Menu

Pariwisata Kota Lebih Ditingkatkan

  Dibaca : 288 kali
Pariwisata Kota Lebih Ditingkatkan
Bukit tinggi

Bukittinggi

SETELAH dilakukan pelantikan Walikota, H M Ramlan Nurmatias dan Wakil Walikota Bukittinggi, H Irwandi pada Rabu (17/2) siang di Padang, dilanjutkan pisah sambut pada Kamis (18/2) di Bukittinggi kedua langsung masuk kerja pada Jumat.

Sebagai, orang yang diberi amanah memimpin Kota Bukittinggi akan memberikan yang lebih baik untuk kota dengan luas sekitar 25 Km persegi ini. Sebagai pemimpin yang baru, pada acara silaturrahmi dengan wartawan Bukittinggi pada Jumat (19/2) siang Ramlan dengan tegas menyampaikan tidak akan mengungkit kegagalan atau cara pemerintahan yang dahulu, sebab itu tidak akan ada gunanya.

Sebab, manusia yang maju adalah manusia yang memikirkan untuk masa depan. Maka, untuk Walikota sudah merancang untuk membangun Bukittinggi ke arah yang lebih baik dengan beberapa terobosan baru demi kemajuan Kota.

Ramlan melihat, kalau tugasnya sebagai Walikota cukup berat, dengan Kota yang APBD hanya Rp620 miliar dengan ABPB dari berbagai sumber dan sekitar 61 persen sudah habis untuk belanja pegawai, dia akan berupaya mendatangkan infestor ke Bukittinggi untuk menambah pemasukan bagi Bukittinggi. Sebab, Bukittinggi hanya kota kecil yang tidak punya pabrik besar, industri besar maupun hasil tambang.

Selain itu, untuk memajukan empat sektor unggulan Bukittinggi yang paling utama adalah memperbaiki dan memajukan pariwisata di Bukittinggi. Sebab, hanya itu yang bisa dijual untuk pengunjung datang ke Bukittinggi dan PAD Bukittinggi dari kunjungan wisata ini cukup besar.

Maka, sudah sepantasnya memberikan yang terbaik untuk pengunjung, seperti bisa merasakan nyaman dan aman. Dipilihnya pariwisata dibandingkan kesehatan, perdagangan atau pendidikan terlebih dahulu, agar bisa mewujudkan Bukittinggi dengan pariwisata beradat dan berbudaya.

Untuk ke depan tantangan pembangunan kota cukup berat. Mungkin agak banyak bertentangan dengan masyarakat, akan banyak dibenahi, termasuk parkir, PKL dan terminal. PKL akan dicarikan solusi agar bisa berdagang lebih tertib dan tersusun rapi. Menjadi walikota bisa dipuja, dipuji, dihantam dan didemo tapi, demi Bukittinggi akan dijalani secara iklas, sehingga mulai 2016 ini sudah bisa merubah wajah Bukittinggi lebih baik.

Dalam jangka pendek ada beberapa program dan harus selesai tahun ini, diharapkan 2016 ini sudah berubah wajah kota. Untuk itu perlu penataan kota bersama sama. Sebagai sebuah sousi, akan segera mengundang insvestor untuk pembangunan kota Wisata ini.

Agar bisa menyedot tenaga kerja yang banyak, sehingga giat perekonomian lebih bergairah. Sebagai contoh, Pariwisata di Bali, bisa mendapatkan Rp 2 triliun dari bidang pariwisata pertahun, sementara Bukittinggi mendapatkan Rp 26 Milyar dari bidang yang sama, ke depan mari bersama-sama bekerja.

Ramlan mengajak seluruh SKPD, bagaimana rasa memiliki lebih tinggi dan menimbulkan rasa tanggung jawab lebih besar lagi. Program yang telah dibuat oleh SKPD masing-masing bisa berjalan dengan baik.

Selain pariwisata, sebagai salah satu unggulan Bukittinggi yaitu pelayanan kesehatan, maka Bukittinggi akan memiliki Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) representatif. Rumah sakit yang akan dirikan bukan rumah sakit biasa, untuk pertama memang harus tipe C dulu, ke depan akan kita upayakan peningkatan dari tipe C hingga bisa meningkat ke tingkat lebih baik.

Maka, untuk menwujudkan itu, perlu lahan yang luas dalam pendirian rumah sakit tersebut. Sebab ini akan terkait juga dengan kenyamanan berbagai pihak. Pemko akan membicarakan lebih lanjut dengan DPRD Bukittinggi masalah lahan.

Agar tidak terbentur dikemudian hari. Bahkan, beberapa dokter spesialis juga telah bersedia untuk pindah ke rumah sakit di Bukittinggi ini, mulai dari spesialis syaraf, bedah dan kandungan. Ini sudah menjadi support bagi pemko Bukittinggi untuk memiliki rumah sakit. Apalagi rencana akan membangun 6 lantai.

Sejauh ini, di Bukittinggi ada empat rumah sakit. Semuanya tidak ada yang dikelola oleh pemerintah kota, mulai dari RS Ahmad Muchtar milik Provinsi Sumbar, RS Stroke milik pemerintah pusat, RS Madina milik swaqsta dan RS TNI AD. Beberapa rumah sakit itu ada di Bukittinggi, penghasilannya tidak ada yang masuk ke kas daerah, bahkan ada yang hanya menimbulkan kemacetan saja.

Dikatakan, hasil survei yang dilakukannya, penghasilan dua rumah sakit ini sangat besar,  RSAM Rp100 juta dan Rumah Sakit Stroke Nasional (RSSN) mencapai Rp70 juta. Jika Bukittinggi mendapatkan penghasilan segitu besar pertahun, akan menambah PAD Bukittinggi pertahun. Selama ini, warga Kota untuk mendapatkan pengobatan gratis hanya bisa dilayani sampai Puskesmas milik Bukittinggi.

Perdagangan dan jasa yang juga menjadi salah satu sektor unggulan, dikatakan kuncinya adalah pariwisata dengan membersihkan kota serta memberi kenyamanan  pada pengunjung. Jika kepariwisataan di Bukittinggi sudah menunjung, maka masyarakat pendatang juga akan banyak menghabiskan uangnya untuk belanja di Bukittinggi yang sudah pasti akan menambah perekonomian rakyat.

Sebagai kota pendidikan yang sudah banyak mendapat peghargaan karena beberapa prestasi, walaupun sekolah tingkat SLTA akan segera pengelolaannya dipegang oleh Provinsi, maka pemerintah kota akan terus meningkatkan jenjang di bawah itu. Walaupun SLTA sudah diambil oleh Provinsi, sebagai Walikota yang baru, Ramlan akan segera berkoordinasi dengan pihak Unand, agar mendirikan fakultas kedokteran di Bukittinggi.

Hal yang sudah disetujui oleh presiden untuk pengembangan pariwisata di Bukittinggi dengan mengambil dana dari APBN yaitu akan merombak kebun binatang TMSBK menjadi kebun binatang internasional dengan membangun kandang yang lebih bagus dan menambah koleksi hewan. Selain itu, ngarai sianok sebagai sebuah keindahan Bukittinggi belum tersentuh dengan baik, dalam waktu dekat akan berkoordinasi dengan mereka lampu ternama untuk membuat lampu sorot besar warna warni yang akan menerangi dinding ngarai sianok yang indah.

“ Tugas yang pertama dilakukan adalah membersihkan Kota menjadikannya bersih, tertib dan rapi. Hal itu memang sudah dilakukan seperti kondisi janjang gudang dan taman jam gadang yang sudah berih dari PKL. Hal itu semata-mata adalah untuk memberikan kenyamanan pengunjun dan itu adalah tanggungjawab warga Kota menjaganya, sebab kota adalah kota kunjungan,” ulas Ramlan. (wan)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!