Close

Pasbar Terus Tata dan Kelola Keberadaan Pedagang

Bupati Pasbar Hamsuardi, Wakil Bupati Risnawanto, Sekretaris Daerah Hendra Putra, para Asisten, Staf Ahli, kepala OPD dan stakeholder terkait melakukan peninjauan tempat berjualan UMKM Pedagang Kaki Lima (PKL) di Jalan Jalur 32, Rabu (11/5) kemarin.

PASBAR,METRO–Keberadaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan pedagang di Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), sangat penting untuk menunjang peningkatan ekonomi masyarakat.  Tentunya, juga harus dikelola serta di tata dengan baik agar semua pihak merasa nyaman dan terbantu, sehingga jalan umum tidak terganggu, taman atau lingkungan tidak rusak, serta sampah dapat dikelola dengan baik.

Memastikan hal tersebut, Bupati Pasbar Hamsuardi, Wakil Bupati Risnawanto, Sekretaris Daerah Hendra Putra, para Asisten, Staf Ahli, kepala OPD dan stakeholder terkait melakukan peninjauan tempat berjualan UMKM Pedagang Kaki Lima (PKL) di Jalan Jalur 32, Rabu (11/5) kemarin.

Lokasi jualan UMKM khusus PKL itu baru saja dipindahkan oleh Pemda Pasbar dari depan Kantor Pengadilan Negeri dan Depan kantor Kejaksaan ke jalan Jalur 32 tersebut. Peninjauan juga dilakukan pada Pembangunan Pusat Kuliner di belakang kantor PMI.

Setelah melakukan peninjauan, stakeholder terkait yang dipimpin oleh Wakil Bupati Risnawanto itu langsung melakukan rapat tentang penataan Ke­beradaan UMKM tersebut di ruangan balkon kantor bupati setempat.

Bupati Pasbar Hamsuardi mengatakan, kebe­radaan UMKM khusus PKL memiliki peran yang cukup besar dalam meningkatkan ekonom, karena ma­syarakat aktif untuk meningkatkan ekonomi di dalam keluarga. Namun, semua pihak juga harus memikirkan bagaimana keindahan, ketertiban dan kebersihan tetap terjaga. “Masyarakat kita yang berjualan itu tidak kita larang. Namun, kita atur bagaimana mereka bisa menjaga kebersihan, menjaga lingkungan tetap indah dengan tidak menginjak rumput dan membunuh bunga di taman,”kata Hamsuardi.

Sementara itu, Wakil Bupati Risnawanto me­ngatakan ,bahwa PKL harus di tata dengan baik sehingga tidak menimbulkan kerugian disegi apapun, termasuk kerugian pada lingkungan, salah satunya yaitu sampah.

“Kita melakukan pendekatan dengan baik kepada pedagang-pedagang itu. Bagaimana gerobak ber­dagang mereka terlihat indah dan rapi. Tapi, jangan pula membuat lapak atau gerobak yang permanen di sana,”kata Risnawanto.

Risnawanto menambahkan bahwa jalan jalur 32 merupakan wajah Kabupaten Pasbar, namun, karena kecintaan dan mendukung UMKM di Bumi Mekar Tuah Basamo maka Pemda membangun pusat kuliner yang saat ini sedang dalam proses pembangunan.

“Makanya, keberadaan mereka kita tata dengan baik. Kita koordinasikan ini dengan OPD terkait seperti Satpol PP, Dishub, Koperindag, Dinas Lingkungan Hidup. OPD ini masing-masing punya tugas agar PKL tertata dengan baik,”ujarnya. (end)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top