Menu

Pasangan Ilegal, Waria dan Pemandu Karaoke Diamankan

  Dibaca : 177 kali
Pasangan Ilegal, Waria dan Pemandu Karaoke Diamankan
DIAMANKAN— Pol PP Padang mengamankan sejumlah pasangan ilegal, Waria dan wanita pemandu karaoke di beberapa lokasi berbeda.

PADANG, METRO – Satpol PP Kota Padang menggencarkan pemberantasan seluruh bentuk penyakit masyarakat (pekat) khususnya maksiat. Kali ini, petugas penegak perda itu melakukan razia di hotel kelas melati dan tempat hiburan malam, Selasa Rabu, (7/11) dini hari.

Dalam razia ini, sebanyak 21 orang yang diamankan petugas di beberapa titik di Kota Padang. Dari 21 orang yang diamankan itu terdiri dari empat pasangan bukan suami istri di dua hotel melati, sepuluh wanita pemandu karaoke, dua waria dan satu pria penikmat waria.

Penertiban yang diawali petugas di salah satu hotel kawasan Bungus Teluk Kabung (Bungtekab). Disana petugas mengamankan tiga pasangan bukan suami istri, diteruskan petugas penertiban hotel kawasan Pondok. Petugas mendapati adanya pasangan yang bukan suami istri berada dalam satu kamar hotel. Saat ditanya surat nikah pasangan tersebut tidak bisa melihatkannya kepada petugas.

Petugas melanjutkan, pengawasan dan penertiban pada kafe-kafe yang tidak memiliki izin kawasan Pondok dan Lubuk Begalung. Di Bukit Asam, petugas mendapati satu kafe yang masih buka dan mengamankan 10 orang wanita yang diduga sebagai pemandu kafe.

Plt Kasat Pol PP Kota Padang, Yadrison mengatakan, pihaknya secara bertahap, akan terus melakukan pengawasan terhadap hotel-hotel yang melanggar aturan, termasuk kafe atau tempat hiburan malam yang tidak memiliki izin yang masih berani beroperasi dengan menyediakan wanita malam.

”Nantinya tanpa dijadwalkan, Satpol PP akan terus melakukan razia pekat terutama menertibkan hotel yang melanggar Perda dan kafe yang tidak mengantongi izin. kita berkomitmen untuk segera menutupnya,” tegas Yadrison.

Yadrison menambahkan, pihaknya menertibkan 21 orang di beberapa titik yang ada di Padang. Razia pekat merupakan razia rutin untuk pemberantasan pekat. Seluruh yang diamankan ini telah diperiksa dan didata di Mako Pol PP Padang. Penyidik pegawai negeri sipil (PPNS) juga telah memintai keterangan dari 14 wanita yang diduga pemandu karaoke.

”Penertiban hotel, kafe dan warung remang remang sebagai bentuk komitmen dalam memberantas maksiat yang sudah diatur dalam Peraturan Daerah (Perda). Selain adanya instruksi pimpinan, seluruh aktivitas yang berbau Pekat harus ditertibkan. Karena keberadaan hotel yang tidak mematuhi aturan serta kafe yang juga menyediakan wanita pelayanan sangat bertentangan dengan norma adat istiadat di Minangkabau,” ungkap Yadrison.

Yadrison menjelaskan, untuk memberantas LGBT, pihaknya juga melakukan razia di kawasan GOR H Agus Salim, tepatnya di Jalan Raden Saleh, Padang Barat, yang mana kawasan itu sebagai tempat untuk waria menunggu pelanggannya. Disana pihaknya mengamankan dua orang waria dan satu penikmat waria.

”Untuk sementara semuanya akan kita lakukan pendataan dan pemeriksaan. Jika ada yang bekerja sabagai PSK maka akan kita kirim ke Sukarami Solok untuk dibina. Jika tidak, mereka kita suruh membuat surat perjanjian. Selain itu, juga dilakukan pemangilan terhadap orang tua mereka sebagai penjamin. Untuk waria kita kirim ke Dinas Sosial untuk dibina,” pungkasnya. (rgr)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional