Menu

“Pariwisata Tulang Punggung Kota ini”

  Dibaca : 148 kali
“Pariwisata Tulang Punggung Kota ini”
Walikota Bukittinggi Ramlan Nurmatias mengingatkan pelaku industri pariwisata di Kota Bukittinggi agar selalu mematuhi protokol kesehatan untuk kebaikan bersama

BUKITTINGGI, METRO
Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias mengingatkan pelaku industri pariwisata di Bukittinggi agar selalu mematuhi protokol kesehatan (Prokes) untuk kebaikan bersama guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Karena pariwisata merupakan tulang punggung kota ini, hidup masyarakat kota ini ada di sector pariwisata. Maka untuk itu mari diciptakan kondisi kota yang kondusif, aman dan nyaman. Hal itu disampaikan Walikota di hadapan ratusan pelaku industri wisata Bukittinggi pada pertemuan silaturrahmi dengan Pemko di Balairung, rumah dinas Walikota Belakang Balok Bukittinggi, baru-baru ini.

Pertemuan silaturahmi dihadiri Asisten I dan III Setda, Kadis Pariwisata Pemuda dan Olahraga dan Kepala Bapelitbang. Sedangkan dari industri pariwisata terlihat dihadiri oleh ketua dan pengurus HPI, PHRI, ASITA, Komunitas driver pariwisata, fotografer di objek wisata, pedagang souvenir, pelaku seni pertunjukan, duta wisata Bujang jo Gadih serta pelaku pariwisata lainnya.

Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias mengucapkan terima kasih kepada pengusaha dan pelaku pariwisata karena telah mendukung kepariwisatan Bukittinggi, dimana dari tahun ketahun selalu adanya peningkatan jumlah kunjungan dan Pendapatan Asli Daerah yang berasal dari kepariwisataan tentunya.

“Masa depan Bukittinggi terletak di pariwisata dan pariwisata merupakan tulang punggung kota ini, hidup kita ada dipariwisata, untuk itu mari kita ciptakan kondisi kota yang kondusif. Dengan meningkatnya kasus Covid-19 di Bukittinggi mari kita sama–sama mematuhi protocol kesehatan sesuai dengan himbauan pemerintah, pariwisata itu adalah trust, kepercayaan tamu harus dijaga, selalu ingatkan tamu– tamu untuk selalu memakai masker,” ujar Ramlan.

Kemudian Ramlan juga menginformasikan tentang capaian dan peningkatan yang signifikan pendapatan asli daerah dari bidang kepariwisataan. Ramlan juga mengatakan, “ada yang mengatakan bahwa walikota itu keras, ya saya keras dengan aturan, karena aturan itulah yang bisa menyelamatkan kita semua. Kalau tidak dengan aturan kota ini tidak akan terurus, pemerintah selalu memikirkan kepentingan orang banyak, bukan kepentingan kelompok,” ujarnya.

Salah seorang pelaku industry pariwisata dari Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI), Hen dalam sesi tanya jawab mengatakan, sangat mengapresiasi kinerja Pemko yang begitu total dalam mengelola kota dan kepariwisataan Bukittinggi.

“Atas nama pelaku industry pariwisata, kami dari HPI melihat perkembangan kota Bukittinggi saat ini sangat mengapresiasi kinerja pak Walikota mulai dari tahun 2016. Wali kota yang betul–betul total mengelola Bukittinggi, karena Bukittinggi juga sebagai icon kota wisata Sumatera Barat, untuk itu kami mengucapkan terima kasih banyak,” ungkap Hen.

Hen menyampaikan harapan dari pelaku industri pariwisata, kiranya lebih mengoptimalkan keterlibatan stakeholder pariwisata dalam pengembangan kepariwisataan dan berharap pada iven-iven pariwisata yang diikuti didampingi Dinas Pariwisata. “Termasuk lebih memperhatikan keamanan tamu di objek wisata dengan membedakan guide yang berlisensi dan yang tidak memiliki lisensi,” harap Hen. (pry)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional