Menu

Pasar Tabing Membara, 20 Kios Hangus Terbakar Kerugian Ditaksir Rp6 Miliar

  Dibaca : 131 kali
Pasar Tabing Membara, 20 Kios Hangus Terbakar Kerugian Ditaksir Rp6 Miliar
Membara— Pasar Tabing, Kecamatan Kototangah, Padang, Kamis (6/12) pagi membara. 20 kios hangus dan barang-barang di dalamnya tak bisa diselamatkan.

PADANG, METRO – Pasar Tabing yang berada Kelurahan Bungo Pasang, Kecamatan Kototangah mengalami kebakaran hebat, Kamis (6/12) sekitar pukul 03.00 WIB. Akibatnya 20 kios milik pedagang yang berisikan barang dagangan habis terbakar. Ditaksir total kerugian mencapai Rp6 miliar lebih.

Di dalam pasar yang masih status pasar tradisional itu menjual berbagai kebutuhan pokok, pakaian, pecah belah, mainan, hingga toko emas dan kini hanya tinggal puing-puing hitam. Beruntung dalam kejadian itu tidak ada korban jiwa karena pada saat terjadinya kebakaran pasar tutup.

Namun, dikabarkan salah satu warga sempat terkena luka bakar akibat jilatan api. Tetapi kondisi warga tersebut hanya mengalami luka bakar ringan. Setelah berhasil dipadamkan, kawasan pasar itu telah dipasang garis polisi untuk kepentingan penyelidikan mengungkap pasti penyebab kebakaran.

Sementara itu, para pedagang hanya bisa pasrah meratapi kiosnya dan barang dagangannya yang telah habis terbakar. Mereka mendatangi kiosnya masing-masing dan memilah-milah barang dagangan yang masih tersisa di balik puing-puing atap toko yang sudah ambruk terbakar.

Seorang pedagang harian, Elis mengatakan, saat kejadian dia sedang berada di rumahnya di kawasan Simpang Damri—tak jauh dasri lokasi. Ia mengetahui terjadinya kebakaran setelah mendengar raungan sirene mobil pemadam kebakaran yang membuatnya terjaga.

”Saya terbangun, langsung keluar rumah dan saya lihat api sudah sangat besar dari atas pasar. Saya tidak bisa berbuat apa-apa, dan seluruh barang dagangan saya habis terbakar. Usaha ini satu-satunya mata pencarian saya, dan bahkan modal usaha ini saya kredit,” Elis.

Sama halnya dengan Muhammad (42) pedagang kebutuhan pokok yang mengontrak toko di pasar itu. Dia mengontrak toko itu sejak tiga tahun belakangan, dan mengetahui kiosnya terbakar, sang istri langsung shock, karena semua barang dagangan habis terbakar.

”Saya tahu toko kebakaran dari teman yang datang ke rumah sekitar pukul 04.00 WIB. Saya bergegas ke pasar, tapi tidak ada yang bisa diselamatkan. Saya punya anak tiga orang dan hasil dari berdagang inilah yang menjadi tumpuan hidup kami. Yang namanya musibah mau gimana lagi. Tapi saya harus bangkit,” kata Muhammad.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang, Hendrizal Azhar mengatakan kebakaran yang terjadi di pasar Tabing ini menyebabkan sekitar 20 kios dan ada juga kios sekaligus rumah. Sebagian besar kios yang terbakar bangunannya berbahan semi permanen.

”Tidak ada korban jiwa. Namun, berdasarkan informasi di lapangan dilaporkan ada yang terkena luka bakar ringan. Sebagian besar barang dagangan habis terbakar karena pada saat kejadian pasar dalam keadaan tutup. Informasi awal korstleting listrik, tapi kepastiannya kewenangan polisi,” kata Endrizal

Endrizal menuturkan untuk memadamkan diturunkan 10 armada pemadam kebakaran. Bangunan yang berbahan semi permanen membuat penyebaran api sangat cepat dan membesar. Dalam waktu lebih dari tiga jam api berhasil dipadamkan.

“Meskipun telah padam, kita lakukan penyiraman secara terus menerus untuk menghindari adanya api susulan. Dalam melakukan pemadaman, tidak ada ditemukan kendala, namun ramainya warga yang ingin menyaksikan sempat membuat anggota terganggu tapi hal ini dapat diatasi,” ungkap Endrizal.

Kapolsek Kototangah Kompol Joni Darmawan mengatakan, saat terjadinya kebakaran pihaknya langsung mendatangi lokasi untuk memberikan pengamanan agar mengantisipasi penjarahan terhadap barang dagangan milik pedagang dan juga memberikan ruang bagi petugas pemadam melakukan pemadaman.

“Pada umumnya semua barang dagangan milik pedagang di dalam toko-toko yang terbakar habis semua. Tidak sempat dikeluarkan karena api sangat besar. Kerigian ditaksir mencapai 6 miliar. Di lokasi sudah dipasang garis polisi dan juga ditempatkan personil untuk menjaga lokasi,” kata Joni.

Kompol Joni menjelaskan pihaknya masih terus melakukan penyelidikan dengan memintai keterangan dari saksi-saksi untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran. Informasi dari saksi, sebelum terjadi kebakaran sempat tersengan suara letusan tapi sumbernya belum diketahui.

“Saksi melihat api sudah membesar dan membakar bangunan kios tersebut. Api dengan cepat menyebar ke bangunan kios lainnya. Tentunya untuk memastikan penyebab dilakukan penyelidikan dulu dan kita mengumpulkan bukti-bukti ataupun petunjuk di lokasi kejadian,” pungkasnya. (rgr)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional