Menu

Pasca Kepala OPD Positif Covid-19, ASN Dilarang Ngantor dan Keluar Rumah

  Dibaca : 479 kali
Pasca Kepala OPD Positif Covid-19, ASN Dilarang Ngantor dan Keluar Rumah
Abdul Rahman

SOLSEL, METRO
Pasca keluarnya hasil Swab dan dinyatakan satu kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) positif Covid-19, sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat yang diambil sampelnya akibat mengalami kontak langsung dengan pasien positif BM (56). Maka, dilarang untuk melakukan aktivitas, baik ke kantor atau tempat lainnya. Intinya mereka diisolasi dan hanya di rumah saja. Instruksikan untuk sementara waktu dilarang beraktivitas, baik beraktivitas ke kantor, maupun ke tempat-tempat lainnya, hal ini sesuai protokol yang ada.

“Mereka yang diambil Swab yakni para ASN dan masyarakat karena terkontak langsung, untuk tidak ke kantor atau keluar rumah dulu. Saya minta untuk mematuhi protokol yang ada hingga hasil Swab keluar,” ujar Plt Bupati Solok Selatan (Solsel) H Abdul Rahman, Jumat (5/6).

Dijelaskannya, sebagai Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Solsel, dia telah menginstruksikan OPD terkait agar dilakukan penelusuran riwayat kontak secara cepat dan menyeluruh terhadap para ASN, baik yang pernah kontak erat untuk diambil sampelnya. Hal ini bertujuan agar segera terdeteksi dan dapat diambil penanganan secara cepat guna memutus mata rantai penyebarannya.

“Seperti halnya kasus di KPGD, kita harus segera melakukan upaya penelusuran dengan cepat guna memutus rantai penyebarannya. ASN dan masyarakat yang pernah merasa kontak dengan yang bersangkutan, untuk segera melapor dan diambil sampelnya. Diharapkan mereka yang pernah kontak langsung untuk jujur,” ujar Novirman.

Menurutnya, untuk memutus mata rantai dan mengetahui yang pernah kontak langsung, diminta agar para ASN dan masyarakat untuk jujur. Karena dengan mereka lah yang tahu sendiri.

Sementara itu Juru Bicara Gugus Tugas yang juga Kepala Dinas Kesehatan Solsel, Novirman mengatakan, bahwa pihaknya telah langsung memulai penelusuran dan pengambilan sampel sejak kemarin. Pengambilan sampel juga dilanjutkan pagi tadi (Jumat-red) di perkantoran BPBD Solsel dan Puskesmas Muara Labuh.

Disamping penelusuran yang dilakukan pihaknya, ia juga meminta kepada seluruh ASN dan juga masyarakat, agar melaporkan dirinya, jika pernah merasa kontak erat dengan pasien positif BM. “Jika merasa pernah melakukan kontak langsung dengan pasien positif Covid-19, diminta untuk segera melaporkan diri,” kata Novirman.

Dikatakan, saat ini kondisi pasien positif tersebut, kondisinya dalam keadaan sehat dan stabil, serta tidak bergejala. Pagi Jumat, khusus pasien beserta istri dan anak-anaknya dilakukan pengambilan sampelnya di RSUD Solsel.  “Istri dan 3 orang anak beliau di Solsel. Pagi tadi, diambil sampelnya di RSUD, termasuk BM sendiri juga diambil kembali. Halnini karena sudah 7 hari sejak diambil sampel pertamanya. Mudah-mudahan besok hasilnya sudah bisa ketahui, karena khusus keluarga pasien positif, hasilnya bisa dipercepat keluarnya,” sebut Novirman. .(afr)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional