Menu

Pasarkan Produk secara Daring, Pemko Pariaman Latih Puluhan Pelaku UKM

  Dibaca : 152 kali
Pasarkan Produk secara Daring, Pemko Pariaman Latih Puluhan Pelaku UKM
PASANGKAN KOKARDE— Wakil Wali Kota Pariaman, Mardison Mahyudin memasangkan kokarde tanda peserta pelatihan kepada salah satu pelaku UKM.

PARIAMAN, METRO
Disperindagkop dan UKM Kota Pariaman melatih puluhan pelaku usaha kecil menengah (UKM) untuk menjual produknya secara dalam jaringan atau daring. Pelatihan ini dilaksanakan guna mengatasi sulitnya memasarkan produk di masa pandemi Covid-19.

Wakil Wali Kota Pariaman, Mardison Mahyudin mengatakan, Pariaman merupakan kota wisata, jasa, dan perdagangan. Sehingga banyak warga menjadi pelaku usaha yang tentunya dituntut memiliki pemahaman dan kemampuan sesuai dengan perkembangan zaman.

“Namun saat ini terjadi pandemi Covid-19 yang mengakibatkan terjadinya penurunan kunjungan wisatawan dan berdampak pada omzet pelaku usaha. Sehingga pelaku usaha tersebut harus dapat menyesuaikan pemasaran produknya dengan perkembangan teknologi agar dapat bertahan,” ujar Mardison.

Ia menjelaskan, untuk dapat bertahan maka pemasaran produk tidak saja dapat dilakukan dengan cara konvensional namun juga daring. Yaitu dengan memanfaatkan platform pasar daring baik yang disediakan oleh pemerintah maupun swasta.

“Dengan pemasaran produk secara daring maka jangkauannya tidak saja skala daerah namun bisa tingkat nasional dan bahkan internasional. Untuk itu, maka mereka harus dilatih agar produk yang dipasarkan melalui daring tersebut terlihat menarik,” katanya.

Ia menyampaikan, produk makanan dan kerajinan asal Pariaman tidak kalah dengan daerah lain. Namun yang perlu diperbaiki yaitu kemasan agar pembeli tertarik membelinya. “Oleh karena itu, hari ini dilatih bagaimana cara memasarkan produk secara daring dengan bentuk yang menarik,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM Kota Pariaman Gusniyetti Zaunit mengatakan ada 7.839 pelaku usaha di daerah itu yang semua terdampak pandemi Covid-19. “1.040 pelaku usaha dari 7.839 tersebut usahanya betul-betul terdampak sehingga sekarang berusaha kadang tidak,” ungkapnya.

Untuk itu, lanjut Gusniyetti, pihaknya berupaya meningkatkan semangat pelaku usaha tersebut sehingga mau rutin kembali menjalankan usahanya. Ia mengatakan, pihaknya tidak saja melatih pelaku usaha tersebut dengan mendatangkan narasumber, namun juga membimbingnya sehingga usahanya dapat berkembang kembali. (z)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional