Close

Pasangan Selingkuh Umbar Nafsu di Kandang Itiak

mesum 2
ilustrasi

LIMAPULUH KOTA, METRO–Ada-ada saja ulah ibu enam anak yang sudah berumur 45 tahun ini. Saat suaminya pergi minum kopi di kedai, wanita dengan inisial Y ini, nekat mengumbar nafsu birahinya dengan seorang pria lajang, di Jorong Balai Gadang Ateh, Nagari Mungo, Kecamatan Luak, Kabupaten Limapuluh Kota. Aksi tak bermoral itu dilakukan Y dengan pacar gelapnya, At (30) di dalam kandang itiak (bebek), Rabu (20/4) malam sekitar pukul 22.30 WIB.

Nahas ketika nafsu birahi di ubun-ubun, sejoli tanpa ikatan perkawinan itu, tertangkap oleh petugas Linmas yang sedang patroli. Kontan saja, kedua petugas Linmas, Rudi dan Nanda melihat pemandangan yang tidak biasa di malam gelap di dalam kandang itik milik Y itu, langsung marah. Mereka langsung menangkap Y dan pacar gelapnya asal Tanjuang Tangah, Nagari Mungo itu.

Tidak lama kemudian, informasi tertangkap basahnya pasangan di mabuk cinta itu cepat menyebar, sehingga warga sekitar langsung keluar rumah. Warga benar-benar berang. Kedua pasangan ini langsung diarak ke kantor Wali Nagari Mungo.

Kaur Nagari Mungo, Dodi didampingi Kapalo Jorong Balai Gadang Ateh, Afdil Dt Putiah, mengatakan kasus mesum itu terjadi ketika suami dari Y sedang minum di kedai kopi, tidak jauh dari rumahnya. Setelah sang suami pergi, Y pun mulai “beraksi” dengan pacar gelapnya.

Diduga jalinan Y dan kekasih mudanya itu sudah berlangsung lama. Sebenarnya kecurigaan masyarakat dan pemuda sekitar sudah lama timbul. Namun, untuk memastika hubungan terlarang itu warga perlu bukti kuat.
Akhirnya, pada Rabu petang, warga memantau gerak-gerik dari At. Hingga pukul 22.30 WIB, warga berhasil memergoki keduanya tengah bercinta di kandang itiak, yang berada di belakang rumah ibu enam anak itu.

”Keduanya ditangkap sedang on,” ujar Dodi dan Afdil Dt. Putiah.
Untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mesum Y dan At, keduanya langsung disidangkan sesuai dengan Peraturan Nagari (Pernag). Keduanya dikenakan hukum nagari yakni, di denda 8 emas (masing-masing dikenakan denda 4 emas).

”Tapi sanksi denda emas itu dibayar 3 bulan mendatang, karena keduanya tidak punya uang,. Mereka berutang dulu,” ungkap Dodi dan Afdil Dt. Putiah.

Menurut Dodi dan Afdil Dt Putiah, terhadap saksi adat yang telah dilanggar kedua insan itu akan ditentukan oleh ninik mamak, termasuk hukum pidana akan diusut oleh penegak hukum. “Tapi yang jelas, suami wanita Y bernama NA, sepertinya tidak mempersoalkan kasus mesum yang dilakukan istrinya,” pungkas Dodi.

Terpisah, Kapolsek Luhak AKP Julianson menyebut, kasus dugaan mesum yang dilakukan pasangan sejoli tanpa ikatan pernikahan itu sudah diselesaikan di tingkat nagari. Kemudian pihak terkait juga tidak ada melaporkan secara resmi tentang kasus itu kepada polisi.

”Kita dapat kabar dari petugas Babin di lapangan. Namun permasalahannya sudah diselesaikan di tingkat nagari. Kemudian juga tidak ada pihak-pihak yang melapor secara resmi, karena memang sudah selesai di tingkat nagari,” pungkas Kapolsek. (us)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top