Close

Pasaman Barat Bakal Dikunjungi Presiden RI, Kepala BNPB Ingatkan Pemkab Segera Tuntaskan Dokumen R3P

KUNJUNGI PASBAR— Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah bersama Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengunjungi lokasi gempa Pasbar jelang kedatangan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dalam waktu dekat.

PASAMAN BARAT–Dalam waktu dekat, Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) akan dikunjungi Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo (Jokowi). Kehadiran orang nomor satu di republik ini di Pasbar, guna melihat perkembangan dan penanganan korban gempa bumi beberapa waktu lalu.

Kedatangan Jokowi kali ini sekaligus memberikan bantuan rehabilitasi bagi rumah korban gempa yang rusak berat di dua daerah, yakni, Kabupaten Pasa­man dan Pasbar.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suhar­yanto, mengatakan dengan tegas, Pemerintah Provinsi Sumatra Barat (Pemprov Sumbar), Pemerintah Ka­bu­paten Pasaman, beserta jajaran instansi terkait, harus bertindak cepat da­lam menangani korban yang terdampak gempa. Ia mengatakan semakin lama gerak pemerintah, maka akan semakin lama ma­syarakat menderita.

“Kita harus cepat ambil tindakan. Bencana bukan saat itu saja. Menurut ilmu pengetahuan bencana itu bisa terjadi kapan saja. Se­perti gempa di Malang, be­lum selesai tertangani ma­syarakat kemudian ter­ja­di gempa lanjutan. Hal seperti itu jangan terulang kembali,” tegas Suhar­yan­to, saat Ra­pat Monitoring dan Evaluasi Penanganan Bencana Alam Gempa di Pasbar, di Auditorium Kan­tor Bupati Pasbar, Minggu (16/10).

Suharyanto juga mela­porkan terdapat 1.111 ru­mah de­ngan kate­gori ru­sak berat. Se­men­tara, 303 di antaranya sudah se­lesai reha­bili­tasi sedangkan 808 ru­mah lagi masih da­lam perbaikan.

Ia berharap Pem­­prov Sumbar mela­kukan pen­dampingan kepa­da Pem­kab Pasaman dan Pasbar, agar dapat segera menye­lesaikan dokumen Ren­cana Rehabilitasi Re­kon­­struksi Pascabencana (R3P), guna mengkaji ke­butuhan pasca­bencana dan penyusunan rencana aksi (renaksi) re­habilitasi dan rekontruksi secara cepat, tepat dan terpadu.

Sementara itu, Gu­ber­nur Sumbar, Mahyeldi An­shar­ullah, meminta Pem­kab Pasbar segera mem­per­siap­kan peraturan dae­rah (Perda) tentang Re­habilitasi Ba­ngu­nan Ge­dung un­tuk memini­mali­sir peristiwa ben­cana alam yang akan datang.

“Daerah kita sa­ngat rentan gem­pa, bupati se­gera persiapkan pe­ra­turan dalam ben­tuk perda. Se­perti di Kota Pa­dang sudah ada Per­da ten­tang Per­sya­ratan Bangunan Gedung di Kawasan Rawan Bencana Alam Geo­logi,” imbuh Mahyeldi.

Di samping itu Mahyel­di juga memohon duku­ngan serta bantuan kepada BNPB RI untuk memberikan bantuan berupa peralatan untuk membantu korban gempa. Terutama di kabu­paten dan kota yang sa­ngat rentan akan bencana.

Sementara itu, terkait R3P, Deputi Kepala BPKP Bidang Pengawasan Ins­tansi Pemerintah Bidang Pol­kumham PMK dan Ke­budayaan, Iwan Taufiq Pur­wanto, mengatakan, do­kumen R3P harus segera dituntaskan, agar alokasi anggaran bantuan untuk rehabilitasi rumah kategori rusak berat hingga ringan segera dikucurkan.

Bupati Pasbar, Ham­suardi, mengatakan untuk kategori rumah rusak berat, akan dibantu oleh BNPB sebesar Rp50 juta sedang­kan rusak sedang dibantu oleh Pemprov Sumbar dan rusak sedang dibantu Pem­kab Pasbar.

“Progres perbaikan ru­mah dalam rangka kunju­ngan Presiden RI, sudah diperbaiki sebanyak 50 unit dengan kategori rumah ru­sak berat dengan sistem reimburse. Sedangkan saat ini yang masih dikerjakan se­banyak 30 unit di Nagari Kajai,” paparnya. (fan/adv)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top