Menu

Pasaman Barat Persentase Tertinggi Kematian Covid-19, 13 Daerah di Sumbar Zona Oranye dan 6 Zona Kuning

  Dibaca : 111 kali
Pasaman Barat Persentase Tertinggi Kematian Covid-19, 13 Daerah di Sumbar Zona Oranye dan 6 Zona Kuning
Jasman Rizal, Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumbar

PADANG, METRO
Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) kembali mengupdate zonasi risiko penyebaran virus Corona (Covid-19) di 19 kabupaten/kota, Minggu (29/11). Dari data yang diumumkan itu, tidak ada daerah yang masuk zona merah atau risiko tinggi dan zona hijau atau risiko paling rendah penyebaran Covid-19.

Sementara, sebanyak 13 daerah masuk zona oranye atau risiko sedang Covid-19. Jumlah itu mengalami penurunan dibanding minggu sebelumnya yang berjumlah 14 daerah. Sedangkan enam daerah masuk zona kuning atau risiko rendah Covid-19 dan jumlah itu bertambah satu daerah.

Juru Bicara Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumbar, Jasman Rizal menjelaskan, Zonasi yang ditetapkan berdasarkan hasil perhitungan 15 indikator data onset pada minggu ke-38 pandemi Covid-19 ini untuk tanggal 2 November 2020 hingga 5 Desember 2020. Zona merah atau risiko tinggi berada pada skor 0 – 1,8. Sementara itu, zona oranye adalah daerah dengan skor 1,81 hingga 2,40.

“Berdasarkan data, pada minggu ke-37 pandemi Covid-19 di Sumatra Barat, tidak ada daerah masuk zonasi merah dan hijau. Semakin tinggi skor, semakin baik pengendalian penyebaran covid-19 di daerah tersebut,” kata Jasman.

Dijelaskan Jasman, 13 daerah yang masuk zona oranye adalah Kabupaten Pasaman Barat (skor 2,40), Kota Sawahlunto (skor 2,39), Kabupaten Pasaman (skor 2,34), dan Kota Padang (skor 2,31).

Kemudian, Kabupaten Dharmasraya (skor 2,28), Kabupaten Pesisir Selatan (skor 2,18), Kabupaten Padang Pariaman (skor 2,16), Kabupaten Tanah Datar (skor 2,04), Kabupaten Agam (skor 2,03), Kabupaten 50 Kota (skor 1,93), Kota Padang Panjang (skor 1,90), Kota Solok (skor 1,84), dan Kabupaten Solok (skor 1,84).

“Paling rendah skornya adalah Kabupaten Solok dan Kota Solok. Kasus positif dan adanya kasus meninggal meningkat tajam dalam minggu ke-37 pandemi ini. Kita harapkan semua kabupaten dan kota lebih mengintesifkan pemeriksaan sampel kepada warganya yang bertujuan agar penyebaran dan penangananan Covid-19 dapat lebih baik lagi,” ingat Jasman.

Sementara itu, enam daerah yang masuk zona kuning atau risiko rendah dengan skor 2,41-3,0, adalah Kabupaten Kepulauan Mentawai (skor 2,73), Kabupaten Solok Selatan (skor 2,52), Kota Payakumbuh (skor 2,48), Kota Pariaman (skor 2,51), Kota Bukittinggi (skor, 2,44), dan Kabupaten Sijunjung (skor 2,44).

“Kabupaten Kepulauan Mentawai mendapatkan skor tertinggi dalam minggu ke-37. Hal ini dipicu karena tingginya angka testing, sedikit yang positif yang lalu disusul oleh Kabupaten Solok Selatan. Kabupaten Kepulauan Mentawai menjadi satu-satunya daerah di Sumatra Barat yang belum ada kasus kematian di daerahnya,” ungkap Jasman.

Dijelaskan Jasman, diurutkan berdasarkan persentase tertinggi kematian, Kabupaten Pasaman Barat meninggal 17 orang dari 307 warga terinfeksi (5,5%) tercatat sebagai yang tertinggi kasus kematiannya. Disusul, Kabupaten Limapuluh Kota meninggal 12 orang dari 319 warga terinfeksi (3,8%) dan Kota Pariaman meninggal 16 orang dari 448 warga terinfeksi (3,6%). Sedangkan Kabupaten Kepulauan Mentawai meninggal 0 orang dari 190 warga terinfeksi (0%).

“Sampai minggu ke 37 masa pandemi Covid-19 di Sumbar, persentase tertinggi kasus kematian pasien Covid-19 di Sumbar adalah Kabupaten Pasaman Barat (5,5%) dan terendah adalah Kabupaten Kepulauan Mentawai yang sampai saat ini belum ada kasus meninggal dunia,” tegas Jasman. (rel)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional