Menu

Pasaman bakal jadi Sentra Produksi Ikan Mas Unggul

  Dibaca : 157 kali
Pasaman bakal jadi Sentra Produksi Ikan Mas Unggul
TANDA TANGAN MOU— Bupati Pasaman, Yusuf Lubis foto bersama usai menandatangani MoU di Balai Riset Pemuliaan Ikan (BRPI) Kementerian Kelautan Perikanan di Sukamandi, Kabupaten Subang, Jawa Barat.

PASAMAN, METRO
Balai Riset Pemuliaan Ikan (BRPI) Kementerian Kelautan Perikanan di Sukamandi, Kabupaten Subang, Jawa Barat bertekad menjadikan Pasaman sebagai sentra produksi ikan mas unggul di Pulau Sumatera. Koordinator Riset dan Pengembangan Ikan Mas BRPI, Suharyanto menyatakan komitmen pihaknya menjalin kerja sama pengembangan ikan unggul di kabupaten itu. Ditambah lagi potensi Pasaman sangat mendukung.

“Kami akan melakukan riset di sini (Pasaman). Kami berharap, Pasaman akan menjadi sentra produksi ikan mas ke depan, tidak hanya di Sumatera Barat melainkan di Pulau Sumatera. Sama halnya dengan Subang di Jawa Barat,” kata peneliti ahli utama BRPI Suharyanto, Kamis (12/11).

Ia menambahkan, pihaknya di BRPI Sukamandi melakukan pemuliaan ikan budiaya air tawar. Sehingga menghasilkan varietas ikan unggul untuk masyarakat pembudidaya di seluruh nusantara.

“Produk BRPI diantaranya ikan nila srikandi, gurame, ikan mas, lele mutiara dan ikan patin perkasa serta udang gala,” tuturnya.

Ia mengungkapkan, ikan mas hibrida yang tengah dikembangkan di Pasaman memiliki sejumlah keunggulan. Salah satunya tahan terhadap virus KHV yang telah dirilis dan tersebar di masyarakat sampai 98 persen.

Selain tahan penyakit KHV, ikan mas hibrida juga tumbuh cepat. Selama pemeliharaan tiga bulan, benih yang berukuran 10 gram per ekor bisa tumbuh hingga rata-rata 200-300 gram per ekor. “Bahkan sebagian benih tersebut tumbuh hingga mencapai ukuran 400-500 gram per ekor. Pertumbuhan ini cukup cepat dibandingkan beberapa jenis ikan mas lokal yang biasa dibudidaya di kolam air deras oleh masyarakat,” katanya.

Ia berharap, pengembangan ikan mas hibrida oleh BRPI tersebut dapat memberikan manfaat kepada masyarakat pembudidaya di Pasaman. Selain itu, budidaya yang dilakukan di BBI Lundar dapat menjadi row model kegiatan budidaya oleh masyarakat luas.

Sementara, Peneliti Ahli Madya BRPI, Dr Didik Ariyanto mengatakan, kerja sama riset pengembangan ikan unggul dengan Kabupaten Pasaman berlangsung sejak 2016, untuk produksi induk ikan mas mustika unggul.

“Ke depan, kerja sama ini akan kita lanjutkan. Saya berharap, BBI jangan hanya sekedar jadi balai benih ikan saja, tetapi menjadi balai benih induk juga. Nanti, ikan mas hibrida ini akan kita usulkan ke kementerian untuk diberi nama Permata Pasaman (Perkawinan Majalaya-Sutisna untuk Pasaman),” tuturnya.

Sementara itu, Bupati Pasaman, Yusuf Lubis berharap kerjasama riset pengembangan ikan unggul antara Dinas Perikanan setempat dengan Balai Riset Pemuliaan Ikan (BRPI) Sukamandi, Kementerian Kelautan Perikanan (KKP) terus berlanjut.

“Harapannya, MoU tentang riset ini dapat terus berlanjut ke depan, meskipun masa jabatan saya sudah berakhir nanti. Kini, tinggal tiga bulan lagi,” ungkap Yusuf Lubis.

Yusuf Lubis yang akan mengakhiri masa jabatannya sebagai Bupati Pasaman pada 17 Februari 2021 nanti menyebutkan, dari riset tersebut diperoleh hasil terbaik sehingga bisa bermanfaat bagi masyarakat pembudidaya di daerah itu.

“Kita berharap hasil uji coba ini memperoleh hasil yang lebih baik dan bisa dikembangkan di Pasaman serta memberi hasil yang besar bagi para pembudidaya,” ucapnya.

Ia menjelaskan, bahwa wilayah Pasaman memiliki potensi budidaya ikan air tawar terbesar di Sumatera Barat. Dengan luas areal mencapai 4.440 hektare. Sementara untuk produksi ikan mencapai 51.827,52 ton per tahun.

“Dua kecamatan di Pasaman telah ditetapkan sebagai kawasan Minapolitan, yakni Kecamatan Rao dan Rao Selatan. Dengan jumlah pembudiaya mencapai 9.050 orang,” katanya.

Untuk menunjang budidaya, kata dia, dibutuhkan benih ikan yang unggul bagi masyarakat. Untuk mendapatkan itu diperlukan indukan yang unggul. Diantara indukan ikan mas yang beredar di masyarakat kini, yaitu ikan mas mantap, nila marwana, jaya sakti serta jenis ikan mas mustika.

“Pada saat ini jenis ikan yang banyak dibudi daya oleh pembudidaya adalah ikan mas mustika, yang dibudidaya di BBI Rao Selatan dan Lundar. Hasil kerjasama dengan BRPI Sukamandi, Subang, Jawa Barat,” katanya. (cr6)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional