per satu siswa mengeluh pusing dan mual, lalu kami menyuruh sebagian mereka pulang terlebih dahulu untuk istirahat, namun tidak satu siswa yang mengalami kondisi itu, tapi puluhan siswa,” katanya.

Dijelaskan, sebelumnya diduga para siswa ini sempat berbelanja atau mengkonsumsi sejumlah jajanan yang berada di depan sekolah. Keterangan itu diperkuat oleh pengakuan para siswa yang mengalami mual, pusing, dan lainnya.

“Jadi karena jumlahnya banyak kami berinisiatif untuk membawa anak-anak kami itu baik dengan motor maupun mobil ke RSUD dr Rasidin Padang untuk penanganan lebih lanjut,” jelasnya.

Pihaknya juga sempat mengamankan beberapa sampel makanan yang diduga dimakan oleh para siswa tersebut. Sampel jajanan yang diamankan itu berupa bakso bakar, makanan jagung susu keju (Jasuke), dan beberapa jajanan lainnya.

“Sampel itu kami amankan untuk diberikan kepada pihak RSUD dan instansi terkait untuk diperiksa dan membuktikan apakah jajanan tersebut yang membuat anak-anak kami pusing dan mual hebat,” ungkapnya.

Lebih lanjut Afrizal menyampaikan, jumlah siswa yang mengalami keluhan pusing dan mual setelah memakan jajanan sekolah yakni sebanyak 31 orang. Siswa tersebut duduk di kelas 1 sampai 6 SD. Tak hanya siswa, lima orang masyarakat umum yang terdiri dari dua wali murid, dua orang balita, dan satu  ibu hamil juga mengalami hal serupa. (ade)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top